UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Selasa, 21 November 2017 12:55
Diduga Hasil Pembalakan Liar, Mabes Polri Amankan Ratusan Kubik Kayu
HASIL PENGGEREBEKAN. Ratusan kayu dan beberapa unit kendaraan angkut yang diamankan Tim Tipidter Bareskrim Polri di Jalan Trans Kalimantan, Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (19/11). Ambrosius Junius-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek gudang penampungan kayu, Jumat (17/11) sekitar pukul 13.45  WIB di Jalan Trans Kalimantan KM 21,  Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Ratusan kubik berbagai jenis kayu yang disita petugas merupakan diduga hasil pembalakan liar hutan di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang.

Diberitakan Rakyat Kalbar, tempat penampungan kayu tersebut hanya sekitar 30 meter dari jalan raya. Sekilas tidak nampak memang, karena terletak di belakang rumah warga. Jalan masuk ke gudang itu ditimbun tanah kuning.

Ratusan kubik kayu tersusun menumpuk tinggi. Beberapa truk dan kontainer bermuatan kayu telah dipasang garis polisi.  Penggerebekan gudang milik Akong ini dipimpin langsung oleh Dir Bareskrim Mabes Polri. Sekitar 10 anggota Bareskrim Mabes Polri di backup empat orang dari Brimob dan empat Polsek Ambawang.

Barang bukti di Ambawang yang diamankan berupa kayu sekitar 265 meter kubik bengkirai dan durian. Petugas juga mengamankan dua unit kontainer 20 yang disita di bundaran Ambawang dalam perjalanan menuju pelabuhan dan 8 unit truk. Petugas juga ada mengamankan sebanyak 65 meter kubik kayu di sawmill Sandai.

Menurut Kasubdit III Tipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Irsan, praktik ilegal loging ini hanya menggunakan dokumen angkutan. Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) yang dimiliki tidak sesuai ketentuan, sehingga asul-asul kayu tersebut tidak jelas. "IPK yang dimiliki tidak sesuai, artinya barang-barang (kayu) ini asalnya dari mana-mana saja, atau dari tempat mana mereka terima," katanya kepada wartawan saat di gudang penyimpanan kayu, Minggu (19/11) sore.

Setelah menggerebek gudang milik Akong, tim bergerak menuju Sandai, Kabupaten Ketapang. Di sini, petugas mengamankan seseorang berinisial A yang mengeluarkan dokumen tersebut. Saat ini A masih di Polsek Ambawang untuk menjalani pemeriksaan. "Satu orang berinisial A yang sudah tetapkan sekarang sedang pemeriksaan di Polsek Ambawang. Masih ada tersangka lain yang sedang kita kembangkan," ujar Irsan

Kayu-kayu berbentuk persegi ini rencananya akan di kirim ke Pulau Jawa. Dari daerah asalnya, ditampung tempat penyimpan di Sungai Ambawang. Kayu-kayu dimuat dalam Kontainer, kemudian diangkut menuju pelabuhan. "Tadi sore, Minggu (19/11)  kami melakukan status quo di pelabuhan Pontianak. Ada beberapa Kontainer kami police line, karena berasal dari sini juga," bebernya.

Kapasitas pengiriman 15 - 20 truk atau sekitar 200 meter kubik dikirim ke Jakarta atau ke Jawa Timur. Sesuai dengan Nota Angkutan, menggunakan kontainer pelabuhan peti kemas. "Kami persangkakan dengan pasal 88 junto pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman hukuman  sampai 15 tahun," tegasnya.

Dijelaskannya, kegiatan mengangkut kayu-kayu dari Kalbar ke Pulau Jawa tersebut sudah berlangsung selama delapan bulan menggunakan surat dokumen angkutan. Kendati  dokumen angkutannya asli, seharusnya kayu diangkut tersebut berasal dari IPK-nya. "Dokumen pengiriman udah betul, tidak palsu, cuman asal usulnya (kayu) ngak betul, kayu ini bisa saja berasal dari hutan lindung, hutan Hak atau dari masyarakat sendiri. Hasil pembalakan liar," terangnya.

Saat ditanya wartawan terkait seberapa marak praktik pembalakan liar ini sehingga Tim Tipidter Bareskrim Polri turun langsung ke Kalbar, dijelaskan Irsan kasus ini merupakan sesuatu yang sangat spesifik. Sebab saat petugas-petugas melakukan pengecekan terhadap kendaraan pengangkut tersebut sepertinya sah dan dilengkapi dokumen (angkut). "Tetapi apabila kita lihat dari asal kayu itu bukan dari IPK mereka, ini dari pembalakan liar," pungkasnya.  (Ambrosius Junius/rk)


BACA JUGA

Selasa, 13 Februari 2018 10:30

GILE CING..!! Sudah Tujuh Kali Dipenjara, Kucing Tak Jera Mencuri

PONTIANAK- Rudi Hartono alias Kucing, tidak berkutik ketika ditangkap polisi di Terminal Kampung Bali,…

Selasa, 13 Februari 2018 10:19

Lagi-Lagi Sayur Malaysia Disita Polisi

PONTIANAK- Sebanyak 250 kotak wortel, kentang dan sawi putih ilegal dari Malaysia disita anggota Jatanras…

Selasa, 13 Februari 2018 10:18
Operasi Panah Kapuas 2018

JOSS..!! Polisi Ciduk 258 Tersangka, 21 Penjahat Kakinya Jebol Ditembak

PONTIANAK- Pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian biasa…

Selasa, 13 Februari 2018 10:08

Tiga Pasangan Calon Pilwako Pontianak Semua dari Jalur Parpol

PONTIANAK- Satarudin-Alfian Aminardi, Edi Rusdi Kamtono-Bahasan, serta Adrianto-Yandi ditetapkan sebagai…

Jumat, 09 Februari 2018 11:02
Jelang Imlek, Pembuat Kue Keranjang Banjir Orderan

Bahan Baku Sulit Didapat, Mahal, Omzet pun Menurun

Jelang perayaan tahun baru Imlek, pembuat kue keranjang kebanjiran pesanan. Tidak seperti sebelum-sebelumnya,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:45

Dorrr! Jambret Kambuhan Ditembak

PONTIANAK- Pelarian Hendra berakhir. Pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias jambret ini akhirnya…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:49

GILAAA..!!! 5 Ton Arak Disita Polisi

PONTIANAK- Rumah produksi minuman keras jenis arak putih di Jalan Meranti, Kecamatan Pontianak Kota…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:04

BKSDA Evakuasi Elang Bondol

PONTIANAK- Petugas dari gugus tugas Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar BKSDA Kalbar mengevakuasi seekor…

Senin, 29 Januari 2018 11:23

BOCOR..!! Speedboat Ini Nekat Berlayar

PONTIANAK- Speedboat Indo Kapuas yang berangkat dari Pelabuhan Kapuas Indah, Kota Pontianak tujuan Sukadana,…

Sabtu, 27 Januari 2018 11:59

Bobol Gudang, Maling Ditembak Polisi

PONTIANAK- Gudang besi dan mesin milik PT NSF Pontianak yang berada di tepian Sungai Kapuas di Siantan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .