UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 07 November 2017 16:43
KECOLONGAN BROOO..!! Sudah Tiga Tahun Aktivitas Galian C di Ketungau Hulu Ilegal
ilustrasi

PROKAL.CO, SINTANG- Sebanyak tiga perusahaan dikabarkan melakukan aktivitas penambangan bahan galian C di Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang secara ilegal. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Tripa Abadi, PT Cipta Cibinong dan PT Damai Cipta Mandiri. Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Sintang, Warnidah dengan gamblang menyatakan ketiga perusahaan tersebut tidak memiliki legalitas dalam menjalankan aktivitas galian c di wilayah Ketungau Hulu. “Izinya tidak ada,” ucap Warnidah, Jumat (3/11) lalu.

Diberitakan Rakyat Kalbar, menurutnya meskipun yang berwenang memberi atau menerbitkan izin pertambangan hanyalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, setidaknya ketiga perusahaan tersebut wajib mendapatkan izin operasional dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang. Sebab, sesuai aturan, apabila suatu perusahaan beroperasional di wilayah kabupaten/kota, perusahaan itu harus memiliki izin dari pemerintah setempat. Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) misalnya.

 “Dari dokumen perizinan kami, ketiga perusahaan itu tidak memiliki TDP,” tegas Warnidah. Parahnya lagi, ketiga perusahaan itu telah mendirikan bangunan kantor tanpa mengantongi IMB. Artinya, lanjut Warnidah, aktivitas yang mereka lakukan di Ketungau Hulu, jelas ilegal.

Terungkapnya kejahatan pertambangan ini, ketika Warnidah bersama Komisi A DPRD Sintang melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kecamatan Ketungau Hulu. “Waktu kunjungan kerja kita, sudah sempat kita minta izin mereka. Tapi ketiga perusahaan tidak dapat menunjukan izin yang kita minta,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Sintang, Syahroni mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat, tiga perusahaan yang melakukan penambangan bahan galian C secara ilegal di Kecamatan Ketungan Hulu itu, sudah berlangsung sejak 2014.

 “Aktivitas galian C di wilayah Ketungan Hulu itu ilegal. Kita sudah melihat langsung aktivitas ketiga perusahaan itu. Penanggung jawabnya juga tidak bisa menunjukan izin,” tegas Syahroni ditemui di Ruang Rapat Komisi A DPRD Sintang, Kamis (2/11).

Seharusnya, kata Syahroni, aktivitas galian C di Ketungau Hulu itu berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang. “Tetapi bagaimana mau masuk PAD, kalau perusahaannya tidak mengantongi izin untuk beraktivitas di lokasi tersebut,” kesalnya.

Menindaklanjuti temuan ini, lanjut Syahroni, Komisi A DPRD Sintang langsung menggelar rapat kerja dengan sejumlah instansi. Hasilnya, belum dapat disimpulkan. Lantaran masih akan dilaksanakan rapat kembali dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH), BPMPTSP Sintang dan ketiga penanggungjawab perusahaan tersebut, pada 6 November (hari ini).

 “Setelah itu, kita akan menyampaikan sejumlah poin dan rekomendasi kepada Pemkab Sintang untuk mengambil sikap terkait aktivitas galian C di Ketungau Hulu tersebut,” ujarnya. Menurut Legislator PKB ini dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemkab Sintang mengalami kerugian besar yang disebabkan aktivitas ilegal tersebut. Maka ia menilai, Pemkab Sintang kecolongan dalam hal ini.

Oleh karena itu, dengan tegas Syahroni meminta Pemkab Sintang melalui instansi terkait segera mengambil langkah-langkah konkret terhadap aktivitas galian C ilegal di Ketungan Hulu tersebut, setelah ada keputusan dan rekomendasi hasil dari rapat kerja nanti. Termasuk meminta kepolisian setempat untuk melakukan penegakan hukum. “Karena sangat disayangkan jika aktivitas tersebut dibiarkan terus menerus,” kata Syahroni.

Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasinya adanya aktivitas galian C yang dilakukan oleh tiga perusahaan tersebut. “Kita belum dapat informasi tersebut. Bahkan kita juga belum tangani kasus itu,” tegas Sudarmin, ketika dikonfirmasi, Jumat (3/11) lalu.

Ia menegaskan, jika ada laporan maka pihaknya akan siap menindaklanjutinya. “Tentu kita akan tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan untuk cari apa ada pidananya terkait galian C di Ketungau Hulu,” ujarnya.

Berbeda dengan keterangan Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Eko Mardianto. Dengan tegas dia menyatakan bahwa galian C di wilayah Ketungau Hulu sedang ditangani pihaknya. Bahkan, lanjut Eko, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap ketiga perusahaan tersebut.

“Akan kita undang mereka dalam waktu dekat. Yang jelas masih dalam penyelidikan kita kasus tersebut,” katanya. (Achmad Munandar/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 04 November 2017 10:29

Sebentar Lagi Listrik Sintang Tak Lagi Padam-Padam

SINTANG- Jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sintang yang memiliki daya 7 MW mulai beroperasi,…

Sabtu, 04 November 2017 10:17

YAELA..!! Ditangkap Saat Bersetubuh, Gadis 16 Tahun Dijual Rp700 Ribu

SINGKAWANG- Anak di bawah umur kembali menjadi korban perdagangan orang. Ya, gadis 16 tahun ini dijual…

Sabtu, 04 November 2017 10:05

Truk Barang Ilegal asal Malaysia Diamankan, Jika Tak Bertuan akan Diginikan…

SINGKAWANG- Enam truk yang mengangkut pakaian, keramik dan pasir diamankan Satuan Reskrim Polres Singkawang…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:26

WASPADA..!! Polisi Mengawasi Dana Desa

SINTANG- Polsek Sungai Tebelian, jajaran Polres Sintang melaksanakan monitoring pengelolaan Dana Desa…

Senin, 23 Oktober 2017 10:59

Curi Emas di Bengkayang, Sebelas Warga Tasikmalaya Diciduk

BENGKAYANG- Karena menambang emas tanpa izin, sebelas warga Tasikmalaya, Jawa Barat ditangkap Polres…

Senin, 23 Oktober 2017 09:25

Katanya Pakai Tenaga Dalam, Tahanan Polres Kayong Utara Kabur

Anggota piket Polres Kayong Utara panik. Seorang tahanannya kabur dari ventilasi ruang tahanan. Beredar…

Kamis, 19 Oktober 2017 10:48

MASYAALLAH..!! Formasi Guru Kontrak Cuma 150, yang Daftar Ribuan

SANGGAU- Ribuan pelamar guru kontrak memadati halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) jalan…

Minggu, 15 Oktober 2017 13:06

Lagi, Polisi Perbatasan Sita Barang Ilegal

BENGKAYANG- Jajaran Polres Bengkayang, kepolisian yang berada di kawasan perbatasan RI-Malaysia ini…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:52

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

SEKADAU- Ribuan anjing peliharaan dan anjing liar di Sekadau terancam meregang nyawa. Ya, kasus rabies…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:18

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

SEKADAU- Dua hari dalam keadaan gawat karena terjangkit virus Rabies, Sentia Resa menghembuskan nafas…

KAPOK..!! Tiga Polisi Dipecat, Dua Diberi Penghargaan

Makam Pahlawan di Tapal Batas Minim Perhatian

HEBOH..!! Beras Bercampur Plastik Bikin Panik Warga Sanggau

Warga Camar Bulan Konsumsi Beras Malaysia
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .