UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 18 Desember 2017 11:00
LAGI-LAGI..!! Penyelundupan Sayur dari Malaysia Terjadi
BARANG BUKTI. Sayur ilegal dan diduga berbahaya asal Malaysia ini diamankan di Polda Kalbar untuk dijadikan barang bukti--Subdit I Dit Reskrimsus Polda Kalbar for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Menjelang Natal dan Tahun Baru ini, tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kalbar gencar melakukan pengawasan terhadap persediaan dan peredaran pangan. Satgas Pangan tidak mau adanya peredaran makanan ilegal maupun yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Salah satu keberhasilan, tim Subdit I Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar yang tergabung dalam Satgas Pangan Provinsi Kalbar berhasil mengungkap upaya penyelundupan sayur-sayuran yang diduga illegal dan berbahaya dari Malaysia, Kamis (14/12) pukul 04.00 Wib.

Sayuran yang diangkut mengunakan dum truk bernopol KB 9859 ZL ini diamankan ketika sedang membongkar muatan di Gang Martapura, Jalan Tanjung Pura, Pontianak Selatan. Sayuran ini disinyalir membahayakan kesehatan masyarakat karena tidak mengantongi sertifikat kesehatan.

"Awalnya anggota mendapatkan informasi bahwa akan ada kendaraan yang membawa sayuran yang diduga dari Malaysia ke Kota Pontianak. Setelah tim melakukan penyelidikan, informasi itu benar," kata Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, AKBP Mahyudi Nazriansyah kepada sejumlah wartawan, Jumat siang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, selanjutnya tim yang di pimpin AKBP Sardo M P Sibarani langsung melakukan penggerebekan di lokasi yang diinformasikan. "Di lokasi, tim kita menemukan mereka tengah membongkar sayuran itu," jelasnya. Pemiliknya yang berinisial DI, warga Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau. Beserta barang bukti, pria 30 tahun itu langsung diamankan dan dibawa ke Direktorat Reskrimsus Polda Kalbar untuk diproses lebih lanjut. 

Setelah dilakukan interogasi awal, DI mengaku bahwa berbagai macam sayur-sayuran tersebut memang benar berasal dari Malaysia."Modus dia dengan cara mengumpulkan sayuran dari para pemilik KILB (Kartu Identitas Lintas Batas) dari Kabupaten Sanggau yang kemudian akan diperdagangkan di Kota Pontianak," terangnya.

Sayuran yang diselundupkan ini berupa 157 karung karung kentang dengan berat 10 kg per karung, 50 karung wortel dengan berat 10 kg per karung, 20 karung kol manis dengan berat 20 kg per karung, 17 keranjang bunga kol dengan berat 15 kg per keranjang, 10 dus daun bawang dengan berat 10 kg per dus, 10 keranjang kacang kapri dengan berat 2 kg per keranjang dan 2 dus kacang kapri seberat 3 kg masing-masing dus.

Karena membawa sayuran ke Indonesia tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal dan tanpa melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan, maka DI dijerat pasal 31 ayat (1) jo pasal 5 Undang-undang Nomor 16 Tahun 1962 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Pemilik diancam hukuman pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp150 juta," tegas Mahyudi. Penindakan yang berkesinambungan ini, lanjut dia, membuktikan bahwa Ditreskrimsus Polda Kalbar fokus dan berkomitmen dalam memberantas semua praktik ilegal di Bumi Khatulistiwa ini, serta siap melaksanakan penuh kebijakan Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono agar menciptakan Kalbar yang zero dari mafia ekonomi dan zero dari segala bentuk kegiatan ilegal.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar, Muhammad Ridwan mengatakan, sayuran yang ditangkap Satgas Pangan itu perlu dilakukan uji laboratorium untuk mendeteksi apakah berbahaya atau tidak.

“Itu nanti dikeluarkan oleh BPOM ya. Dan kita akan tetap tindak tegas pelakunya. Karena para penjual dan pengusaha harus bergerak sesuai dengan peraturan perundang-undangan konsumen,” ujar Ridwan, Jumat (15/12).

Dalam kesempatan ini, Ridwan mengabarkan bahwa harga dan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 masih stabil. Untuk mempertahankan kondisi ini, Ridwan mengungkapkan, Disperindag secara terpadu bersama tim Satgas Pangan selalu memonitor dan menginformasikan perkembangan harga kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga ke pusat.

“Sejauh ini stok (kebutuhan pokok) aman terkendali dan harga masih stabil. Karena setiap pergerakan harga, kita pantau terus. Yang mana mengalami kekurangan, kita lakukan frekuensi pasar,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga kestabilan dan ketersediaan kebutuhan pokok di Kalbar, pihaknya juga bersinergi dengan pelaku usaha agar seluruh komiditas-komidatas kebutuhan pokok tersedia hingga perayaan Natal dan Tahun Baru nanti. “Semuanya stabil, termasuk ketersediaan elpiji 3 kilogram, tidak ada masalah,” katanya.

Ridwan menegaskan, beberapa pekan terakhir ini kondisi gelombang memang sedang tinggi. Namun itu tidak mempengaruhi pendistribusian dan ketersediaan stok kebutuhan pokok. Karena sejak jauh hari ketersediaan bahan pokok di Kalbar ini sudah diantisipasi untuk persiapan Natal dan Tahun Baru.

“Kita juga sudah mensosialisasikan kepada distributor-distributor untuk mendaftarkan gudangnya. Bagi yang belum akan kita minta untuk segera mendaftarkan gudangnya,” terang dia. Pengalaman sebelumnya, menjelang perayaan hari-hari besar harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Sepeti ayam, daging, gula dan telur. Hal itu, tidak diinginkannya kembali terjadi.

“Maka kita sudah jauh-jauh hari melakukan antisipasi kelangkaan bahan pokok dengan memastikan stoknya aman. Hingga saat ini semuanya masih stabil. Stoknya aman dan terkendali,” pungkasnya. (Achmad Mundzirin dan Rizka Nanda Kumala Sari/rk)

 


BACA JUGA

Jumat, 26 Oktober 2018 11:40
Kontes Arwana Diramaikan Peserta dan Juri Luar Negeri

Ini Bukti Kapus Hulu Kaya Potensi Ikan

PUTUSSIBAU- Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH membuka kontes Arwana Super Red di Gedung Indoor Bulu Tangkis…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:56
Status Kawasan Hutan Bikin Desa Terisolir

Warga Sulit Menerima Sentuhan Pembangunan

Desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu yang masuk dalam kawasan hutan hingga kini masih sulit dibangun.…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:55

Aksi Nyeleneh Puluhan Pelajar SMPN 1 Sekadau Ternyata Cuma Mau Begini

SEKADAU- Puluhan pelajar SMP Negeri 1 Sekadau Hilir menggores tangan sendiri beberapa hari terakhir…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:45

Kos-kosan di Ngabang Diobok-obok, 8 Pasangan Mesum Terjaring

NGABANG- Petugas gabungan mengobok-obok lima kos di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Rabu (17/10) malam.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:28
Penerimaan Berkas Pelamar CPNS Ditutup

Peserta Diingatkan Tak Tertipu Calo

PUTUSSIBAU- Diberitakan Rakyat Kalbar,  Penerimaan berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:45

Tak Jera, Mantan Napi Kembali Mencuri

PONTIANAK- Agun, warga Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat diamankan…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:44

Pergi Mancing, Tono Pulang Tak Bernyawa, Istri Korban Belum Ditemukan

MEMPAWAH- Tono, warga Selat Panjang yang dikabarkan hilang di perairan Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan,…

Senin, 08 Oktober 2018 12:22

Tabrakan dengan Dump Truck, Pensiunan TNI Meninggal

SEKADAU- Kecelakaan lalu lintas kembali merengut nyawa. Seorang pensiunan TNI bernama Firmansyah, 56,…

Senin, 08 Oktober 2018 12:21

SIAPA INI? Warga Temukan Mayat Tertimpa Motor di Parit

SEKADAU- Warga Kabupaten Sekadau kembali dihebohkan dengan penemuan mayat. Kali ini mayat ditemukan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 10:38

Polisi Bekuk Pemukul Kepala 2 Wanita, Ternyata....

MEMPAWAH- Polisi berhasil menangkap Ben Yulius Mario, pelaku pemukulan terhadap dua gadis bernama Viska…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .