UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:24
Tak Mudah Jaga Tapal Batas Negara
TAK TERURUS. Bangunan dan akses jalan serta jembatan di Perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, yang tidak berfungsi dan butuh perhatian segera dari pemerintah, Rabu (3/10). KURNADI

PROKAL.CO, Di usianya yang ke-72, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tak kenal lelah menjalankan fungsi menjaga kedaulatan Negara. Digawangi Kodam XII Tanjungpura, TNI Kalbar punya tugas pokok tambahan: menjaga perbatasan dengan Malaysia. Yang, tentu saja, tidak mudah.  “Selain menjaga patok perbatasan wilayah kedua Negara, ancaman nyata adalah penyundupan barang ilegal, terutama Narkoba," tutur Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf. Tri Rana Subekti, dihubungi Rakyat Kalbar, Rabu (4/10).

Kata dia, Kodam Tanjungpura berbeda dengan beberapa Kodam lainnya. Sesuai amanat UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, Kodam XII juga bertugas menjaga perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia yang terbentang sepanjang sekitar 849 kilometer.

Sejak Panglima Kodam saat ini menjabat, Mayjen TNI Andika Perkasa, Tri Rana menyebut, lebih 55 kilogram penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu berhasil digagalkan Satuan Penugasan Pengaman Perbatasan (Satpamtas). “Menjadi kebanggaan bagi prajurit dan satuan itu sendiri, ketika bertugas mengamankan perbatasan berhasil menggagalkan penyelundupan musuh bersama bangsa, yaitu Narkoba," ucapnya.

Demi meyakinkan masyarakat Kalbar bahwa Kodam XII Tanjungpura bisa menjalankan tugasnya dengan baik, sejak kemarin (4/10), ada pameran alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang dimiliki tiga matra TNI. Yang dipamerkan di halaman Markas Kodam Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, itu mulai dari senjata perorangan, beregu, hingga yang berukuran raksasa seperti tank.

 “Rencananya terbuka untuk masyarakat umum sampai Kamis (5/10),” terang Tri Rana.  Ia juga mengatakan, akan ada aksi dari  penerbangan pesawat tempur TNI AU yang membelah udara Pontianak. Sejumlah Hawk 100/200 dari Skadron Udara 1 yang  berbasis di Lanud Supadio tersebut melakukan fly pass di atas Markas Kodam hari ini, bertepatan dengan HUT ke-72 TNI.

 “Dirgahayu ini dijadikan momentum untuk menunjukkan, bahwa TNI AD, AL, dan AU, dengan segala kekuatan dan sumber daya, hadir di Kalbar, siap melindungi kedaulatan negara. Ini pun menunjukkan pertanggungjawaban kepada masyarakat bahwa tentara itu di sini dan melindungi bangsa ini,” tandasnya.

Senada, Dandim 1202 Singkawang, Letkol Inf. Abd. Rahman. Kata dia, pihaknya hanya mencoba mengamankan perbatasan. Soal infrastruktur, lanjutnya, tentunya merupakan koordinasi pemerintah setempat.

Menjaga kedaulatan NKRI dari masuknya barang terlarang dan tanpa dokumen yang sah jauh lebih mudah di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Pemerintah pusat bahkan telah menambah fasilitas x-ray di sana.

 “Kita sudah ada empat x-ray di border, x-ray di kedatangan ada satu yang berada di dalam PLBN, di dalam PLBN nya lagi ada satu, di boot luar ada satu  dan x-ray keberangkatan ada satu, jadi ada empat. Sudah lebih dari cukup sementara ini,” kata Kasi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Entikong, Tedy Kusuma Wijaya kepada wartawan belum lama ini.

Akhir tahun ini pemerintah berencana menambah x-ray mobile yang bisa me-scan semua kendaraan pengangakut yang melewati PLBN. “Jadi sampai di ban mobilnya, di rodanya bisa difoto,” ungkap dia.  Ia pun memastikan, dengan peralatan yang sudah lengkap tersebut semua barang dan orang yang lewat diperiksa. “Sekarang gini, tidak ada pengecualian saja kadang-kadang masih kedengar ada yang lolos, apalagi kalau dipilih-pilih,” ujarnya.

Ditegaskan Tedy, PLBN Entikong adalah satu-satunya perbatasan negara yang memiliki peralatan lengkap. “Kalau untuk border, Entikong jauh lebih banyak dibandingkan border yang lain. Dan kami saat ini juga punya dua ain scan. Ain scan itu alat yang diusap di tubuh. Kita juga ada siber 5000 dan kita juga punya alat untuk membaca bahan peledak, saya lupa namanya apa, tapi itulah saat ini yang ada di kita,” katanya.

Dengan dilengkapinya sarana dan prasana di border saat ini, diakui Tedy berdampak pada pengungkapan kasus. Tahun 2015, Bea Cukai berhasil mengungkap dua kasus, 2016 tujuh kasus dan hingga Sebtember 2017 ada empat kasus. Secara jumlah dengan satuan kilogram juga terjadi peningkatan. Tahun 2015 tangkapan pertama 4,5 kilo gram, tangkapan kedua 500 gram, 2016 totalnya atas tujuh penindakan kurang lebih 29 kilo gram, sementara 2017 kurang lebih 26 kilo gram.

Atas penambahan sarana dan prasarana tersebut, Tedy menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah mendukung kerja Bea Cukai Entikong untuk mengawasi keluar masuknya barang dan orang. “Tahun 2016 kita dapat hibah dari Kementerian PU yang diserahkan kepada pengelola PLBN kepada Bea Cukai, ada dua x-ray yang dikasikan ke kita,” bebernya.

Untuk petugas saat ini, dikatakannya, sebanyak 102 orang. “Di border ada kurang lebih 40-an orang, dan itu gabung, ada yang melakukan pengawasan dan ada yang melakukan pelayanan,” katanya.

Cukupkah? Tedi mengatakan relatif.  “Kalau cuma untuk kegiatan yang di luar border seperti pengawasan rokok, operasi pasar dan sebagainya masih kurang, karena wilayah kerja luas sehingga kalau dihitung dari SDM tentu masih sangat kurang. Wilayah kerja kami itukan luas, Sanggau, Sekadau dan Melawi sehingga pemeriksaan yang kami lakukan hanya spot cek saja,” bebernya.

Tak hanya melakukan pengawasan di jalur resmi, Bea Cukai juga melakukan pengawasan di jalur tikus. Namun pengawasan yang dilakukan petugas tidak bisa dilakukan setiap malam, tetapi hanya spot cek.

“Termasuk penangkapan 10,4 kilo gram sabu bulan lalu, itu hasil dari kegiatan kami di jalur tikus dari bulan Juni yang berhasil kami ungkap awal Sebtember kemarin,” tandas Tedy. (Ambrosius Junius, Kurnadi, Kiram Akbar/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 10:18

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual

SAMBAS- Sepanjang 2017 ini, angka peradilan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum mengalami penurunan…

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

MIRIS..!! Sudah 122 Anak di Sambas Jadi Korban Kekerasan Seksual
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .