UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 18 Desember 2017 10:54
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen Negara
DOKUMEN PALSU. Barang bukti pemalsuan dokumen negara yang berhasil disita Satreskrim Polresta Pontianak, Kamis (14/12). Achmad Mundzirin-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Satuan Reskrim Polresta Pontianak membongkar sindikat pembuatan pemalsuan dokumen negara. Di antaranya SIM, STNK, BPKB dan KTP-el. Sindikat ini terbongkar berawal dari maraknya jasa pembuatan KTP-el, SIM, BPKB dan STNK di media sosial (Medsos). Kemudian polisi melakukan penyelidikan. Dokumen negara itu dibuat dan cetak sendiri oleh sindikat.

"Ada dua orang pelaku pemalsuan dokumen negara ini, yakni MM dan EJ," jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Muhammad Husni Ramli, Kamis (14/12).

Keduanya ditangkap di gerbang Komplek Permata Asri Jalan Sultan Hamid Kecamatan Pontianak Timur sekitar pukul 16.00 WIB, tidak jauh dari rumah EJ. Sementara MM beralamat di Gang Kuini Jalan Komyos Sudarso. "Keduanya ditangkap saat hendak melakukan transaksi dokumen palsu tersebut," kata Kasat Reskrim yang memimpin langsung penangkapan tersebut.

Husni mengatakan, dalam penangkapan itu diamankan barang bukti dokumen-dokumen palsu, alat cetak, bahan material dan komputer. "Saat ini sudah kita amankan dan sedang kita lakukan penindakan lebih lanjut," jelasnya. Salah seorang pelaku berinisial EJ ternyata bukan orang baru dalam pembuatan dokumen palsu ini. Tersangka merupakan pemain lama, karena beberapa tahun sebelumnya pernah ditangkap tim gabungan Polda Kalbar dan Polresta Pontianak dalam kasus yang sama. "EJ dalam kasus yang sama divonis hakim sekitar satu tahun lebih. Kemudian keluar dari penjara langsung beraksi kembali," ungkap Husni.

Dalam kasus ini, pihaknya baru menangkap dan amankan dua orang. Tidak menutup kemungkinan terdapat pelaku lainnya dalam sindikat ini. "Terus kita dalami apakah ada tersangka lain atau tidak. Tersangka terus kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.

EJ dan MM akan dijerat pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. "EJ dan MM saat ini terus dilakukan pengembangan lebih lanjut," tuntas Husni. Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Salbiah mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan membongkar sindikat jasa pembuatan SIM palsu dan dokumen negara lainnya ini. Pasalnya belum lama ini isu kurang sedap beredar di Medsos berkaitan dengan jasa pembuatan SIM di Kota Pontianak.

Sebelumnya Salbiah sudah membantah berkaitan dengan jasa-jasa yang ada itu. Bahkan Salbiah mengatakan itu suatu hal yang tidak benar melainkan hanyalah penipuan. "Alhamdulillah Tuhan tunjukan kebenaraan lansung (sindikat terbongkar, red)," ucap Salbiah ketika dimintai tanggapannya.

Salbiah berpesan kepada masyarakat, apabila ingin membuat SIM mengikuti prosedur dan mekanisme yang ada, yakni menjalani prosesnya sendiri. "Tidak ada jasa-jasa, kita sudah memperketat. Masyarakat jangan percaya berkaitan dengan adanya jasa dan sebagainya, yang menentukan masyarakat untuk mendapatkan SIM atau tidak adalah masyarakat sendiri," pesan Salbiah.  (Achmad Mundzirin/rk)

 


BACA JUGA

Selasa, 14 Agustus 2018 12:47
Sidang Putusan Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak

Wanita Ini Terbukti Bersuami 2, Eddy Dapat Hak Asuh Anak

PONTIANAK- Babak panjang dari kemelut rumah tangga antara Eddysan Farel dengan Nurhidayati akhirnya…

Selasa, 14 Agustus 2018 12:36

SADIS DAN SERAM..!! Dua Nyawa Melayang di Tangan Pidelis Kalis

PONTIANAK- Tindakan Pidelis Kalis terbilang seram. Nyaris waktu bersamaan pemuda 18 tahun ini bunuh…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:31

KPAID: Jangan Ada Seperti Ainun Lagi

PONTIANAK- Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia Dearah (KPAID) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:29
Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga Komplek Sejahtera 1

Demi Adopsi Bayi, Heni Berjaga di Pintu Ruang Perinatologi

PONTIANAK- Penghuni rumah Nomor B16 di Komplek Sejahtera 1, Jalan Sungai Raya Dalam, Kelurahan Bangka…

Rabu, 08 Agustus 2018 22:26

Tak Diizinkan Periksa HP, Pria Ini Pukul Istrinya

PONTIANAK- Suami istri tak seharusnya memiliki rasa curiga yang berlebihan. Karena, hal itu dapat memicu…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:57

Penangkapan Kapal Latih Polnep oleh TNI AL, Diduga Karena Ini

PONTIANAK- Kepala Seksi Operasional dan Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pontianak, Nazirin mengaku tidak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:45
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

JANGAN MALU..!! Anak Dicabuli, Segera Lapor ke Polisi

PONTIANAK- Tahun ini Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menerima  sebanyak…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:36

ADA APA INI? KM Borneo Pearl Ditangkap

PONTIANAK- Kapal latih milik Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), KM Borneo Pearl diamankan anggota…

Sabtu, 04 Agustus 2018 11:11
Kasus Candaan Bom di Pesawat

Frantinus Nirigi Gugat Praperadilan Kapolresta dan Kemenhub

PONTIANAK- Masih ingat dengan kasus candaan bom (joke bomb) yang dilakukan Frantinus Nirigi dalam pesawat…

Minggu, 29 Juli 2018 12:29
POPTI Kalbar, Kepedulian terhadap Anak Penderita Thalassemia

Penyakit Diturunkan, Bukan Keturunan, Dianjurkan Screening Pra-Nikah

Windy Prihastari, pegawai Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kalbar tak menyangka saat anak pertamanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .