UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 04 November 2017 10:17
YAELA..!! Ditangkap Saat Bersetubuh, Gadis 16 Tahun Dijual Rp700 Ribu
DIPERIKSA. Kanit IV PPA Satreskrim Polres Singkawang, Ipda Inda Purwati memeriksa tersangka mucikari OS di Mapolres Singkawang, Jumat (3/11)--Suhendra/RK

PROKAL.CO, SINGKAWANG- Anak di bawah umur kembali menjadi korban perdagangan orang. Ya, gadis 16 tahun ini dijual seorang mucikari berinisial Os, seharga Rp 700 ribu, di Wahana Inn, Singkawang. Kasus ini bermula pada Rabu (1/11) sekitar pukul 20.40 WIB, korban sebut saja bernama Melati dan pria hidung belang disergap Satuan Reskrim Polres Singkawang ketika akan melakukan hubungan badan di dalam salah satu kamar hotel tersebut.

Wanita 32 tahun yang berperan sebagai mucikari itu pun turut diciduk saat menunggu 'adegan panas' anak buah dan kliennya selesai. Kanit IV PPA Satreskrim Polres Singkawang, Ipda Inda Purwati menjelaskan, prostitusi ini terungkap ketika aktivitas Os yang menjajakan korban terlacak oleh Patroli Tim Cyber Satreskrim.

"Jadi sebelumnya, aktivitas tersangka Os terlacak oleh Patroli Tim Cyber. Korban ditawarkan ke pria hidung belang melalui aplikasi online seharga Rp 700 ribu per sekali berhubungan," ujar Inda di ruang kerjanya, Jumat (3/11).

Dilansir Rakyat Kalbar, setelah mengetahui waktu pelaksanaan transaksi itu, tim Satreskrim langsung meluncur ke Wahana Inn yang akan dijadikan lokasi eksekusi. "Korban bersama pelanggannya kami sergap saat berada di dalam salah satu kamar hotel tersebut," jelas Inda.

Kepada petugas, Melati mengaku sudah dipekerjakan Os untuk melayani pelanggan sejak empat bulan lalu. Korban yang merupakan warga Kabupaten Bengkayang ini terpaksa menjalankan kerjaan tersebut karena tuntutan ekomoni. Apalagi dia baru tinggal di Singkawang sejak setahun belakangan. "Terhadap Os juga kami tangkap di sekitar hotel tersebut," kata Inda.

Kepada petugas, Os mengaku sudah mempekerjakan Melati sebagai Penjaja Seks Komersial (PSK) sekitar sembilan bulan lalu. Setiap kali transaksi sukses, ia mendapat bagian Rp 400 ribu. Selebihnya, untuk Melati. "Tersangka juga menjual kondom kepada pelanggan mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu,” terang Polwan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2015 ini.

Saat ini, Os masih diperiksa di Polres Singkawang. Penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan orang lain dan kemungkinan ada korban-korban lain. Atas kasus ini, Os dijerat pasal 88 Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman sepuluh tahun penjara.

Kepada sejumlah wartawan, Os mengaku terpaksa menjalankan kerja sebagai mucikari lantaran terjepit masalah ekonomi. “Suami saya buruh bangunan yang penghasilannya kadang ada dan kadang tidak. Sedangkan penghasilan dari pekerjaan ini rata-rata dalam satu hari dapat Rp200 ribu," aku ibu dua anak yang masing-masing anaknya tinggal di Singkawang da Pontianak ini. Sementara itu, petugas menitipkan Melati di rumah singgah Dinas Sosial Singkawang, untuk rehabilitasi dan pemulihan mental. (Suhendra/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 13:09

TERJADI LAGI..!! Polisi Sita 4 Ton Wortel Malaysia

BENGKAYANG- Anggota kepolisian di perbatasan negara saat ini sedang gencar-gencarnya mengungkap kasus…

Sabtu, 17 November 2018 12:54

Sempat Ditahan 5 Hari, Polres Sangau Lepaskan 12 Truk Bermuatan Kayu Durian

SANGGAU- Setelah sempat ditahan selama lima hari, Polres Sanggau akhirnya melepas 12 truk bermuatan…

Minggu, 11 November 2018 11:41

Polisi Perbatasan Sita Satu Truk Miras Malaysia

BENGKAYANG- Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan upaya penyelundupan…

Minggu, 11 November 2018 11:35
Salah Seorang Korban Lion Air JT 610 Berasal dari Singkawang

Banyak Musibah di Indonesia, Tjhai Chui Mie Ajak Perbanyak Doa

SINGKAWANG- Musibah tak dinyana, malang tak dapat ditolak, nasib tak bisa disangka. Hendak mengantar…

Sabtu, 10 November 2018 10:45

Penerimaan CPNS Dibatasi Usia, Guru Honor Merasa Terzalimi

PUTUSSIBAU- Adanya pembatasan usia dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018 membuat…

Sabtu, 03 November 2018 13:32

TEGAS..!! Umat Islam Perbatasan Tak Ingin Ada Ahmadiyah di Sanggau

SANGGAU- Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) memilih walk out dari ruang dialog terkait Ahmadiyah yang…

Selasa, 30 Oktober 2018 12:09
Bersyukur Tes CPNS Landak Tak Perlu ke Melawi

Karena Bupatinya Bawel dan Cerewet, Nilai Langsung Terpampang

NGABANG- Tes CPNS 2018 dilakukan dengan sistem terbuka. Seleksinya memang ketat dan transparan.  “Hasilnya…

Selasa, 30 Oktober 2018 11:58

TRAUMA..!! Sepeda Motor Pelajar Dirampas Debt Collector di Sekolah

KUBU RAYA- Seorang pelajar SMP Negeri 9 Sungai Raya, RZ, hingga kini masih trauma. Siswi kelas satu…

Jumat, 26 Oktober 2018 11:40
Kontes Arwana Diramaikan Peserta dan Juri Luar Negeri

Ini Bukti Kapus Hulu Kaya Potensi Ikan

PUTUSSIBAU- Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH membuka kontes Arwana Super Red di Gedung Indoor Bulu Tangkis…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:56
Status Kawasan Hutan Bikin Desa Terisolir

Warga Sulit Menerima Sentuhan Pembangunan

Desa-desa di Kabupaten Kapuas Hulu yang masuk dalam kawasan hutan hingga kini masih sulit dibangun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .