UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 29 Oktober 2017 10:29
Nenek Itu Setahun Minum Air Rebusan Batu, Ternyata....

Ipar Niarti: Itu Bohong Besar!

KLARIFIKASI PAK RT. Agus Yadi menunjukkan kondisi rumah Niarti sekaligus mengklarifikasi bahwa pemberitaan iparnya minum air rebusan batu adalah tidak benar, Sabtu (28/10) di Gang Jambu Air Jalan Apel Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat. Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Jagat Kalbar pernah heboh dengan pemberitaan sejumlah media massa mengenai Niarti minum rebusan air batu selama setahun. Namun ternyata itu adalah hoax belaka. Agus Yadi, ipar sekaligus tetangga nenek 60 tahun itu menegaskan hal tersebut. "Bohong, dak ada, dak nanya bapak, bapak juga kaget. Pas datang kemarin, bapak lagi di luar, jadi begitu datang ramai-ramai bapak kaget. Di telepon, ada orang datang ramai-ramai," ucapnya dengan nada datar,” terangnya, Sabtu (28/10).

Agus yang juga Ketua RT 1/RW 12 Gang Jambu Air Jalan Apel Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat ini mengklarifikasi pemberitaan Niarti yang mengganjal perut dengan mengkonsumsi air dicampur batu adalah bohong besar. “Jadi ada kepedulian orang, cuman ada berita awal orang begini-begini bapak tidak tahu dari mana sumbernya, lillahi ta'alaa bapak tidak tahu,” timpal Agus.

Diberitakan Rakyat Kalbar, di keluarga atau rumah yang dihuni Niarti ada yang kesehatannya terganggu. Tidak ada hubungannya dengan yang sakit. Hubungan keluarga ada. “Dia kerjanya memang suka ngumpul-ngumpulin batu, tapi tidak ada dengan hubungan batu yang di rebus, tidak ada. Itu dapat berita, bapak juga tidak tahu," herannya.

Lantaran dirinya juga manusia, selama ini dari segi makanan Niarti sangat ia terkontrol. Begitu pula dengan bantuan seperti bedah rumah, KIS dan pengobatan Niarti, ada dari pemerintah. Dirinya pun menegaskan kembali pemberitaan minum air rebusan batu adalah bohong besar. Dikisahkan Agus, jika ia hendak makan, terlebih dahulu dirinya bertanya kepada istrinya apakah kakaknya (Niarti) sudah makan atau belum.

Menurutnya, hanya Allah lah yang lebih tahu. Dia pun kecewa dengan fitnah besar ini. "Bapak tidak menyumpah, tinggal Allah lah yang bagaimana menilainya bagaimana, sedih bapak, diharamkan bapak makan di rumah ini jika keluarga bapak tidak makan," ucapnya.

Saat ini Niarti sedang di rawat di RSUD Soedarso lantaran menderita TBC akut. Biasanya jika diberikan baju tidak di pakai, kadang-kadang juga dibuang Niarti. Di dalam rumah yang berukuran sekitar 6,5 x 9 meter tersebut dihuni tiga orang. Itu semua termasuk tanggung jawab Agus Yadi.

Kondisi rumah saat ini sedang direhab, karena ada orang yang membantu. Agus mengaku tidak bisa menolak ataupun memaksa. "Mau di sekat bikin kamar, itu hak dia, tapi bapak dak minta," ucapnya.

Rumah Niarti saat ini masih dalam perehaban. Ada sekatan di ruangan itu menggunakan triplek untuk dijadikan kamarnya. Di depan rumah Niarti ada tumpukan batu. Agus menuturkan, batu tersebut sering dikumpulkan oleh salah satu keluarganya yang mengalami sedikit gangguan kejiwaan. Batu biasanya diambil dengan menggunakan kantong plastik, kemudian dibersihkan dan diberi oli bekas. "Suka-suka dia lah," jelasnya.

Sedangkan tungku yang ada di depan rumah tersebut, dijelaskan Agus, karena dia merasa takut apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Akhirnya dibuatnya tungku dari semen dengan bahan bakar kayu yang digunakan. Nantinya akan digunakan oleh salah satunya keluarganya yang mengalami sedikit gangguan kejiwaan untuk memasak air apabila ingin membuat kopi.

Dirinya pun mengaku pasrah apabila di laporkan Wali Kota Pontianak Sutarmidji kepada pihak kepolisian karena dianggap telah menelantarkan iparnya. "Itu adalah hak beliau, bagaimana pun bapak tinggal pasrah saja, hanya Allah yang tahu niat baik bapak," tuturnya.

Agus membantah jika dibilang tidak merawat Niarti. Ia mempersilahkan untuk menanyai hal itu kepada tetangganya. Diapun bercerita, ketika kedua orangtuanya masih hidup sampai ke anak-anaknya, bahwa ialah yang bertanggung jawab semuanya. Jika dirinya makan, maka yang lainnya juga makan. Diakuinya, kepedulian warga sekitar terhadap Niarti juga luar biasa.

Selagi dirinya masih mampu, maka ia sebenarnya tak perlu bercerita keluar kalau telah memberi. "Jadi kalau menelantarkan keluarga itu, bohong, tidak ada bapak menelantarkan keluarga sendiri,” pungkasnya. Menurutnya, dosa besar ia jika menelantarkan keluarga. Dia pun siap tidak diterima bumi kalau menelantarkan keluarga. “Allah lah yang bisa menilai, Allah yang lebih tahu apa yang dibuat hamba nya, kalau bapak memberi tidak akan mungkin menceritakan kepada orang lain, itu hanya ke Bapak saja, dan keluarga bapak juga," sebutnya.

Tapi Agus mengakui bahwa dia tidak terlalu fokus lantaran juga mempunyai keluarga. "Jadi kalau misalnya menelantarkan keluarga itu tidak benar, itu bohong besar," ucap Agus mengulangi.

Sementara itu, salah seorang teman Agus yang kebetulan sedang berkunjung, Mustar Bahtiar mengaku sering mendatangi rumah Ketua RT tersebut. Mengenai makan minum terhadap Niarti dirinya sangat mengetahui jelas bahwa Agus yang membantu. Baik itu makan pagi, siang, sore sampailah malam. "Kite yang menjadi saksi langsung, karena ibu jelas-jelas mengantar makanan. Jadi beliau lah yang menanggung semuanya," cerita Mustar.

Senada disampaikannya, pemberitaan Niarti minum air rebusan batu adalah bohong. Makanya demi nama baik Agus dirinya mau memberikan klarifikasi. Sebab ia mengaku kasihan dengan Agus dengan  opini yang berkembang saat ini. "Sampai-sampai nyebut nama pak Agus juga kan, itu kan yang dak kita mau, yang jelas kita semua, ya banyak juga kawan-kawan di sini yang tahu itu banyak, termasuk saya sendiri," terangnya.

Ia mengaku kerap melihat sendiri apa yang sering dilakukan keluarga Agus terhadap Niarti. Bahkan Mustar juga biasa diajak oleh istri Agus untuk mengantarkan makanan. Selama dia mengunjungi rumah Ketua RT itu, tidak pernah melihat merebus batu menggunakan air kemudian di konsumsi. Jika seandainya ada, menurut Mustar ia pasti merasa prihatin. “Tapi kenyataannya itu tidak ada,” tukasnya.

(Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:52
Rasau Jaya Heboh, Ramai-ramai Berendam di Sungai

Dihargai Mahal, Warga berburu Ringau

Sudah sepekan, hampir di setiap sungai di kawasan Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya mendadak…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:49

Aksi Damai Minta Gubernur Tidak Diskriminatif, Midji: Lihat Nanti APBD 2019

PONTIANAK-  Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Rakyat Penegak Demokrasi Kalimantan Barat menggelar…

Senin, 08 Oktober 2018 12:25
Buka Milad ke 106 Muhammadiyah Kalbar

Midji: Pemprov akan Lakukan Program Dongrak IPM

PONTIANAK- Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:47
Peringati HUT ke 73 TNI di Kodam XII/Tpr

Berikan yang Terbaik untuk Rakyat

SUNGAI RAYA- Diusia ke 73, personel TNI yang yang bertugas di Kalbar diharapkan lebih profesional lagi.…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:42

ILEGAL..!! Ribuan Telur dan Ayam Malaysia Dimusnahkan

ENTIKONG- Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Entikong, Kabupaten Sanggau memusnahkan lebih dari 1.200…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:19

NGERI..!! Supinah Dibunuh Secara Sadis

SEKADAU- Wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau,…

Kamis, 04 Oktober 2018 10:16

Khawatir Penjarahan Massal di Sulteng, Relawan Kalbar Tunda Berangkat

PONTIANAK- Bencana gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) menggerakkan hati banyak pihak.…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:38

Wanita di Peniti Tewas Bersimbah Darah

SEKADAU- Masyarakat Desa Peniti Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau dikejutkan dengan penemuan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:37
Operasi Tibtor Polda Kalbar

126 Penjahat dan 92 Kendaraan Diamankan

PONTIANAK- Selama sebulan ini, Polda Kalbar menggelar Operasi Tertib Kendaraan Bermotor (Tibtor) Kapuas…

Kamis, 27 September 2018 12:04

Indeks Kerawanan Pemilu Kalbar Kategori Sedang

PONTIANAK- Indeks Kerawanan Pemilu, Kalimantan Barat masuk dalam kategori sedang. Penilaian itu tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .