UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:44
ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai
PERIKSA LUKA. Tim medis memeriksa bekas luka gigitan anjing di kaki Giofeli KS di ruang UGD RSUD Sekadau, Jumat (13/10) malam. ABDU SYUKRI

PROKAL.CO, SEKADAU- Serangan anjing gila alias hewan penyebar rabies (HPR) kian meluas di Kabupaten Sekadau, Kalbar. Setelah menggigit dan menyebabkan Sentia Resa, bocah lima tahun asal Dusun Saka Tiga, Desa Sunsong, Sekadau Hulu meninggal, Kamis (12/10) lalu, beberapa kasus gigitan baru bermunculan.

Terbaru menimpa Giofeli KS, bocah sembilan tahun warga satu desa dengan Sentia. Bedanya, Sentia digigit di Desa Sunsong, sedangkan Gio alias Geo digigit anjing di Dusun Gedet, Desa Mondi yang masih bertetangga dengan Desa Sunsong.  “Ponakan saya digigit anjing hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017,” cerita Cindy, 33, bibi Gio kepada Rakyat Kalbar di ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Sabtu (14/10) siang.

Gio digigit beberapa saat setelah dia datang ke Mondi, Rabu pagi. Gio bersama ayahnya, Yohanes Sandi, 33, dan ibunya, Kincai Agata, 29, serta adiknya, Yoki Baptista, 1,6, datang ke Mondi menjenguk sang kakek, Jenawi, 50, yang sakit. “Ponakan saya digigit sekitar jam 10.00 wib,” jelas Cindy. Ayah Gio, Yohanes Sandi membenarkan hal tersebut. “Anak saya digigit di depan rumah,” ujar Yohanes.

Anjing yang menggigit pelajar kelas IV SDN 22 Sunsong itu, merupakan anjing peliharaan keluarganya. Waktu kejadian, anjing tersebut tengah baring di tanah, persis di bawah tangga rumah. Gio yang hendak bermain ke tanah, sempat mengambil sandalnya yang berada di dekat anjing tersebut. Setelah memakai sendal dan hendak pergi, anjing itu tiba-tiba menerkam kakinya. “Dia digigit di kaki kiri, di lipatan paha belakang,” ulas Yohanes.

Usai menggigit, warga langsung menangkap anjing tersebut. Mereka membunuhnya, dan dagingnya dimakan bersama-sama. Padahal, sebelum menggigit korban, anjing itu sudah menunjukkan gejala buruk, yakni sering mengejar bebek warga. Sama halnya dengan anjing rabies yang menggigit almarhumah Sentia Resa. Usai menggigit bocah lima tahun itu, anjing rabies tersebut dibunuh lalu dimakan warga beramai-ramai.

Usai digigit, pihak keluarga hanya mengobati kaki Gio dengan obat seadanya. Mereka hanya mengolesi luka bekas gigitan dengan bubuk dumex. Namun gencarnya pemberitaan soal virus rabies dan kondisi korban yang mulai kesulitan menggerakkan kakinya, membuat pihak keluarga memutuskan membawa Gio ke Puskesmas Rawak, Kecamatan Sekadau Hulu, Jumat (13/10) pagi. Korban pun langsung divaksin dan dirujuk ke RSUD Sekadau, hari itu juga.

Gio tiba di RSUD Sekadau Jumat malam (13/10) sekitar pukul 20.25 wib. Korban pun langsung mendapat perawatan intensif di kamar isolasi ruang perawatan anak RSUD Sekadau.  “Saya mau ke tanah. Langsung kena gigit,” kata Gio dijumpai awak koran ini di kamar isolasi ruang perawatan anak RSUD Sekadau, Sabtu siang. (Abdu Syukri/rk)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 10:37

Pengendalian Rabies Belum Maksimal, Ini Sebabnya

PONTIANAK-Pengendalian kasus gigitan rabies belum berjalan maksimal. Penyebabnya kekurangan stok vaksin.…

Jumat, 21 September 2018 10:34

Keren..!! Ada Aplikasi Ojek Sampah di Kalbar

Angkuts, sebuah aplikasi startup pertama di Kalbar yang mengusung tema ojek sampah. Hadir dalam upaya…

Jumat, 21 September 2018 10:03

Sampai September, Sudah 31 Kasus TPPO

PONTIANAK- Sejak awal Januari sampai 18 September tahun ini, Ditreskrimum dan Satuan  Reserse Kriminal…

Jumat, 21 September 2018 10:01

32 Warga Sulsel Mau Diselundupkan ke Malaysia

PONTIANAK- Kepolisian kembali menggagalkan upaya pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Kali…

Selasa, 18 September 2018 10:48

Gubernur Sambut Nursaka, Bocah yang Bolak-Balik Perbatasan Indonesia-Malaysia untuk Sekolah

PONTIANAK- Viralnya Nursaka, bocah 8 tahun yang bersekolah bolak balik melintasi Pos Lintas Batas Negara…

Selasa, 18 September 2018 10:44
Perdagangan Satwa Liar Dilindungi Kejahatan Terbesar Ketiga

BANYAK JUGA..!! Bisnis Gelap Ini Nilai Transaksinya Rp13 Triliun Lebih

PONTIANAK- 30 jaksa mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas bagi penuntut umum di Hotel Harris Pontianak,…

Selasa, 18 September 2018 10:39

Rabu, Sandiaga Uno Kunjungi Pontianak

PONTIANAK- Bakal calon Wakil Presiden RI, Sandiaga Salahudin Uno dijadwalkan hadir di Kota Pontianak,…

Selasa, 18 September 2018 10:38

BPK Dalami Potensi Defisit APBD Kalbar

PONTIANAK- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Barat akan mempelajari persoalan defisit APBD Kalbar…

Selasa, 18 September 2018 10:35
Kesejahteraan dan Infrastruktur Kalbar Urutan 33

Midji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan

JAKARTA- Asia Kompetitif Institute (ACI) menempatkan kesejahteraan dan infrastruktur Kalimantan Barat…

Selasa, 18 September 2018 09:53

Jumlah DPT Kalbar untuk Pemilu 2019 Berkurang

PONTIANAK- Jumlah pemilih Kalbar pada Pemilu 2019 berkurang. Hal ini berdasarkan hasil perbaikan daftar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .