UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 02 Desember 2017 11:30
Ancaman Banjir, BPBD Imbau Warga Waspada

PROKAL.CO, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar TTA Nyarong menilai banjir yang terjadi saat ini lebih disebabkan curah hujan tinggi yang dibarengi dengan pasangnya air laut.  “Hujan tidak tertampung dengan cepat, tidak mengalir ke daerah yagn rendah, sementara air laut juga meninggi sehingga meluber ke daerah-daerah yang rendah,” katanya, Rabu (29/11).

Diberitakan Rakyat Kalbar, Nyarong mengatakan, saat ini banjir terbesar terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Melawi. Namun hingga saat ini BPBD Kalbar belum mendapat laporan secara detail apakah ada korban, termasuk kerusakan infrastruktur, serta berapa banyak rumah penduduk yang terendam. “Kami belum dapat laporan,” kata dia.

BPBD sudah kerap kali mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai banjir. Semua komponen masyarakat harus mau melakukan sikap waspada sedini mungkin agar tidak terjadi korban jiwa saat bencana datang. “Telah selaporkan secara resmi BMKG bahwa intensitas turun hujan tinggi pada November 2017 hingga Januari 2018,” jelasnya.

Nyarong mengatakan, bencana banjir, tanah longsor maupun puting beliung tidak bisa dihindari terkecuali dengan cara mengevakuasi diri. Evakuasi yang dilakukan terutama pada warga yang sakit, balita, ibu hamil/menyusui, orang lanjut usia dan orang cacat.

Selain itu, pemerintah daerah juga harus menjamin ketersediaan makanan siap saji bagi korban banjir. Bahan makanan ini menjadi kebutuhan penting yang harus diupayakan para Bupati/Walikota melalui Satgas yang di-SK-kan.  “Jadi dalam kondisi bencara bupati/wali kota dituntut segera menandatangani SK Tanggap Darurat Penangan Bencana Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor di kabupaten/kota masing-masing agar penanganan bencana tidak terhambat,” jelasnya.

Kemudian ia juga mengingatkan daerah yang belum memiliki kantor BPBD dalam penanganan bencana akan ditangani langsung oleh bupati/wakil bupati/Sekda setempat. BPBD kabupaten/kota terdekat siap membantu. Untuk daerah yang belum memiliki kantor BPBD seperti Kabupaten Kapuas Hulu dan Sambas. Sementara semua daerah di Kalbar disebutkannya berpotensi mengalami bencana. Baik itu banjir, longsor maupun puting beliung.  “Bencana ini terus berulang-ulang setiap tahun jadi penanganan sudah harus cepat dilakukan,” pungkasnya. (Ari Sandy, Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 14 September 2015 16:21

Kepergok Warga, Maling Tewas Dihajar Massa

<p><strong>PONTIANAK</strong> - Seorang pemuda berinisial I, yang diduga hendak mencuri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .