UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 15 November 2017 16:18
Personel TNI AU Bikin Tanggul, Penerbangan Sementara Normal
TANGGUL DADAKAN. Ratusan prajurit TNI AU sejak Minggu (12/11) pagi hingga Senin (13/11) siang, membuat tanggul dadakan untuk menahan air di sepanjang runway Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya. Bantalan ini terbuat dari pasir yang dimasukkan ke karung-karung. Humas Lanud Supadio for Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, PONTIANAK- Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio punya andil besar menangani banjir yang melanda runway Bandar Udara (Bandara) Supadio. Kini, aktivitas landing-take off pesawat terbang di sana kembali berlangsung.

Ratusan prajurit, sejak Minggu (12/11) pagi hingga Senin (13/11) lalu, dengan dikoordinir Kepala Seksi Fasilitas dan Instalasi (Fasint) Lanud Supadio, Letkol Sus Andi Wijaya, membuat bantalan penahan air di sepanjang runway. Bantalan ini terbuat dari pasir yang dimasukkan ke karung-karung.  “Kita kerahkan kekuatan maksimal, dalam upaya mendukung instansi terkait,” tutur Komandan Lanud (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo, SIP, dalam rilis yang dikirim Humas-nya, tadi malam (13/11).

Diberitakan Rakyat Kalbar, pemasangan tanggul pasir di sisi runway merupakan upaya jangka pendek agar penerbangan sipil di Bandara Supadio bisa beroperasi lagi. “Dengan adanya tanggul penahan air ini, maka sejak pagi, penerbangan sipil di Bandara Supadio bisa kembali normal,” paparnya. Ia menjelaskan, Lanud Supadio aktif memantau semua kejadian di sekitar Bandara. Personel Lanud Supadio juga hadir dalam rapat koordinasi penanganan banjir di runway, pada Senin (13/11) pagi. Rakor tersebut dihadiri perwakilan PT Angkasa Pura II, SAR, BNPB, Pemkab Kubu Raya,  Balai Irigasi, konsultan dan kontraktor, serta tokoh masyarakat.

 “Kami menyarankan, agar kedepannya ada perbaikan saluran primer pada Parit Keramat, Parit Jepang, dan Parit Gertak Kuning. Hal ini sangat penting, agar tidak terjadi lagi luapan air dari drianase,” pinta Minggit. Selain membuat tanggul penahan air di sisi runway, personel Lanud Supadio juga ikut menyedot air, terutama di runway 33. Kemudian pembersihan gulma di saluran utama, normalisasi saluran primer, dan revitalisasi saluran sekitar runway.

 “Penyedotan dilakukan dengan 13 selang dan pompa. Hasilnya, sejak pagi ada penurunan muka air yang berkisar 3-5 centimeter. Untuk itu, kita terus memantau perkembangannya,” pungkasnya. Seperti diketahui, Bandara Internasional Supadio, sejak Minggu (12/11) menutup semua penerbangan dari-menuju Pontianak. Hal ini disebabkan landasan pacu tergenang air sepanjang ratusan meter. Kabarnya, 90 penerbangan pada hari itu dibatalkan.

Kembali normalnya aktivitas Bandara dibenarkan salah seorang warga Kalbar, Dian Kartika Sari. Ia dihubungi via seluler kemarin (13/11). “Alhamdulillah, pagi saya bisa terbang ke Jakarta menggunakan,” ungkapnya.

Dian menambahkan, keberangkatan sesuai jadwal perubahan sekedul yang diberikan pihak maskapai pada Minggu (12/11). “Kami menunggu tidak terlalu lama. Normal lah, tak seperti yang hari Minggu, sampai sore menunggunya,” terang dia. Warga lainnya, Rinto, mendapat kabar bahwa runway-nya masih tergenang air. “Tapi sepertinya tak pengaruh dengan penerbangan. Kalau yang kemarin memang mengesalkan, tapi mau diapain lagi,” ungkapnya, kala sedang menunggu pengumuman boarding pesawat tujuan Surabaya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kubu Raya, Kus Agus Sarwanto memimpin langsung operasi pembersihan saluran di Gertak Kuning dan Parit Jepang di sekitar kawasan Bandara Internasional Supadio di Kubu Raya, Senin (13/11).

Kus mengungkapkan, sejauh ini seluruh saluran yang ada di wilayah otoritas Pemerintah Kubu Raya lancar. Meskipun demikian, Dinas PUPR Kubu Raya tetap melakukan pembersihan dan pengangkatan sampah yang ada di saluran.  Menurutnya, saluran yang ada baik di Gertak Kuning dan Parit Jepang tersambung langsung dengan drainase di areal otoritas Bandara Internasional Supadio. Ironisnya, petugas kebersihan dari pemerintah tidak dapat menjangkau untuk melakukan normalisasi parit.

"Petugas kita sudah beberapa kali ingin melakukan normalisasi dan kebersihan parit sampai ke dalam, tapi kan kita tidak boleh masuk. Karena penyumbatan parit yang ada di wilayah otoritas Bandara Internasional Supadio, sehingga berdampak terhadap genangan air. Tidak hanya di bandara saja, tetapi juga di pemukiman warga," ujar Kus didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air, Abu Sufyandi.

Dalam kesempatan itu, Kus mengharapkan agar ke depan ada kerja sama yang saling terintegrasi, baik antara otoritas Bandara Internasional Supadio maupun Pemerintah Kubu Raya. “Langkah itu penting agar bisa bersama-sama menjaga kebersihan saluran dengan masyarakat sekitar,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kubu Raya, Suharso, SIP mengatakan, baru kali ini di Bandara Internasional Supadio mengalami banjir sehingga tidak bisa beroperasi sama sekali.  “Memang ini faktor alam. Tetapi kita lihat drainasenya itu hanya satu yang berfungsi menuju sungai. Makanya itu harus diperhatikan,” ucapnya.

Bahkan, legislator Partai Golkar ini menambahkan, dulu masyarakat pernah melakukan demo, lantaran beberapa drainase ditutup sehingga pemukiman warga mengalami banjir. “Itu harus dicarikan solusinya. Tapi ada sebagian yang masih ditangani provinsi, pihak Kubu Raya harus berkoordinasi agar semua drainase bisa dinormalisasi,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Kubu Raya ini.

Terpisah, seorang warga Gertak Kuning, Andi menuturkan, kejadian banjir tersebut karena penyumbatan saluran utama parit di areal otoritas Bandara Internasional Supadio. “Sejak dahulu warga sering demo ke Bandara. Satu tuntutannya agar saluran air parit lancar sehingga pemukiman warga tidak ikut terendam banjir. Karena saluran utama air di sini adalah di Gertak Kuning dan Parit Jepang. Kalau kita masuk mau bersihkan parit kan tidak bisa," keluhnya. (Syamsul Arifin/rk)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 10:50
Edukasi Pasar Modal untuk Mengubah Paradigma

Masyarakat Penabung Jadi Masyarakat Investor

 PONTIANAK-  Di jaman now ini, anak muda merupakan pilar peradaban.…

Senin, 10 Desember 2018 10:38

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polisi Antisipasi Kejahatan Jalanan

PONTIANAK- Jelang Natal dan tahun baru, Kapolresta meminta anggotanya agar…

Senin, 10 Desember 2018 10:36

HATI-HATI..!! Ada Ratusan Jenis Kosmetik Ilegal Beredar di Pontianak

PONTIANAK- Sebanyak 148 jenis produk kosmetik tanpa izin edar diamankan…

Senin, 10 Desember 2018 06:00
Pelantikan Pengurus DPP dan Deklarasi Pemilu Damai

TEGAS..!! Sikap Politik Pemuda Dayak Independen

PONTIANAK- Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Dayak Kalbar periode…

Jumat, 07 Desember 2018 08:27

Terkendala Hal Ini, Penertiban APK Belum Maksimal

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, satu persatu Alat Peraga Kampanye (APK)…

Kamis, 06 Desember 2018 11:02

Penjual Arak Dibekuk, Cuma Dibina

PONTIANAK- HRS, hanya bisa pasrah saat kediamannya di geledah oleh…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:57

MUSIBAH..!! Gudang Barang Bekas di Pal 5 Hangus

PONTIANAK- Rakyat Kalbar memberitakan, gudang penampungan barang bekas di Jalan…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:55

Pomdam Bekuk Prajurit Pemberontak

PONTIANAK-  Seorang oknum prajurit yang bergabung dengan pemberontak, diamankan Polisi…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:52

Tiga Hari Dicari, Rudi Ditemukan di Sungai Kapuas, Begini Kondisinya…

PONTIANAK- Rudi, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu…

Sabtu, 01 Desember 2018 12:50

ASTAGA..!! Tunjangan Khusus Guru Tidak Sesuai Kenyataan

PONTIANAK-  Tunjangan khusus guru terus menjadi polemik. Pasalnya, ada guru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .