UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 15 November 2017 16:08
Warga Camar Bulan Konsumsi Beras Malaysia

PROKAL.CO, PALOH- Surplus beras di Kalbar tampaknya tak dirasakan oleh seluruh wilayah provinsi ini. Buktinya, di daerah ini warganya malah bergantung pada beras Negara tetangga, Malaysia. Nama daerah itu adalah Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Gustian membenarkan hal itu.

"Kami ini tidak ada petani beras, hanya ada petani kebun saja," kata Gustian kepada sejumlah awak media belum lama ini. Pihaknya telah melapor kepada Pemkab Sambas. Nnamun sampai saat ini belum ada tindakan. Alasannya bentrok dengan kawasan, karena pada umumnya hutan di Temajuk ini masih dalam status Hutan Produksi (HP).

Sebetulnya, di wilayah Temajuk sudah ada lahan dengan luas 1.700 hektar di Desa Camar Bulan. Hanya saja belum bisa digunakan, karena masih berbentuk hutan belantara. Gustian menuturkan, masyarakat membutuhkan peran serta pemerintah untuk melakukan cetak lahan. Minimal dibidang pengairan dan pengelolaan lahan.

"Sementara ini yang kami coba lakukan dengan bentuk sawah, itupun masih sedikit sekitar lima hektar tapi itu tidak cukup. Lucunya lagi alat penggiling gabah itu ada, cuma tak bisa dipakai karena bahannya tidak ada.  Kalau Temajok ini mau puluhan ton per tahun artinya perlu lokasi yang steril," tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan beras sehari-hari, masyarakat Temajuk memilih belanja ke Malaysia. Karena akses ke sana lebih dekat dibanding harus menempuh perjalanan ke Kota Sambas. "Kebanyakan beras yang kami dapatkan berasal dari Malaysia, jadi habis hari ini kami beli ke sana. Jadi tidak ada untuk penimbunan," ungkapnya.

Gustian berharap, kepada pemerintah untuk dapat lebih membuka mata dan cepat merealisasikan keinginan masyarakat."Kami masyarakat kan tidak mau tiap tahun harus berurusan dengan Malaysia. Sumber daya manusia kami di sini sudah siap," tegas dia. Berdasarkan catatan yang dimilikinya, yang sudah dilaporkan secara resmi berjumlah 11 Poktan. 5 di bidang pertanian, 6 hortikultura, termasuk karet dan lada. Jumlah rata-rata 25 orang per kelompok.

Sedangkan Suhaimi Camat Paloh, mengaku tidak mengetahui informasi mengenai persoalan beras yang sedang dirasakan oleh masyarakat Temajuk. "Dengan adanya informasi ini, saya merasa memang harus ditangani, karena wilayah Camar Bulan ini kan termasuk dalam bagian kecamatan Paloh," katanya.

Suhaimi mengatakan, ada satu desa di Kecamatan Paloh yakni Desa Matang Danau yang menjadi wilayah surplus beras yang sudah dijadikan Pemprov sebagai desa penghubung beras. "Masih di wilayah yang sama, dan di sana itu surplus. Saya tidak tahu berapa ton, yang jelas ada lahan sembilan ratus hektare di sana," terang Suhaimi.

Namun diakui dia, akses jalan dari Camar Bulan menuju Matang Danau memakan waktu sekitar dua jam. "Saya pikir ini suatu masukan bagi kita, dan akan kita usahakan seluruh masyarakat di perbatasan bisa merasakan beras lokal," ucapnya.

Jumlah penduduk di Kecamatan Palaib saat ini kurang lebih 25.000 jiwa. Didominasi berprofesi sebagai nelayan dan petani kebun. Sementara itu, Kepala Desa Temajok Munziri mengakui masyarakat di wilayahnya berbelanja beras Malaysia. Sedangkan sebaliknya, masyarakat Temajuk menjual hasil bumi ke seberang. "Jadi kami jual hasil kebun untuk ditukar dengan beras," katanya.

Munziri meminta kepada pemerintah untuk dapat membuat usulan pembentukan lahan pertanian. Meskipun terbentur dengan status lahan, untuk kepentingan negara dan masyarakat yang berada di perbatasan ia meminta kepada seluruh pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk bisa menyediakan lahan tani.

Munziri menuturkan saat ini sudah ada wilayah yang dapat menyediakan lahan berkisar 3000 hektare di Desa Bayuwangi. "Ada sebagian yang sudah digarap oleh masyarakat. Nantinya, lahan tersebut akan digarap oleh desa dan akan diberikan kepada Masyarakat," ungkap dia. Setiap hari masyarakat membutuhkan 10 kilogram beras per kepala keluarga. Untuk itu ia berharap kepada Presiden Joko Widodo untuk menyediakan lahan tani di wilayah perbatasan. Pihaknya akhir tahun 2016 telah mengusulkan mengenai lahan tani ini kepada pemerintah kabupaten. Ada pula diusulkan melalui musyawarah dusun. Namun karena bertentangan dengan status HP tersebut Pemkab kurang merespon."Lahan itu sangat penting karena untuk kedepannya diharapkan tidak ada lagi beras bulog yang datang ke Temajuk, artinya mengurangi impor beras dari luar negeri, lahan yang ada harus digarap," tutur Munziri.

Sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo yang mengatakan negara hadir di tengah masyarakat, seharusnya juga ditunjukkan dengan rakyat yang harus merasakan beras dari negara sendiri. Hal tersebut dikatakan Bupati Sambas, Atbah Rohim Suhaili saat ditemui media usai pembukaan Festival Pesisir Paloh 2017. Atbah menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kalbar mengenai ketersediaan pupuk dan bibit. "Saya tidak tahu seperti apa laporan dari dinas pertanian karena belum ada, bibit sebenarnya sudah ada dipertanian tinggal nanti komunikasi masyarakat dengan dinas terkait," ungkap Atbah.

Sebagai Pemerintah Daerah dirinya mengaku sangat konsen untuk membantu masyarakat di perbatasan. Sebetulnya Pemda telah menyediakan lahan untuk diolah oleh masyarakat, hanya saja tinggal berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Camat setempat. "Sudah ada lahan di daerah hutan produksi yang boleh diolah. Insya Allah secepatnya," tegas dia.

Anggota DPR RI Erwin Lumban Tobing menturkan, seharusnya ada solusi yang dikeluarkan untuk meringankan beban masyarakat. Jika ada aturan mengenai impor dan ekspor barang seharusnya tidak untuk mempersulit masyarakat.

"Orang perlu makan, asalkan itu untuk memenuhi kebutuhan mereka saya tidak merasa keberatan, asal tidak untuk diperdagangkan kembali," ujarnya. Ia merasa hal itu lumrah, karena memang  belum bisa memenuhi seratus persen kebutuhan masyarakat setempat. Ia mengaku juga kurang percaya dengan kabar Kalbar ekspor beras.

"Saya juga agak sedikit heran, dengan kabar dari menteri pertanian bahwa Kalbar itu ekspor beras, betul tidak itu? Dimana disini ada penggilingan besar? Dimana surplusnya? Jual lagi ke Malaysia, harga di Malaysia itu berasnya berapa," tanya Erwin.

Menurutnya, seharus diteliti lagi apakah benar Kalbar surplus beras. Mengingat fakta di lapangan masih ada daerah yang membeli beras dari negara tetangga. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero mengatakan belum ada usulan dari Pemda mengenai hal ini. Karena program cetak sawah untuk menentukan lahan merupakan program nasional. "Kalau tidak ada usulan dari Pemda, Provinsi tidak bisa mengakomodir," jelasnya.

Ia meminta kepada Pemda untuk menyampaikan usulan terlebih dahulu. Kendati begitu, usulan juga tidak bisa serta merta dipenuhi. Untuk menentukan kesesuaian lahan pertanian harus melalui survei terlebih dahulu. "Jika tidak sesuai, agak susah. Ini kami perlu mendapat informasi lebih jauh, saya belum berani mengambil keputusan apakah lahannya sesuai atau tidak," kata Hero.

Mengenai surplus beras yang baru-baru ini dikabarkan, Hero menuturkan data tersebut berdasarkan data statistik. "Kita kan berbicara provinsi, ya bisa saja ada satu daerah yang belum surplus, seperti di Kota Pontianak gak mungkin bisa surplus karena lahannya tidak ada," pungkasnya.  (Rizka Nanda/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 14 Juli 2018 11:44
Dua Motor dan Truk Ekspedisi Tabrakan di Jalan Raya Sintang-Pontianak

Satu Sekarat, Satunya Lagi Bersama Malaikat Maut

SINTANG - Dua sepeda motor terlibat tabrakan dengan truk ekspedisi di Jalan Raya Sintang-Pontianak,…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:32

NEKAT..!! Jambret Polwan, Oknum PNS Rutan Mempawah Diciduk

MEMPAWAH- Siapa saja bisa menjadi korban kejahatan atau pelakunya. Seperti di Kabupaten Mempawah. Seorang…

Rabu, 04 Juli 2018 21:42
Warga Entikong Sampaikan Pernyataan Sikap

YESS..!! Warga di Sini Siap Dukung Kepala Daerah Terpilih

SANGGAU- Warga Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau siap mendukung siapapun yang terpilih pada Pilkada…

Rabu, 04 Juli 2018 21:40

Mantan Koruptor, Pelaku Pelecehan Seksual dan Narkoba Jangan Harap Bisa Nyaleg

SAMBAS- Mantan terpidana korupsi, pelecehan seksual dan bandar narkoba jangan harap bisa menjadi calon…

Rabu, 04 Juli 2018 21:28

Usai Makan Telur, 13 Orang Muntah-Muntah, Kenapa Ini..?

MEMPAWAH- Sedikitnya ada 13 warga Desa Sekabuk Kecamatan Sadaniang Kabupaten Mempawah dilarikan ke RSUD…

Rabu, 04 Juli 2018 21:16

Gudang Dinas Pertanian KKU Terbakar

SUKADANA- Gudang Dinas Pertanian Kabupaten Kayong Utara (KKU) terbakar, Minggu (1/7) petang. Akibatnya,…

Rabu, 04 Juli 2018 21:15
Deklarasi Damai Masyarakat Perbatasan

Jangan Rusak Persatuan dan Kesatuan dengan Hoax

SEKAYAM - Usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Barat, masyarakat di perbatasan…

Jumat, 29 Juni 2018 21:18

Kepergok Mencuri Sarang Walet, Ucil Nyaris Tewas Dihajar Warga

SEKADAU- Syahendri alis Ucil, warga Dusun Beransit, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu nyaris tewas…

Kamis, 21 Juni 2018 12:48

Pilkada, Ini Imbauan Kapolres Sanggau

SANGGAU- Pemilihan Umum (Pemilu) bukan hanya sekedar prosedur rutin yang wajib dijalankan oleh negara-negara…

Kamis, 21 Juni 2018 12:46
Debat Kandidat Bupati-Wakil Bupati Kubu Raya

Diharapkan Jadi Pertimbangan Pemilih

SUNGAI RAYA- Debat kandidat Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya berlangsung di Gardenia Resort, Rabu (20/6).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .