UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 18 Desember 2017 10:57
Catat! Kapolda Mau Zero Ilegal dan Zero Pelanggaran
TEGAS. Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, dengan tegas menyampaikan amanatnya saat apel pagi di Lapangan Jananuraga, Polda Kalbar, Jumat (15/12)--Humas Polda for RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menggelorakan program 100 hari kerja tahap pertama di bidang operasional dan pembinaan. Saat ini, tim perumus sedang melakukan finalisasi panduan dan administrasi program 100 hari kerja untuk dipedomani, didukung dan dilaksanakan oleh seluruh anggota pada Satker dan Satwil di lingkungan Polda Kalbar.

Kebijakan dan obsesi Didi sejak awal memimpin Polda Kalbar adalah zero ilegal dalam penegakkan hukum dan zero toleransi terhadap semua pelanggaran. Maka, dia berjanji memberikan penghargaan atau reward kepda personelnya yang berprestasi. “Sebagai Kapolda Kalbar, saya tidak segan-segan memberikan penghargaan atau reward bagi siapa saja yang berprestasi,” tegas Didi dalam amanat yang disampaikan kepada para personelnya saat apel pagi di di Lapangan Jananuraga, Polda Kalbar, Jumat (15/12) pagi.

Seperti diberitakan Rakyat Kalbar, menurut dia, banyak bentuk prestasi di masa sekarang ini yang layak mendapat penghargaan. Namun sebaliknya, Didi juga tidak segan-segan untuk menindak siapapun personelnya yang terbukti melakukan pelanggaran. “Catat sekali lagi, obsesi saya adalah zero ilegal dan zero pelanggaran,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut Didi mengatakan, kunci keberhasilan dalam karir ada empat hal. Diantaranya, mampu berkomunikasi baik dengan substansi, performansi dan gesture. Kemudian mampu bekerja dalam tim berbuat apa, bekerja dengan siapa, berada di mana, serta bertanggung jawab kepada siapa. Berikutnya, selalu berpikir positif serta mau menerima saran atau kritikan.

 “Semua itu bisa dibina dan dilatih dari apel pagi seperti ini. Saya perintahkan seluruh anggota Polda Kalbar termasuk anggota Polres dan Polsek, untuk melaksanakannya dengan penuh kesadaran, tepat waktu dan penuh kebanggaan,” pintanya.

Didi menerangkan, apel pagi merupakan salah satu bagian dari manajemen sumber daya manusia (SDM) khususnya di lingkungan Polri. Dengan apel pagi, dapat mengetahui secara detail dan akurat kekuatan personel yang dimiliki. Sehingga dengan data yang pegang diawal pekerjaan, akan memiliki kesiapan dan kepercayaan diri jika ada perkembangan situasi yang membutuhkan perkuatan.

Jenderal bintang dua ini mejelaskan, pentingnya apel pagi sebab melalui apel pagi, komando, perintah, petunjuk, dan arahan pimpinan sekaligus dapat diberikan kepada seluruh anggota. Selain itu diajarkan dan dilatih untuk membangun jiwa korsa, kerja sama tim, dan mempererat tali silaturahmi.

 “Terlebih di era teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, sebagai personel Polri, kita harus tanggap menyikapi berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Dengan apel pagi, informasi itu diluruskan dan disamakan nadanya secara terpimpin,” ujarnya.

Didi juga mengajak semua jajaran Polda Kalbar untuk bahu membahu membangun provinsi tercinta ini, dari sisi tugas pokok Polri sebagai alat negara dalam harkamtibmas dan penegakkan hukum.  “Mari sama-sama kita kawal, kita jaga, dan kita iringi pembangunan di daerah Kalimantan Barat, agar dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ajaknya.

Sebagai personel, kata Didi, tentu apa yang akan dikerjakan beranjak dari sebuah dasar pada program Promoter Kapolri dengan lima fokus pencapaian. Yakni, pertama dengan mengubah kultur atau budaya buruk yang selama ini masih sering dilakukan. “Maka terapkan zero pelanggaran,” katanya.

Kedua, mereformasi kinerja. Sehingga tidak ada lagi pekerjaan yang dilakukan secara rutinitas dan biasa saja. “Semua harus luar biasa,” katanya. Ketiga, memperbaiki kualitas pelayanan sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap Polri makin meningkat. Keempat adalah meningkatkan profesionalisme dalam penegakkan hukum agar masyarakat mendapatkan keadilan, manfaat, dan kepastian di dalamnya. “Itu dengan semangat zero illegal dan zero pelanggaran,” ucapnya.

Dan, kelima meningkatkan kualitas manajemen media, utamanya agar dapat mengendalikan arus informasi di media konvensional seperti surat kabar, radio, dan televise serta di media sosial melalui jalur internet.

 “Ini penting sehingga masyarakat terlindungi dari berita bohong atau hoaks, postingan bersifat provokasi, ujaran kebencian (hate speech) serta penyesatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang tujuannya untuk mengganggu stabilitas kamtibmas,” terangnya.

Mulai sekarang, lanjut Didi, personel Polda Kalbar harus memegang prinsip kerja untuk senantiasa mampu dalam mengantisipasi berbagai ancaman dan gangguan. Mampu memprediksi segala macam situasi dan kondisi. Serta mampu dengan cerdas dan tepat mencari solusi dalam mengatasi berbagai persoalan.

Menurutnya, dengan membiasakan mengawali dan mengakhiri semua pekerjaan dengan analisa dan evaluasi (Anev) itu juga sangat penting. Untuk benar-benar dapat diukur pencapaian kerja dengan mengkomparasi atau membandingkan dengan perolehan hasil dalam satu periode sebelumnya. Sehingga hasil yang signifikan dapat diraih.

 “Setiap pekerjaan harus ditentukan tolok ukurnya, targetnya, output, dan outcome-nya, serta prosentase progresnya. Jangan bekerja rutin dan biasa, tunjukkan bahwa polisi Kalbar mampu juga untuk bekerja dengan capaian yang luar biasa,” pungkasnya. (Ambrosius Junius/rk)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:16

Ngakunya Sakit Hati dengan Ortu Korban, Istri Anggota Polda Disiram Lem Besi

PONTIANAK- Merry Harfiani, istri seorang anggota Polda Kalbar menjadi korban penganiayaan. Perempuan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:09

Kebakaran Lahan di Pontianak, Pemkot Diminta Tegas terhadap Developer

PONTIANAK- Kabut asap akibat pembakaran lahan di Pontianak sebagian besar terjadi tak jauh dari perumahan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 10:00

Sidang Kasus Pembunuhan, Ruang Sidang Malah Dipenuhi Tulisan Dukungan Terhadap Terdakwa

PONTIANAK- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Zainal Makmur di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:31

KPAID: Jangan Ada Seperti Ainun Lagi

PONTIANAK- Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia Dearah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:29
Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga Komplek Sejahtera 1

Demi Adopsi Bayi, Heni Berjaga di Pintu Ruang Perinatologi

PONTIANAK- Penghuni rumah Nomor B16 di Komplek Sejahtera 1, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bangka…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:26

Tak Diizinkan Periksa HP, Pria Ini Pukul Istrinya

PONTIANAK- Suami istri tak seharusnya memiliki rasa curiga yang berlebihan. Karena, hal itu dapat memicu…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:57

Penangkapan Kapal Latih Polnep oleh TNI AL, Diduga Karena Ini

PONTIANAK- Kepala Seksi Operasional dan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pontianak, Nazirin mengaku tidak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:36

ADA APA INI? KM Borneo Pearl Ditangkap

PONTIANAK- Kapal latih milik Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), KM Borneo Pearl diamankan anggota…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:33

Dua Pembobol Alfamart Dibuat Pincang

PONTIANAK- Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) spesialis minimarket dibekuk anggota Jatanras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .