UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 09 Desember 2017 10:56
NGERI..!! Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

Polda Kalbar ungkap Jaringan Pria Kelainan Seksual, Dua Tersangka Gay Positif HIV

LANGGAR UU ITE. Polda Kalbar menghadirkan dua dari tiga tersangka kasus pelanggaran UU ITE. Mereka mengenakan penutup wajah, di ruangan Humas Polda Kalbar, Pontianak, Rabu (7/12) siang. Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK - Komunitas gay di kota Pontianak dan sekitarnya semakin menjadi-jadi. Tak lagi ditutup-tutupi, mereka merekrut ‘anggota’ melalui media sosial (Medsos). Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa diantaranya positif menderita penyakit HIV AIDS.

Dilansir Rakyat Kalbar, ini tersebut terungkap dari penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalbar. “Kasus ini LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) atau lebih tepatnya Gay (pria homoseksual),” tutur  Direktur Dit Reskrimsus Polda Kalbar, AKBP Mahyudi Nazriansyah, merilis kasus itu di ruang Kabid Humas Polda Kalbar, Pontianak, Rabu (6/12).

Pengungkapan tersebut, kata Mahyudi, berawal dari giat tim siber Polda Kalbar yang berpatroli di dunia maya. “Dalam patroli ini, kita melihat ada akun-akun yang menampilkan atau meng-share (membagikan) foto-foto asusila dan juga ajak-ajakan kepada masyarakat untuk melakukan perbuatan asusila," bebernya.

Tiga tersangka penyebar foto itu bernisial DH (27), EF (27), dan RS (19), telah diamankan. Mereka memposting foto bermuatan asusila di Facebook dan Twitter. Saat merilis kasus tersebut, Polda hanya menghadirkan dua tersangka. Sebab, salah satunya dalam keadaan sakit.

Menurut Mahyudi, tiga tersangka tergabung dalam kelompok Gay di Pontianak yang ternyata jumlahnya cukup banyak. "Dari pengakuan mereka, hampir 100 orang," paparnya. Ia mengungkap, dari pemeriksaan terhadap grup tersebut, mereka  sering melakukan hubungan sesama jenis. Selain itu, juga mengajak orang lain masuk ke dalam komunitas mereka.

“Ya itu, cara mereka mengajak dengan menampilkan foto-foto syur mereka,” ungkap Mahyudi. Dikatakannya, kasus masih dalan proses penyidikan. Yang pasti, grup tersebut memiliki ribuan pengikut (follower). Pengakuan dari salah seorang tersangka, ia pernah berhubungan sesama jenis lebih dari 100 kali.

“Akunnya bermacam-macam, baik Facebook maupun Twitter, dengan kemampuan cyber yang kita miliki, jadi kita bisa ungkap,” ujarnya. Tersangka juga mengakui bahwa mereka mencari korban (anggota) di Kota Pontianak dan Kubu Raya. Namun, kata Mahyudi, tidak menutup kemungkinan kelompok Gay ini telah menyebar ke daerah lain di Kalbar. “Bisa meluas ke kabupaten lain,” terang dia.

Ia menjelaskan, setelah mengamankan tersangka, pemeriksaan medis langsung dilakukan terhadap mereka. "Dan ternyata, hasil laboratorium, yang bersangkutan positif HIV (Human Immunodeficiency Virus). Tentunya sangat menkhawatirkan," papar Mahyudi.

Setelah berkoordinasi dengan lembaga yang bergerak di bidang pengawasan penyakit menular dan mematikan tersebut, polisi tidak hanya hanya menangani pidananya. Juga mencari solusi mengurai benang merah komunitas itu. “Untuk  mencari bagaimana kira-kira penanganan lebih lanjut terhadap mereka, yang sudah terlanjur masuk ke dalam kelompok ini," tukasnya.

Ia menegaskan, kelompok ini sangat berbahaya sebab merusak generasi bangsa. “Ada beberapa pelaku ini mengidap HIV, ini yang harus diwapadai masyarakat Kalbar maupun Pontianak, agar tidak terpengaruh dalam pergaulan LGBT ini,” pinta Mahyudi.

Imbuh dia, “Lebih bahaya lagi, mereka mencari anak-anak di bawah umur, jadi bukan hanya di grup mereka saja. Jadi, saya mengimbau kepada masyarakat agar masing-masing menjaga, mengingatkan keluarga, agar tidak terlibat dalam LGBT ini". (ambrosius/rk)


BACA JUGA

Minggu, 17 Maret 2019 10:12

Guru Honorer Ngambek, Begini Kata Gubernur Sutarmidji

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji menanggapi protes para guru honorer daerah…

Minggu, 24 Februari 2019 12:16

Ayo..!! Sayangi Parit Cintai Sungai Kapuas

 Gerakan Senyum Kapuas (GSK) merupakan salah satu komunitas yang konsen…

Minggu, 24 Februari 2019 12:14

Mahasiswa Bela Guru Honorer

Dalam rangka rakornas IMAKIPSI (Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:32

Sebanyak 2.195.593 Lembar Surat Suara Tiba di Pontianak, Langsung Kirim ke Sambas

PONTIANAK- Surat suara untuk pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019 mulai…

Jumat, 15 Februari 2019 11:17

Pengendara Mobil Mesti Waspada, Ada Teror Lempar Batu di Jalan Raya Jungkat

PONTIANAK- Kaca depan minibus bernomor polisi KB 1728 HQ, retak…

Kamis, 07 Februari 2019 11:38

MEMBARA..!! Gudang Mebel di Sungai Raya dan 5 Ruko di Tanjungpura

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, gudang maebel di Gang Tantri Kencana,…

Senin, 04 Februari 2019 11:54

Pengikat Tersangkut, Crane Pengangkat Boiler PT SJAL Tumbang

PONTIANAK_ Crane yang mengangkat alat boiler dari KM Power Jet…

Sabtu, 02 Februari 2019 11:01

Relawan Caleg Demokrat Diserang, Polisi Tetapkan Sg Sebagai Tersangka

PONTIANAK- Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir memastikan penanganan…

Jumat, 01 Februari 2019 10:58
Perjalanan Kasus Penyerangan dan Pengrusakan Atribut Partai Demokrat di Rasau Jaya

Relawan Buat Laporan ke Bawaslu

PONTIANAK- Penyelesaian perkara penyerangan terhadap relawan Dessi Fithri Anggraeni, Caleg…

Jumat, 01 Februari 2019 10:57

Usai Diservis, Mobil Mirna Terbakar

PONTIANAK- Mobil jenis Daihatsu Xenia tiba-tiba terbakar di Jalan Ahmad…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*