UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 09 Desember 2017 20:07
Sempat Kecolongan, Warga Tolak Pembangunan Rumah Walet
Terganggu Pengeras Suara Pemanggil Burung dan Buruk Bagi Kesehatan
RUMAH WALET. Pekerja sedang membangun yang diduga dijadikan sebagai rumah walet di RT 021/RW 012 Jalan Pahlawan Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (7/12). Suci Nurdini Setiowati-RK

PROKAL.CO, Warga RT 021/RW 012 Jalan Pahlawan Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang dirisaukan dengan berdirinya rumah-rumah burung walet. Pasalnya, rumah walet tersebut berada di tengah pemukiman mereka.

 

Suci Nurdini Setiowati, Bengkayang

Diberitakan Rakyat Kalbar, warga menyatakan penolakannya terhadap pembangunan rumah walet dengan melakukan pengumpulan tanda tangan. Penolakan warga ini lantaran di lokasi tersebut sudah dibangun rumah walet. Bahkan diduga di lokasi yang berdekatan akan dibangun dua rumah walet lagi.

Salah satu bangunan memiliki luas 120 M² dengan 4 tingkat sudah pasti akan dijadikan rumah walet. Sedang bangunan kedua yang memiliki luas sekitar 60 M² dengan 3 tingkat. Namun, mandor yang mengerjakannya menyatakan, pemilik bangunan masih ragu apakah akan dijadikan rumah walet atau gudang.

Sebenarnya yang paling bermasalah bangunan kedua. Sebab jaraknya terlalu dekat, bahkan mepet dengan rumah warga. Warga khawatir pengeras suara pemanggil burung akan di hadapkan ke arah rumah mereka. Sehingga mengakibatkan polusi suara dan mengganggu ketentraman warga. Ditambah lagi rumah burung walet tersebut ditakutkan membawa dampak buruk bagi kesehatan warga.

“Bangunan itukan tidak mungkin pengeras suaranya menghadap sana, karena ada bangunan tinggi yang dapat menghalau suaranya. Pasti bakalan menghadap rumah warga. Tentu akan mengganggu sekali, habis itu apa lagi kalau ada musim penyakit flu burung, habis kita semua," kata Mujidi, selaku juru bicara warga kepada Rakyat Kalbar, Kamis (7/12).

Warga mempertanyakan peran pemerintah terkait adanya bangunan rumah walet sebelumnya di tempat mereka. Apakah rumah walet tersebut mengantongi IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Tidak mungkin pemerintah mengeluarkan IMB rumah walet, jika berada di tengah pemukiman warga.

"Jelas kita menolak adanya pembangunan sarang walet tersebut. Itu rumah walet yang pertama di situ saja kita kecolongan, terus yang ini kita ga mau lagi. Untung kita cepat menaggapinya," tuturnya. Warga setempat telah mengambil tindakan dengan membuat petisi penolakan pembangunan rumah walet tersebut kepada beberapa instansi terkait. Surat sudah kirim ke Lurah Bumi Emas, Camat Bengkayang dan Satpol PP Bengkayang. Warga berharap surat mereka segera ditindaklanjuti. “Ini beberapa hari lagi RT kita akan rapat dengan Lurah dan membahas ini," jelas Mujidi.

Terpisah, Camat Bengkayang Ucok P. Hasugian SSTP MSi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat dari RT 021/RW 012 Jalan Pahlawan. Ucok berjanji akan menindaklanjuti laporan warga ini dengan mengarahkannya ke pihak yang berwenang. Untuk kenyamanan bersama, pihaknya nanti akan mengecek di lapangan.

 “Sebab ya kita tahu Bengkayang belum ada RDTR atau Rancangan Detail Tata Ruang, sehingga kita tidak punya dasar untuk penataan atau pemberian izin bangunan apa saja yang boleh dibangun," ungkap Ucok. Sementara Kabid Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bengkayang Ifa Delvina SSos mengatakan, pihaknya belum ada mengeluarkan izin pendirian rumah walet di Jalan Pahlawan. Ditegaskannya, untuk izin rumah walet tidak asal, harus mematuhi prosedur yang sudah ada.

"Saya sudah cek dan hasilnya belum ada izin untuk bangunan walet di daerah Jalan Pahlawan tersebut. Selain itu, rumah walet juga ada izin tersendiri tidak bisa sembarangan kita mengeluarkannya. Penduduk yang mengajukan usaha walet harus mengurus izin membangun rumah walet terlebih dahulu," tegasnya, Jumat (8/12).

Pihaknya hanya sebagai penerbit surat izin dan tim pengawas. Jika terjadi penyelewengan atau pelanggaran di lapangan Satpol PP yang berhak melakukan penindakan. "Kita tugasnya hanya mengeluarkan surat izin dan mengawasi operasional. Misalnya ada pelanggaran seperti ini akan ditinjau dan ditindaklanjuti Satpol PP kecamatan,” jelas Ifa. (*)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:39

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

MELAWI- Memasuki bulan kedua 2018 harga jual karet masih sangat rendah. Apalagi harga jual yang tidak…

Selasa, 13 Februari 2018 10:27

Lagi-Lagi BKSDA Sita Orangutan Peliharaan Warga

PONTIANAK- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar sita seekor anak Orangutan peliharaan warga…

Selasa, 13 Februari 2018 10:25

KD Gantung Diri, Ada Surat Terikat di Lengannya, Ini Isinya..

MMEPAWAH- KD, seorang kakek 71 tahun di Desa Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya ini ditemukan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:53

Maling Motor Menggila di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU-  Dalam sepekan terakhir, Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap beberapa kasus pencurian…

Selasa, 13 Februari 2018 09:51

MENGEJUTKAN..!! Truk dari Malaysia Mencurigakan, Saat Diperiksa Ternyata…

BENGKAYANG- Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:49

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

SINGKAWANG- Selama Operasi Panah Kapuas 2018, jajaran Polres Singkawang berhasil mengungkap 18 kasus…

Jumat, 09 Februari 2018 11:12

Segel Dibuka, BPN Sanggau Melayani Seperti Biasa

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau yang sebelumnya sempat disegel pasca-operasi tangkap…

Jumat, 09 Februari 2018 11:10

OTT, Kepala BPN Sanggau Tersangka Pungli

SANGGAU- Kepala Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau, Viktor Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka…

Jumat, 09 Februari 2018 11:06

Pulang ke Rumah Bocah 6 Tahun Nangis, Ternyata Dia Abis Dibeginikan…

SANGGAU- Sebut saja namanya Melati. Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun di Kecamatan Kapuas, Kabupaten…

Jumat, 09 Februari 2018 11:03

Ratusan Buruh Demo, Walikota dan Anggota DPRD Singkawang Terima Dibalik Pagar

SINGKAWANG- Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Rabu (7/2). Buruh-buruh…

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

ASTAGA..!! Warga Transmigrasi Pulau Maya Konsumsi Air Parit

BAHAYA..!! Buaya Juga Sering Muncul di Sungai Singkawang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .