UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 11 Oktober 2017 09:44
Rabies Kian Menyebar di Sekadau, Bocah Lima Tahun Kritis Digigit Anjing
DIISOLASI. Sentia Resa diisolasi di ruang perawatan anak RSUD Sekadau dengan kedua tangan terikat, Selasa (10/10) siang. ABDU SYUKRI

PROKAL.CO, SEKADAU- Hewan Penular Rabies (HPR) masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar. Gigitan anjing kembali menambah jumlah penderita rabies. Sentia Resa bocah lima tahun asal Dusun Saka Tiga, Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu dirawat intensif di ruang isolasi perawatan anak RSUD Sekadau sejak Selasa (10/10) pagi. Bocah perempuan ini sakit setelah digigit anjing di rumahnya, dua pekan lalu.

“Saya lupa tanggal pastinya. Tapi anak saya itu digigit anjing sekitar dua minggu lalu,” tutur Bali, 49, ayah Sentia dijumpai Rakyat Kalbar di ruang perawatan anak RSUD Sekadau, kemarin sore, seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Tim medis RSUD Sekadau memutuskan Sentia dirawat inap. Kondisi kesehatannya memprihatinkan dan tergolong kritis. Sentia kerap berteriak dan sulit diajak komunikasi. Tim medis terpaksa mengikat kedua tangannya ke bangsal, karena selalu ingin berontak.

 “Suaranya juga berubah lain. Sejak tadi malam (kemarin malam, red) dia gelisah dan berubah suaranya seperti itu,” ujar Bali. Sentia Sesa merupakan anak ketiga pasangan Bali dan Yuliana Sewan, 43. Anak pertamanya bernama Rita Runita, 29 tahun. Sementara anak keduanya Mariana Sereti yang berumur 26 tahun.

Kepada awak koran ini, Bali menceritakan kronologis anaknya digigit anjing. Tragisnya, anjing yang menggigit sang anak merupakan anjing piliharaan mereka sendiri.  “Saya itu punya dua anak anjing yang baru lepas susu (selesai masa menyusui, red). Yang satu sudah mati, yang satu saya pilihara,” beber Bali. 

Namun, kejanggalan mulai terlihat di anjing yang dia pilihara tersebut. Anjingnya mulai mengejar kucing sehingga dia pun memutuskan untuk merantai anjing tersebut menggunakan rantai bekas sepeda. Namun saat hendak merantai anjingnya, binatang tersebut berontak dan lepas dari tangan Bali. Secara tiba-tiba anjing itu menyerang dan menggigit punggung belakang Sentia yang sedang duduk di pintu depan.

 “Saya di teras. Anjing lepas dan langsung gigit anak saya. Setelah digigit itu, saya tangkap lagi dan saya rantai,” ungkap Bali. Keesokan paginya, lanjut Bali, anjing tersebut ditemukan mati dengan tali rantai terlilit di lehernya. Celakanya, bangkai anjing itu malah dimakan oleh tetangga Bali.

“Beberapa hari setelah digigit itu, baru anak saya demam. Saya bawa ke Puskesmas di Rawak (Kecamatan Sekadau Hulu, red). Anak saya disuntik dan diberi obat. Tapi saya bawa pulang ke kampung lagi,” tuturnya.

Namun kemarin malam, bocah tersebut menunjukkan gejala berbeda. Dia gelisah dan bertindak berbeda dari anak lainnya. “Waktu dibawa ke kampug, kami obati dengan obat kampung. Maklum anak saya ini tidak ada BPJS. Baru tadi kami bawa ke sini,” ungkap Bali. Ibunda Sentia, Yuliana Sewan tampak terpukul dengan kejadian itu. Sembari mengurusi sang anak, Sewan tampak beberapa kali menangis. “Tadi malam anak saya berontak dan menggigit jari telunjuk saya dan bapaknya,” tutur Sewan sembari memperlihatkan bekas gigitan di telunjuk tanggan kanannya. Sewan dan suami pun sudah divaksinasi. Hal itu dilakukan untuk mencegah keduanya tertular.

Tim medis RSUD Sekadau rencananya mau langsung merujuk Sentia ke rumah sakit di Kota Pontianak. Namun karena alasan keluarga yang diduga kesulitan biaya, Sentia pun hanya dirawat di RSUD Sekadau.  “Dugaan sementara, virus rabiesnnya sudah menyebar ke otak korban,” kata salah seorang petugas medis di RSUD Sekadau.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Syahdiman mengatakan, pihaknya sudah mengurusi BPJS Sentia. “Sudah kita buatkan BPJS melalui program Penerima Bantuan Iuran Jamkesda,” kata Syahdiman.

Dia yang ikut mendatangi Sentia ke RSUD Sekadau memastikan BPJS korban sudah aktif saat itu juga. “Karena itu, kita menyarankan pihak keluarga untuk membawa korban ke Kota Pontianak. Apalagi kondisi korban sudah seperti itu,” ujar Syahdiman. (abdusukri/rk)


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Sedang Mandi, Bocah 8 Tahun Disambar Buaya

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Dikerjai Pengguna Jasa hingga Berhadapan dengan Aplikasi Tuyul
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .