UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 29 November 2017 13:02
Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris
IDENTITAS. Inilah KTP dan Paspor milik Nurul Hadi, yang kini sedang ditahan Polda Kalbar dan Densus 88. Ia diduga terkait aksi terorisme. Polisi for RK

PROKAL.CO, SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio Pontianak telah sampai ke telinga keluarganya di Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas. Sang Ibunda, Asna, yakin anaknya bukan teroris.

“Saya melahirkannya, membesarkannya, berkeyakinan bahwa anak saya ini bukan teroris. Saya mengenal sosok kepribadian anak saya, tidak seperti yang dituduhkan," tutur Asna, ditemui di kediamannya, Selasa (28/11).

Dilansir Rakyat Kalbar, Nurul, menurut perempuan berusia 60 tahun itu, pada Sabtu (25/11), pulang ke Sekuduk. Bersilaturahmi dengan keluarga. “Tiga hari yang lalu, dia balik kampung menemui saya, karena merasa kangen sama keluarga, karena Nurul saat ini sudah tinggal di Kubu Raya," ungkapnya.

Selama ini, dikatakannya, Nurul taat menjalankan ajaran agama. Ramah dan baik dalam tutur kata dengan orangtuanya serta kawan sepermainannya waktu kecil di Sekuduk. “Bisa tanya orang sini atau ke temannya, jangankan mengarah ke (perbuatan,red) terorisme, ngomong kasar atau berkelahi tidak pernah," beber Asna.

Sampai berita ini diturunkan, Asna belum dikabari pihak-pihak yang menangkap anaknya. Yang pasti, ia berharap tuduhan bahwa Nurul terlibat terorisme tidak terbukti.  "Pihak berwenang, saya harapkan menginformasikan kepada keluarga terkait keberadaan Nurul, kita minta keadilan. Saya selaku orangtua berharap semua ini tidak benar dan Nurul segera dibebaskan," ujarnya.

Penuturan Asna ini diperkuat beberapa kesaksian sejumlah teman Nurul. Warga Desa Sekuduk, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Heri Jusman juga tak percaya dengan tuduhan terhadap Nurul. "Menurut saya, saudara Nurul sosok yang ramah, sosok yang bersahabat dengan warga dan teman-teman,” terangnya.

Terakhir kali ia bertemu Nurul pada Idul Fitri 2017. Heri enggan menanggapi dugaan teroris yang disematkan kepada Nurul.  “Karena bukan kapasitas saya menilai hal itu, namun sebagai sahabat dan tetangganya, saya melihat Beliau orang yang sangat baik dan ramah dengan sesama," ungkapnya.

Senada, Ahmad Hapsak Setiawan. Mantan Legislator Kabupaten Sambas ini pernah tinggal bersama Nurul saat mengenyam pendidikan di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Terakhir kali Ahmad berjumpa dengan Nurul pada tahun 2014.

 “Bertemu Beliau membahas permasalahan bisnis, dia sempat menawarkan perumahan kepada saya di Jalan Ahmad Yani 2 Pontianak,” tuturnya.  Ia akrab dengan Nurul semasa mereka kuliah. Menurut dia, Nurul bukan pribadi yang arogan. Justru cenderung lemah lembut.

“Beliau sangat aktif di banyak organisasi, seperti BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Untan, Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), LIRA, dan lain-lain,” ungkap Ahmad. Imbuh dia, “Beliau juga salah satu pendiri Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), selalu dekat dengan juniornya mahasiswa asal Sambas".

Mantan Ketua KMKS, Eko Sanjaya mengatakan, Nurul merupakan senior yang bersahabat dan terbuka. "Selama yang saya kenal merupakan sosok yang sangat bersahabat dan terbuka. Senior satu kampus yang telah memberikan semangat dalam menjalankan dan mengurus organisasi mahasiswa," terangnya.

Mantan Presiden Mahasiswa Untan Pontianak, Galih Usmawan, yang pernah bersama-sama Nurul berorganisasi menyebut Nurul orang yang supel dan pergaulannya luas. Sosok mahasiswa yang mandiri dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.   “Saya sungguh tak menyangka terhadap kejadian tersebut, terakhir Beliau berkomunikasi dengan saya sekitar setahun lalu. Saat itu, kami hanya membicarakan persoalan bisnis kavling tanah dan properti yang beliau jalankan, semoga NH dan keluarganya diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian ini," tuturnya.

Kawan baik Nurul lainnya, Rusdin, pun memberikan tanggapan positif terhadap sahabatnya itu. Pria asal Kecamatan Sajingan, Sambas, tersebut mengenal Nurul sebagai seorang sahabat dan senior yang baik.  “Baik itu saat kuliah di Pontianak maupun sesudahnya. Pascakuliah, yang saya tahu bahwa dia menjadi seorang pebisnis, dia sering menawarkan tanah dan perumahan di Pontianak," terangnya.

Demikian pula penuturan pemuda asal tebas, Azman. Ia yakin Nurul bukan seorang teroris. "Dia senior aktivis kedaerahan mahasiswa Kabupaten Sambas, kita memandangnya sebagai seorang panutan mahasiswa dari Sambas.  Dulu pernah berjumpa sekitar tahun 2016 silam, kami hanya bercerita tentang seputar usahanya saja seperti kavling tanah dan perumahan,” paparnya. Itu sebabnya, Azman mengaku sangat terkejut membaca pemberitaan di media-media massa. “Dan tidak yakin dengan hal tersebut," sambungnya.

Yuliansyah, yang juga pernah serumah dengan Nurul, menyebut  Nurul pribadi yang sangat menyenangkan. Terakhir kali dia bersua Nurul setahun yang lalu.   “Setelah salat Jumat dan langsung saya ajak ke rumah, kami membicarakan seputar bisnis. Beliau menawarkan penjualan aspal serta perumahan dan tanah kavlingan. Sehingga, saya mengenalnya sebagai seorang entrepreneur," terangnya.

Amiruddin, mantan Ketua Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS), menghormati proses hukum yang dilakukan Densus 88 terhadap Nurul yang merupakan salah seorang pendiri KMKS. Namun ia juga meminta Densus 88 dan aparat kepolisian bekerja profesional dan transparan.

 “Dalam penangkapan saudara Nurul sebagai terduga teroris, apabila memang didapati saudara Nurul tidak terlibat terorisme, maka kami mengharapkan untuk segera dikembalikan ke keluarganya," pinta Ketua KMKS pertama ini.

Menangapi hal ini, Waka Polres Sambas, Kompol Jovan R. Sumual mengatakan, berdasarkan KTP dan paspor, Nurul benar merupakan warga Desa Sekuduk, Kecamatan sejangkung, Kabupaten Sambas. "Informasi yang kami dapatkan, bahwa yang bersangkutan sudah lama tinggal di kota Pontianak. Untuk hal-hal mengenai penangkapan oleh Densus 88, nanti akan diberikan informasi dari Densus 88 langsung," terangnya.

Dikatakannya, upaya mencegah radikalisme di Sambas telah dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah, instansi lintassektoral, dan tokoh masyarakat. "Kita selalu melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan antiradikalisme, untuk kemajuan bangsa dan Sambas," tegas Jovan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sambas tak menyangka salah seorang warganya dinyatakan sebagai terduga teroris. Wakil Bupati (Wabup) Hairiah merasa terkejut.   “Lantaran di Sekuduk masyarakatnya damai, aman, kondusif, kehidupan masyarakatnya pun ya biasa-biasa saja. Tiba-tiba muncul nama warga dari Sekuduk, ini kan mengagetkan," terangnya.

Imbuh Hairiah, "Namun, kita belum mengetahui alasan kepolisian menangkap, kita akan menunggu dari proses hukum dari kepolisian nantinya baru diketahui penyebab kasusnya".

Ia meyakini aparat berwenang bekerja professional. Meski begitu, Hairiah akan terus memantau proses hukum terhadap warganya itu. Hal ini untuk menjamin proses hukum tersebut berjalan sesuai perundang-undangan. "Saat diidentifikasikan sebagai teroris, terduga juga berhak untuk mendapatkan pendampingan pengacara atau pendampingan hukum," pungkas Hairiah.

Hanya saja, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya berpendapat, adanya dugaan teroris di Kabupaten Sambas harus ditangkal bersama-sama. Supaya tidak ada radikalisme di Kalbar. "Kalau orang luar kita harus jaga supaya dia tidak masuk kampung kita. Saya belum dapat info itu warga kita, karena lagi tugas di luar kota, bagaimanapun harus dicek dulu kebenarannya," tuturnya kepada Rakyat Kalbar via seluler, Selasa (28/11).

Ia mengimbau anggota keluarga Nurul memberikan pendampingan. Selanjutnya, ia berharap aparat dan pemerintah daerah bisa bekerja sama menangani hal ini. "Kita percaya kepada jajaran Polda Kalbar dan Densus 88. Kita semua wajib mendukung aparat," tegas Christiandy. (Sairi, Ambrosius Junius, Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:18

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual

SAMBAS- Sepanjang 2017 ini, angka peradilan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum mengalami penurunan…

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .