UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:01
Minta Diperbaiki Tiga Jembatan Sekaligus, Memangnya Wali Kota Punya Duit?
KEPALA DINAS PU KALBAR. Bride Suryanus Allorante. MAULIDI MURNI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Disoroti Wali Kota H. Sutarmidji, SH, M.Hum dan anggota DPRD Kota Pontianak, akhirnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalbar Ir. Bride Suryanus Allorante angkat bicara soal pengerjaan perbaikan jembatan Bansir, Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan.

“Jiwa saya dan Pak Sutarmidji sama. Bahwa kami mau yang terbaik untuk masyarakat. Sehingga tidak ada kesan bahwa kami sengaja membiarkan kontraktor yang tidak profesional atau kami sengaja memakai kontraktor yang tidak profesional atau kami membiarkan petugas lapangan kami, pengawas kami, direksi kami, tenaga terampil kami biarkan tidak bekerja dengan profesional. Perlu diketahui, oh tidak mungkin itu kami lakukan,” tegas Bride di ruang kerjanya, Jumat (13/10).

Di hadapan wartawan yang diundangnya, Bride mengaku sebagai abdi negara, dirinya dan Sutarmidji sama-sama memiliki kewajiban, tanggungjawab dan mempunyai empati mencari jalan keluar terkait persoalan yang dihadapi masyarakat. Termasuk persoalan jalan dan jembatan di Kota Pontianak.

Dia juga menyikapi pernyataan Wali Kota Sutarmidji terkait kinerja kontraktor. Bahkan Wali Kota Pontianak itu menyatakan akan memecat kontraktor yang mengerjakan jembatan Bansir, kalau memang dibawah naungan Pemkot Pontianak.

 “Barang kali Pak Sutarmidji perlu melihat dulu konsepnya, lalu Pak Sutarmidji melihat prosedurnya, spek, rencana kerja, laporan harian dan lain sebagainya,” jawab Bride seperti diberitakan Rakyat Kalbar.   “Sehingga Pak Sutarmidji bisa mengambil kesimpulan bahwa kontraktor ini bisa dipecat atau tidak, digantikan atau tidak, putus kontrak atau tidak. Memutus kontrak itu tak gampang. Kontraktor bisa mengajukan gugatan ke PTUN. Bisa kenak kerangkeng juga kitanya,” sambungnya.

Bride menegaskan, semua pekerjaan pasti ada prosedurnya. Termasuk pengerjaan jembatan Bansir di Jalan Imam Bonjol dan lainnya di Kota Pontianak, bahkan di seluruh Kalbar. Semuanya ada prosedur, sesuai waktu yang sudah disepakati. Sesuai spek yang sudah disepakati juga.

 “Dengan rasa hormat saya sampaikan, bahwa pengerjaan (jembatan Bansir) memang terlihat kosong. Pengerjaan sekarang ini yang utama dan yang sedang dikerjakan itu di workshop, titik utamanya. Pembuatan box dan lainnya, semua di workshop,” jelasnya.

 “Kita sudah jelaskan kepada teman-teman, pada saat waktunya nanti, beton sudah siap, kemudian persiapan di lapangan sudah matang, langsung kita pasang box-nya. Dalam satu dua hari ini sudah akan kita mulai, hari ini (kemarin) kita sudah mulai masukkan box-nya,” sambung Bride.

Jangan pula nantinya, gara-gara Sutarmidji sudah teriak-teriak, barulah proses perbaikan jembatan Bansir cepat diselesaikan. “Tidak, ini semua sesuai rencana, ini sesuai prosedur. Bukan berarti karena Pak Sutarmidji teriak-teriak, enggak ada itu,” ungkap Bride.

Dia mengaku, semua ini sudah sesuai rencana. Untuk lebih tepatnya, secara teknis sudah dilakukan, diterangkan secara detail di lapangan. Kalau mau lebih jelas lagi, ada staf di lapangan, mereka bisa menyampaikan lebih detail lagi nantinya.   “Itu yang barang kali kita sampaikan. Kita tidak pernah main-main dengan pelayanan masyarakat,” tutur dia.

Namanya pembangunan, kata Bride, pasti ada dampaknya, yaitu dampak positif dan negatif. Dia menjelaskan, dampak negatif yaitu terhambatnya pergerakan pedagang dan itu tidak bisa dihindari. Dari awal dia sampaikan, sebelum pembangunan dimulai, pihaknya sudah ada namanya rekayasa arus lalulintas.

 “Sebagaimana yang dikatakan Pak Sutarmidji, dia menginginkan diawasi oleh pegawai PU kota, menurut saya tidak perlu diawasi. Wong kita sama-sama rapat kok, kita bolak-balik, berapa kali kita rapat, empat kali kami rapat di sini di kantor wali kota satu kali. Kita sama-sama rapat dengan aparatur kota, jadi sangat naif kalau dikatakan pemerintah kota tidak tahu,” jelasnya.

Kata Bride: “Saya juga sudah koordinasi juga dengan Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota loh, menyampaikan hal ini. Dan Pak Wakil Wali Kota sudah mengerti hal itu, saya jelaskan,”.  Nah, adanya pergerakan yang terhambat memang itulah resiko dan tidak bisa dihindari. Namun hanya pada waktu tertentu saja. Pada saat nanti setelah selesai jembatan ini diperbaiki, dampaknya lebih bagus lagi.

 “Itulah yang harus dikorban selama 51 hari ini. Tapikan tidak 51 hari akan terhambat begitu. Kalau sudah jadi setengahnya dilewati setengahnya, ditutup setengahnya, kan begitu nanti,” ucap Bride.

Jadi tidak dipungkiri memang ada hambatan. Karena memang begitu. Jangankan di sini (Kota Pontianak), kata Bride, di Amerika kalau ada pembangunan jalan, yang lain terhambat. “Di Eropa juga sama. Kalau ada pembangunan jalan yang lain terhambat, bukan hanya di Pontianak. Bagaimana solusinya, yaitu rekayasa lalulintas, kita atur pengaturan jalan dan lain sebagainya,” tegasnya.

Adanya jembatan lain di Jalan Imam Bonjol dan Adisucipto, mengapa tidak langsung diperbaiki, menurut Bride itu hanya kemauannya Wali Kota Sutarmidji saja, kenapa tidak sekaligus dikerjakan.   “Sekarang pertanyaannya, Pak Wali Kota punya duit nggak? Kalau kami provinsi ya terbatas. Pemerintah provinsi juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan dana. Maunya sih jangan kan tiga, seluruh jembatan yang ada di Kalimantan Barat kami bangun, kami selesaikan tahun ini, maunya, maunya,” papar Bride.

Dia mengaku dana pemerintah provinsi sangat terbatas dan bukan hanya mengurus Kota Pontianak saja. Pemprov mengurus 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar. “Pak Wali Kota maunya dibangun sekaligus, tapi Pak Wali Kota punya niat mau bantu apa nggak? Kalau Pak Wali Kota mau bantu membangun jembatan ini, maka kami ikuti keinginannya. Justru pemerintah kota mestinya berterima kasih, bahwa kita masih mau memperbaiki jembatan ini dalam waktu yang mepet. Masih mau bantu, mepet waktunya loh,” ucapnya.

 “Tapi ya sudah lah, karena kebutuhan dan permintaan wali kota, makanya kita bangun. Tapi jangan pula kami disalahkan tidak bisa membangun sekaligus tiga jembatan, kita juga punya dana terbatas bukan cuma ngurus Kota Pontianak saja,” tegas Bride.

Di tempat yang sama, pengendali kegiatan perbaikan jembatan Bansir, Supiandi menjelaskan, saat ini sudah melansir atau memindahkan box yang sudah dicetak di workshop. “Sekarang sudah mulai diantar kemudian disusun. Setelah disusun kemudian kita akan menyiapkan pengecoran untuk lantai jembatan. Setelah dicor lantai jembatan nanti, sampai umurnya, maka lalulintas akan dibuka,” katanya.

Supiandi mengaku, penutupan jalan sifatnya sementara bukan sepanjang masa kontrak, mengingat keadaan jembatan saat ini. Dia mengatakan jembatan yang ada sudah rawan sekali, itulah alasannya.

 “Kami sudah melemparkan ke dalam forum, apabila terjadi kecelakaan di jembatan, existing yang ada siapa yang mau tanggungjawab? Tak ada yang berani menjawab. Akhirnya termasuk dari Polda ya sudah, kami tidak mengizinkan, tetap ditutup. Kalau terjadi kecelakaan tetap tidak ada yang mau tanggungjawab, itu alasan kami,” tegas Supiandi.

Menurut dia, proyek ini sudah berjalan normal, sesuai dengan schedule. Bisa dilihat sekarang di lapangan. “Itu yang memang harus dikerjakan di lapangan, kalau box tak mungkin kami kerja di situ, makin tambah macet. Itu bukan tidak ada pemikiran kami, kenapa kami ngecor di workshop, itu menghindari macet. Bayangkan saja, sekarang nyusun saja, panjangnya seperti apa,” tutur Supiandi.

Waktu 51 hari, apakah nanti akan bisa terkejar sesuai target, Supiandi meyakinkan sesuai target. “Insya Allah terkejar. Kita sudah mempertimbangkan air pasang surut, boleh dilihat sekarang, air tinggi. Coba lihat, siapa bilang kami tidak lembur, video-video kami lengkap kerja malam. Tadi malam saja sampai jam berapa, kalau alat ada rusak bukan disengaja, tapi kita sudah mempersiapkan suku cadangnya. Insya Allah sesuai dengan target,” jawabnya.  (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 13:26
Narkotika Dimusnahkan, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

Bawa 100 gram Ketamine, Warga Tiongkok Dibekuk

PONTIANAK- Bawa 100 gram ketamine, Li Chuang Hui dibekuk polisi ketika melintas di Jalan Raya Anjongan…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:20

Ingin HUT Kota Pontianak Mendunia

PONTIANAK- HUT Kota Pontianak bisa menjadi jualan menarik. Ke mana-mana. Nusantara, hingga dunia. Dalam…

Senin, 08 Oktober 2018 12:24
Festival Arakan Pengantin Melayu, Sambut Hari Jadi Pontianak

Sesuai Adat dan Historis, Kreativitas Jangan Jauh Menyimpang

Pemerintah Kota Pontianak intens menjaga kearifan lokal. Berbagai tradisi dan budaya berupaya terus…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:51

Raja Tayan Minta Penjelasan GP Ansor, Ini Penjelasan GP Ansor Kalbar

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu di berbagai daerah Indonesia, GP Ansor melakukan penolakan terhadap kegiatan…

Sabtu, 06 Oktober 2018 12:46

Gubernur Ingin Seluruh Rumah Sakit Terintegrasi

PONTIANAK- Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:40

Gubernur Sentil Perusahaan Sawit

PONTIANAK- Gubernur Kalbar Sutarmidji meresmikan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak Timur…

Selasa, 02 Oktober 2018 09:35

Alhamdulillah, Ada 1.200 Rumah Murah untuk Polisi

PONTIANAK- Anggota kepolisian di lingkungan Polda Kalbar tak perlu khawatir lagi jika belum memiliki…

Kamis, 27 September 2018 10:51

Pejabat BUMD Terlibat Politik Praktis, Harus Diberi Sanksi Tegas

PONTIANAK- Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat Badan Umum Milik Daerah (BUMD) yang terlibat politik…

Kamis, 27 September 2018 10:41

Tanahnya Dikuasai Pengembang, Pria Ini Layangkan Gugatan ke PN

PONTIANAK- Maulana Muhammad, warga Jalan Parit Na’im, Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang,…

Jumat, 21 September 2018 10:38

SEENAKNYA SAJA..!! Penghalang di Fasum Dibongkar Paksa

PONTIANAK- Sejumlah pemilik ruko memasang penghalang di atas fasilitas umum (fasum). Baik berupa portal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .