UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Rabu, 11 Oktober 2017 09:23
Puluhan Rumah Terendam, Ratusan Warga Mengungsi
RAKIT. Warga terpaksa menggunakan rakit untuk melintasi banjir yang menggenangi Nanga Mahap, Selasa (10/10). BPBD-PK FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, NANGA MAHAP- Tingginya curah hujan tiga hari terakhir di pedalaman Sekadau, membuat aliran sungai meluap. Di Kota Mahap, warga terpaksa mengungsi karena rumahnya terendam banjir, Selasa (10/10) dinihari.  “Warga Dusun Tanjung, Desa Nanga Mahap yang rumahnya terendam banjir. Sudah ada yang mengungsi ke tempat tetangga yang rumahnya tidak kebanjiran,” kata Agus Adi, warga Nanga Mahap, Selasa pagi.

Dilansir Rakyat Kalbar, banjir mulai meninggi sejak Senin dinihari karena hujan deras yang mengguyur daerah Nanga Mahap sejak Senin (9/10) sekitar pukul 19.00 wib hingga tengah malam. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Mahap. Banjir terparah melanda Dusun Tanjung dan Pasar Mahap. “Ketinggian air terus meningkat. Sekarang ketinggian mencapai 60-150 centimeter,” papar Adi.

Ahyung, warga lainnya mengatakan, banjir menggenangi jalan protokol dalam Kota Mahap. “Akses transportasi masyarakat tersendat,” katanya.  Untuk melewati genangan banjir, warga terpaksa menggunakan rakit dan perahu karet. Beruntung, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Sekadau, Ir. H. Akhmad Suryadi, MT membenarkan kondisi banjir tersebut. “Air naik seketika setelah hujan yang mengguyur Mahap,” kata Akhmad.

Dia pun menginstruksikan puluhan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD-PK untuk meluncur ke lokasi. Tim membawa perahu karet dan peralatan penanggulangan banjir. “Tim kita juga sudah melakukan pendataan korban banjir. Kita masih melakukan monitoring perkembangan di lapangan,” tegasnya.

Berdasarkan data BPBD-PK Sekadau, sedikitnya ada 38 rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Dari 38 rumah itu, jumlah jiwanya tercatat 171 orang. “Lebih dari 600 warga terdampak. Terparah berada di RT 2 sampai RT 4 Dusun Tanjung dan RT 4 Dusun Seberang Sekadau,” pungkas Akhmad.

Tak hanya di Mahap, sore harinya, air banjir dari Mahap sudah mulai menerjang sebagian daerah di Kecamatan Nanga Taman yang berada di hilir Nanga Mahap. “Kiriman banjir dari Mahap sudah mulai melanda Nanga Koman dan Nanga Mongko, Kecamatan Nanga Taman,” ujar Kapolsek Nanga Taman, Ipda Arisman.

Menurut Arisman, banjir dengan ketinggian lebih dari 50 centimeter tersebut membuat akses jalan menuju Nanga Mongko dan Nanga Koman tersendat. “Warga terpaksa menggunakan rakit untuk melintas,” kata Arisman.  (Abdu Syukri, Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:52

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

SEKADAU- Ribuan anjing peliharaan dan anjing liar di Sekadau terancam meregang nyawa. Ya, kasus rabies…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:18

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

SEKADAU- Dua hari dalam keadaan gawat karena terjangkit virus Rabies, Sentia Resa menghembuskan nafas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:06

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

 Perajin rotan di Sambas makin terjepit. Salah satu perajin bernama Muslihad mengungkapkan, membuat…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:05

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

SAMBAS- Produk rotan tak kunjung membaik di Kalbar, khususnya di Kabupaten Sambas. Menurunnya nilai…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:21

Kualitas DAS di Kalbar Menurun, Begini Akibatnya

PONTIANAK- Daerah aliran sungai atau DAS di Kalbar, kualitasnya semakin tahun semakin menurun. Hal ini…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:29

Tambang Ilegal Merajalela, Sungai Terancam Tercemar

SAMBAS- Pencemaran sungai di Sambas sudah sangat meresahkan warga, dampak dari pertambangan ilegal.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:18
Jelang

Warga Bercocok Tanam di Malaysia, Ini yang Dilakukan Danrem dan Pemerintah

Masalah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan, belumlah tuntas. Yang pasti, Malaysia mengizinkan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27

Gara-Gara Ini, Truk CPO Masuk Parit

SAMBAS- Truk tangki milik CV Ayukng Dirie yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) masuk parit di kawasan…

Senin, 02 Oktober 2017 11:58

Kehidupan Transmigran asal Semarang di Kayong Utara Membaik

MATA-MATA- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi warga trasmigrasi asal Semarang yang bermukim…

Senin, 02 Oktober 2017 11:34

Cuaca Ekstrem, Nelayan Takut-Takut Melaut

MEMPAWAH- Pemanasan global (global warming) telah memicu perubahan musim di Kalbar semakin tidak menentu.…

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

Lagi, Polisi Perbatasan Sita Barang Ilegal

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

Kelola Sawah Itu Mesti Serius

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

MASYAALLAH..!! Formasi Guru Kontrak Cuma 150, yang Daftar Ribuan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .