UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 29 November 2017 12:56
YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi
DPO. Kanit Reskrim Polsekta Pontianak Utara, Tarmiji, menunjukkan Surat Keterangan kepolisian yang menyatakan bahwa Paryadi ditetapkan sebagai DPO sejak 24 November 2017, di kantornya, Selasa (28/11). Achmad Mundzirin-Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak periode 2008-2013, Paryadi, ditetapkan sebagai buronan. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus penipuan. Tercatat di Polsek Pontianak Utara, bahwa Paryadi  masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 24 November lalu. Sebelumnya, ia dipanggil polisi sebanyak tiga kali sebagai tersangka, namun tak kunjung datang. Ketika hendak dilakukan penangkapan pun, dirinya tidak berada di rumah maupun di rumah mertuanya.

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, Kepala Polsek Pontianak Utara, Kompol Ridho Hidayat, melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Tarmiji menjelaskan, Paryadi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp286 juta. Korbannya bernama Haji Tohir.

“Kasus ini terjadi pada tahun 2015 lalu, kwitansi pembelian tanah sudah ditandatangani, tapi tersangka tidak kunjung membayar," beber Tarmiji. Bermula dari pembelian tanah untuk menimbun lahan pembangunan Ruko di komplek Pasar Kemuning. Kepada H.Tohir, Paryadi meminta tanah yang dimilikinya itu untuk ditimbun. Tanah yang diminta datang, namun pembayaran tidak kunjung dilakukan.

Dari keterangan korban, lanjut Tarmiji, sebelum kasus diadukan maupun dilaporkan, sempat berlangsung mediasi antara dirinya dengan Paryadi. Korban dijanjikan sebidang tanah di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara. Korban percaya bahwa itu milik Paryadi.

 “Tanah yang diberikan Paryadi itu pun, lalu diurus dan diolah seperti tanah sendiri oleh H. Tohir. Tiba-tiba, pemilik aslinya datang, dan ternyata bukan Paryadi pemiliknya, " ungkapnya. “Jadi pemilik aslinya itu ada, dan menunjukkan surat kepemilikan,” sambung Tarmiji.

Karena Tohir merasa ditipu, akhirnya Paryadi pun dilaporkan ke Polsek Pontianak Utara. “Pengaduannya kami proses, saat itu Paryadi kami undang. Di undangan pertama dan kedua tidak datang, undangan ketiga datang sebagai terlapor," terangnya. Dari pemeriksaan saksi serta gelar perkara, status kasus yang tadinya pengaduan dinaikkan menjadi laporan. “Paryadi kita tetapkan sebagai tersangka,” beber Tarmiji.

Dalam status barunya itu, Paryadi dipanggil hingga tiga kali. Tapi, tak kunjung memenuhi. Akhirnya, Polsek Pontianak Utara mencoba menjemput paksa Paryadi.   “Ada dua rumah yang kita datangi untuk mencari tersangka, namun tersangka tidak ada. Bahkan penggeledahan juga sudah kita lakukan, tetapi tersangka juga tidak ada,” ungkapnya.

Imbuh Tarmiji, “Pada 20 November lalu dilakukan pencarian di kediamannya, Komplek Griya Rafleshia, dan di rumah mertuanya di Jalan Sepakat 2, Pontianak Tenggara, namun yang bersangkutan tidak ditemukan”.

Akibatnya, lanjut dia, Paryadi dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias jadi buronan. Surat keterangan DPO yang diterbitkan disebar ke seluruh Polsek di Kalbar.   “Maka aktivitas tersangka menjadi terbatas," terang Tarmiji.

Ia meminta tersangka untuk menyerahkan diri. Pun mengimbau keluarganya untuk menyerahkan Paryadi demi menjalani proses hukum lebih lanjut.  Rakyat Kalbar berusaha mengkonfirmasi Paryadi dengan menghubungi selulernya. Namun, nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif. Ketika dikonformasi melalui pesan WhatsApp, hanya terlihat satu tanda centang yang berarti handphone Paryadi tidak aktif. Kediamannya di Jalan Sepakat juga dalam keadaan kosong.

Menurut pengakuan tetangganya di Sepakat, Yoga, rumah itu kosong sejak tiga bulan lalu. Yoga sendiri baru pindah tiga bulan yang lalu.   “Hanya sesekali saja seseorang datang, untuk menghidupkan dan mematikan lampu. Rumahnya itu kosong baik saat siang maupun malam,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, rumah berlantai dua itu sudah dijual. Penelusuran keberadaan Paryadi kembali dilakukan ke kediaman mertuanya yang tak jauh dari rumah Paryadi (Jalan Sepakat II,red). Namun, orang yang ditemui mengatakan, Paryadi tidak ada.  (Achmad Mundzirin/rk0

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 11:11

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

KUBU RAYA- Mengantisipasi penyakit pernafasan yang diakibatkan kabut asap yang semakin tebal di wilayah…

Rabu, 21 Februari 2018 11:08

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

JAKARTA- Kalbar menjadi satu daerah di Indonesia yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2018. Selain…

Rabu, 21 Februari 2018 11:06

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

PONTIANAK- Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mengakibatkan kabut asap. Langkah tegas pun…

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .