UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 29 November 2017 12:08
MEMBAHAYAKAN..! Ada Pangkalan Pasir di Bawah Jembatan Kapuas II
GUNAKAN FASUM. Satu unit excavator terparkir di bawah Jembatan Kapuas II, Rabu (22/11). Alat berat ini yang biasanya digunakan untuk mengeruk pasir dalam proses bongkar muat--Ambrosius Junius/RK

PROKAL.CO, SUNGAI RAYA- Pembangunan di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya saat ini sedang gencar. Sudah pasti kebutuhan pasir sebagai salah satu bahan material ikut meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, maka para pelaku usaha berlomba-lomba membangun pangkalan pasir.

Laporan Rakyat Kalbar, banyak ditemukan pangkalan pasir di pinggiran Sungai Kapuas. Sah-sah saja bila pangkalan pasir dibangun di lahan pribadi. Namun, tidak wajar bila pangkalan pasir berada di bawah fasilitas umum (fasum). Seperti di Jalan Alianyang, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Tepat di bawah Jembatan Kapuas (JK) II, tepian Sungai Kapuas, terdapat aktivitas bongkar muat pasir yang diduga merupakan perusahaan pangkalan penjualan pasir.

Satu unit excavator warna oranye terparkir di sana. Pemandangan lain, ada fasilitas umum atau bagian dari bangunan JK II yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk stay. Diduga itu kantor marketing pangkalan pasir tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kubu Raya (KKR), Lugito Suharno menegaskan tidak pernah memberi izin terkait keberadaan dan operasional pangkalan pasir di bawah JK II.  “Hingga saat ini, kami tidak pernah mengeluarkan izin operasional tersebut,” tegas Lugito, belum lama ini.

Ia menambahkan, pihaknya belum bisa mengatakan aktivitas bongkar muat pasir di bawah JK II tersebut ilegal atau tidak. Sebab sampai saat ini, pihaknya hanya mengeluarkan izin pelabuhan untuk kepentingan sendiri.

 “Kalau lokasi yang disebutkan itu, tidak termasuk yang dilimpahkan ke kami. Bisa jadi (urus perizinan) ke provinsi ataupun Dinas Perhubungan Kubu Raya,” ungkap Lugito. Secara keseluruhan, Lugito menyatakan, pihaknya hanya bisa memantau segala perizinan yang ada di KKR secara berjenjang. “Tetapi kami tidak terlepas dari koordiansi dengan pihak instasi lain, baik Provinsi maupun Dinas Perhubungan Kubu Raya. Yang jelas lokasi (JK II) tersebut pihak kami tidak ada mengeluarkan izin,” ucapnya.

Dengan adanya dugaan ini, lanjut Lugito, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Jika lokasi tersebut diserahkan ke pihaknya untuk menangani, maka akan dilakukan tindakan. “Lihat nanti. Apakah dilakukan pemberhetian atau pun yang lain sebagainya. Tunggu pelimpahan pihak terkait lainnya,” tegas dia.

Ia menambahkan, seperti pelabuhan di Kecamatan Sungai Kakap yang perizinannya diterbitkan pemerintah pusat. Namun, untuk pengawasannya diserahkan ke DPMPTSP KKR. “Baik lokasinya maupun aktivitasnya. Makanya kami akan lihat, sejauh mana proses perizinannya (di lokasi JK II),” janjinya.

(Ambrosius Junius dan Syamsul Arifin/rk)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 12:38

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

KUBU RAYA- Bandara Internasional Supadio saat ini namanya telah berubah. Jika sebelumnya melekat nama…

Senin, 08 Januari 2018 11:54

Midji-Norsan Duluan Daftar, Milton-Boyman Menyusul

PONTIANAK- Ketua KPU Kalimantan Barat, Umi Rifdiyawati mengatakan, berdasarkan surat resmi dari tim…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:03

Ini Dia, Pihak yang Akan Awasi Pilkada Menyimpang

 Jelang pilkada serentak 2018 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar akan memantau…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:56

KRI Ini Perkuat Pengamanan Laut wilayah Barat

PONTIANAK- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631 telah bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak,…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:29
Indeks Kerawanan Pemilu, Early Warning Buat Kalbar

Masuk Lima Besar Rawan Persoalan Hoax dan SARA

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu Bawaslu RI merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan menempatkan Kalbar…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:15

Ratusan Sopir Taksi Online dan Konvensional Nyaris Bentrok

PONTIANAK- Ratusan sopir taksi online (Grab dan Go-Car) nyaris baku hantam dengan beberapa sopir taksi…

Sabtu, 23 Desember 2017 13:55

Pengungsi Afganistan Minta Dideportasi ke Australia

Salah seorang pencari suaka asal Afganistan, Habibullah mengucapkan terima kasih dengan warga Indonesia…

Sabtu, 23 Desember 2017 13:54

Pengungsi dan Pencari Suaka Penuhi Rudenim Pontianak

Sepanjang 2017, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalbar telah melakukan pendetensian,…

Senin, 18 Desember 2017 10:57

Catat! Kapolda Mau Zero Ilegal dan Zero Pelanggaran

PONTIANAK- Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menggelorakan program 100 hari kerja tahap pertama…

Senin, 18 Desember 2017 10:54

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen Negara

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Satuan Reskrim Polresta Pontianak membongkar sindikat pembuatan…

BANYAK..!! Ada 4.236 Temuan dan 9.649 Rekomendasi

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

Setelah STIKES, Kini Pengurus Yarsi Laporkan Mantan Dosen

Bripda Enisepa Agatha, Polwan Pertama Membawa Anjing Pelacak Bahan Peledak

Pelacakan Bahan Peledak, Anjing dan Pawangnya Sudah 90 Persen Mati
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .