UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Rabu, 11 Oktober 2017 10:19
TEGAS..!! Wali Kota Minta Proyek Dikerjakan Siang-Malam
HANYA RODA DUA YANG MELINTAS. Belum terlihat aktivitas pengerjaan proyek perbaikan Jembatan Bansir, jalan Imam Bonjol, Pontianak, Rabu (10/10). Namun, dua alat berat telah stand by di lokasi beserta sejumlah material. Tampak para pengguna kendaraan bermotor melewati jembatan sementara. MAULIDI MURNI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Sudah sepekan akses kendaraan roda empat untuk melewati Jembatan Bansir, Jalan Imam Bonjol, Kota Pontianak, ditutup. Jembatan dalam perbaikan. Kesan lambatnya penyelesaian jembatan ini membuat Wali Kota Pontianak, Sutarmidji kesal.

“Seharusnya mereka itu Sabtu-Minggu kerja, udah tahu kan itu vital jembatan Bansir, harusnya mereka mengerjakan itu, kalau perlu tiga shift, 24 jam, dengan cepat,” tukasnya, Senin (10/10). Jembatan tersebut ditutup Rabu (4/10). Bergeser dua hari dari rencana semula: Senin (2/10). 

“Nah, saya pantau beberapa hari ini tidak ada aktivitas pekerjaan, Sabtu-Minggu juga tidak ada pekerjaan, mau diapakan itu? Barang sudah ditutup separuh, sudah dibongkar, kendalanya apa harus segera dikoordinasikan,” sambung calon Gubernur Kalbar ini seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Ketika dikunjungi Rakyat Kalbar siang kemarin, lantai jembatan telah dibongkar, dua alat berat terlihat stand by di sana. Sejumlah material seperti tiang beton pun sudah ada. Akses jalan hanya dibuka untuk pengendara kendaraan roda dua.

Sutarmidji mengatakan, proyek tersebut bukan besutan Pemerintah Kota Pontianak. “Ini proyek provinsi," beber pemilik akun Twitter @BangMidji ini. Lanjut dia, komitmen penutupan jalan yang telah disepakati selama 51 hari harus sesuai. Midji menyebut, waktunya dibuat seperti main-main. Sehingga ia bertanya, apakah kualitas jembatan yang terbuat dari beton tersebut bisa maksimal?

Sebab, Midji menerangkan, beton memiliki umur. Paling kurang 21 hari.  "51 hari itu kan kalau dicor dua tahap, 21 hari umur beton itu tidak cukup waktunye, dari mana bisa cukup? Apalagi itu nanti dilalui kontainer 40 feet dan lain sebagainya,” paparnya.

Wali Kota Pontianak dua periode ini menambahkan, “Saya minta supaya perusahaan (kontraktor) ini betul-betul, kalau tidak mampu jangan bongkar dulu".  Tidak hanya menyoroti proyek jembatan Bansir itu, Midji juga menyoroti kondisi Jalan Ahmad Yani sekarang ini. Akibat ditutupnya Jalan Imam Bonjol, maka kendaraan roda empat ke atas diperbolehkan melewati jalan protokol tersebut dengan sejumlah ketentuan.

"Sementara tronton juga tidak sabar, bahkan pakai konvoi malam-malam di sepanjang-panjang (jalan A. Yani) itu. Otaknya itu tak dipakai. Kan itu membahayakan orang, sampai 20-30 konvoi, nah kekuakatan jalan juga bahaya kan," ucapnya.

Kalau rombongan kontainer seberat 40 ton, ia menyebut, melewati jalan yang berkemampuan –misalnya hanya 100 ton— dalam waktu bersamaan, maka akan membahayakan kondisi badan jalannya. "Makanya saya minta itu cepat, kalau perlu dia (kontraktor) kerja siang dan malam, jangan dibiarkan kayak begitu," tandas Midji.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Teknis, Jalan, dan Jembatan dari Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Provinsi Kalbar, Manuel. Ia menjelaskan, jembatan Bansir secara teknis sudah dilakukan penelitian. Dan memang baru sebelah badan jembatan yang dibongkar.

Lamanya progres atau seperti tidak ada aktivitas proyek, Manuel menyatakan, karena kebetulan sekarang ini curah hujan tinggi. Rencana awal akan membuat kisdam atau pengeringan tidak mungkin dilakukan. Sebab, arus air parit di bawah jembatan terlalu deras.   “Menjelang siang, air mengarah ke sungai dan menjelang malam air mengarah ke arah darat. Jadi ada arus di lokasi tersebut,” ungkapnya.

Menurut dia, rapat untuk menangani hal ini sudah dilakukan. Pihaknya menemukan langkah dan tinggal melakukan pengesahan. Bahkan, tim ahli sudah dikumpulkan termasuk pihak perencana yang melakukan perencanaan tahap awal. Artinya, pihaknya sudah menemukan jalan keluar mengatasi level air yang tidak pernah turun karena curah hujan yang tinggi belakangan ini.

"Kami juga sempat bingung, tapi alhamdulillah, kami sudah mendapatkan solusi dan tinggal melakukan eksekusi. Mudah-mudahan bisa dipercepat, satu atau dua hari ini kami berupaya kerja siang malam," terang Manuel.

Dia menambahkan, para pekerja tidak hanya bekerja di lokasi jembatan itu saja. Mereka juga bekerja di workshop untuk mencetak box beton. Saat ini sudah siap diangkut. Pemasangan Box itu, diperkirakannya, tidak sampai sepekan. "Jadi kita tidak bekerja di lokasi saja, pertimbangannya kan lokasi yang sempit dan padat. Kami menghindari hal yang tidak diinginkan, jadi kami berkerja di workshop. Nah, ini tinggal mobilisasi saja, dan kami juga melakukan pemadatan tanah dasar tempat bertumpunya box itu," paparnya.

Hal ini, lanjut dia, sudah dilakukan kajian teknis. Manuel berharap, setelah pemadatan tanah dasar, box bisa dipasang. Sehingga nanti tinggal mengecor lantai jembatannnya. Lantas, apakah akan tekejar hingga waktu penutupan yang telah direncanakan selama 51 hari? Ia meyakinkan bahwa pekerjaan akan tepat tepat waktu dan kualitas jembatan juga bisa dipertanggungjawabkan. "Ini demi keselamatan juga," tutur Manuel.

Ia juga menjelaskan, jika melihat dari kacamata awam, struktur awal jembatan itu adalah kayu belian. Dilihat sepintas, memang masih bagus. Tapi, kata dia, tidak bisa melupakan tumpuan kayu belian yang hanya menggunakan laci.  "Jadi pondasi tiang dan diapit laci. Hanya bertumpu di situ, karena tongkat belian tidak sampai ke tanah keras," bebernya.

Hal ini diketahui setelah sonder dilakukan di lokasi. Didapati data bahwa kedalaman tanah keras sedalam 24 meter. Sedangkan tiang kayu belian tidak sampai 6 meter. "Di situ, pondasi kami menggunakan tiang pancang, panjangnya 24 meter. Sementara, tiang pancang dari kayu belian, enam meter pun tidak sampai. Mudah-mudahan dapat melaksanakan penyelesaian jembatan ini lebih cepat dari waktu yang sudah direncanakan," ungkap Manuel.

Mewakili Dinas PU dan Tata Ruang Kalbar, ia pun menerangkan alasan penutupan jalan. "Kami khawatir, kalau terjadi keretakan itu kan langsung ambruk, sehingga kami mengambil keputusan untuk keselamatan pengguna jalan," terangnya. Toh, kata Manuel, banyak alternatif jalan yang bisa dilalui.  (Maulidi Murni/rk)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 12:38

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

KUBU RAYA- Bandara Internasional Supadio saat ini namanya telah berubah. Jika sebelumnya melekat nama…

Senin, 08 Januari 2018 11:54

Midji-Norsan Duluan Daftar, Milton-Boyman Menyusul

PONTIANAK- Ketua KPU Kalimantan Barat, Umi Rifdiyawati mengatakan, berdasarkan surat resmi dari tim…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:03

Ini Dia, Pihak yang Akan Awasi Pilkada Menyimpang

 Jelang pilkada serentak 2018 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalbar akan memantau…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:56

KRI Ini Perkuat Pengamanan Laut wilayah Barat

PONTIANAK- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Todak-631 telah bersandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak,…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:29
Indeks Kerawanan Pemilu, Early Warning Buat Kalbar

Masuk Lima Besar Rawan Persoalan Hoax dan SARA

PONTIANAK- Beberapa waktu lalu Bawaslu RI merilis Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) dan menempatkan Kalbar…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:15

Ratusan Sopir Taksi Online dan Konvensional Nyaris Bentrok

PONTIANAK- Ratusan sopir taksi online (Grab dan Go-Car) nyaris baku hantam dengan beberapa sopir taksi…

Sabtu, 23 Desember 2017 13:55

Pengungsi Afganistan Minta Dideportasi ke Australia

Salah seorang pencari suaka asal Afganistan, Habibullah mengucapkan terima kasih dengan warga Indonesia…

Sabtu, 23 Desember 2017 13:54

Pengungsi dan Pencari Suaka Penuhi Rudenim Pontianak

Sepanjang 2017, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalbar telah melakukan pendetensian,…

Senin, 18 Desember 2017 10:57

Catat! Kapolda Mau Zero Ilegal dan Zero Pelanggaran

PONTIANAK- Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menggelorakan program 100 hari kerja tahap pertama…

Senin, 18 Desember 2017 10:54

Polisi Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen Negara

PONTIANAK- Diberitakan Rakyat Kalbar, Satuan Reskrim Polresta Pontianak membongkar sindikat pembuatan…

BANYAK..!! Ada 4.236 Temuan dan 9.649 Rekomendasi

AKHIRNYA…Bandara Supadio Tersemat Nama Kubu Raya

Setelah STIKES, Kini Pengurus Yarsi Laporkan Mantan Dosen

Bripda Enisepa Agatha, Polwan Pertama Membawa Anjing Pelacak Bahan Peledak

Pelacakan Bahan Peledak, Anjing dan Pawangnya Sudah 90 Persen Mati
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .