UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:23
Jagoi Babang Harus Segera Dibangun
TAK TERURUS. Bangunan dan akses jalan serta jembatan di Perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, yang tidak berfungsi dan butuh perhatian segera dari pemerintah, Rabu (3/10). KURNADI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Menjaga tapal batas Indonesia-Malaysia di Kalbar memang tidak gampang. Beberapa border serba terbatas fasilitasnya. Contohnya pintu perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. 

Kantor border Jagoi Babang yang sangat terbengkalai. Penuh semak belukar, dinding banyak yang jebol, lantai masih dicor semen, dan berdebu. Atap dan plafon bangunan tersebut pun usang dan tampak tua. Begitu juga dengan akses jalan menuju ke sana. Dibuat melingkar namun terputus dan masih berkerikil. Sejumlah titik rawan longsor. Sedangkan dua buah jembatan menuju titik Nol Indonesia-Malaysia mulai lapuk. Lantai jembatan dari kayu, beberapa sudah rusak. Dan, masih sempit, hanya bisa dilewati satu unit kendaraan roda empat.

Yang paling memilukan adalah kondisi bangunan PDAM di atas bukit. Tidak terurus, reservoir yang terdiri dari enam buah tidak terisi air. Jalan di bawah PDAM tersebut pun retak dan tergerus hingga nyaris longsor. Selain itu, dinding penahan yang terbuat dari batu susun juga rawan rubuh. Sejumlah pipa hilang sehingga tidak bisa mengalirkan air.

Dedeng, sejak dilantik menjadi Kepala Desa Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, pada tanggal 20 September 2017 lalu, telah mewanti-wanti rawannya border tersebut. Kata dia, desanya yang berbatasan langsung dengan Malaysia seharusnya mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

 “Walaupun saat ini belum ada terjadi terkait radikalisme, namun dengan maraknya masuk narkoba dan barang-barang illegal, mestinya kita menjadi perhatian serius,” ucap Dedeng, Rabu (3/10).  Pembangunan di wilayah tersebut, diakui dia, selama ini tidak ada fungsinya. “Padahal kami berharap banyak kepada pemerintah, kalau membangun di desa kami ini harus memiliki fungsi, manfaat untuk masyarakat,” tuturnya. 

Khusus  PDAM, kata dia, airnya bersumber dari mata air di Serikin, Malaysia. Padahal, menurut Dedeng, di sekitar Desa Jagoi Babang ada sumber air. “Namun, kenapa harus menggunakan air yang kotor dan tidak layak? Di sana (Serikin,red) kan ada aktivitas warga yang berkebun sawit, yang sering disemprot menggunakan racun dan limbah. Dibuang ke sungai,” bebernya.Imbuh Dedeng, “Kemudian pabrik sawit juga limbahnya dibuang ke sungai yang airnya jadi sumber PDAM Jagoi Babang, sehingga ini dikatakan tidak bermanfaat, karena tidak mungkin kami mengkonsumsi air yang tidak layak". katanya.

Dikonfirmasi, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang, Obaja SE, MSi menyebut, perbatasan Jagoi Babang menjadi kewenangan dari Badan Pengelola Perbatasan. “Pemkab Bengkayang hanya merapikan saja wilayah perbatasan,” tuturnya kemarin (4/10).

 Ia menyatakan, dalam waktu dekat, beberapa kementerian akan meninjau langsung kondisi di Border Jagoi Babang. “Memang ada beberapa pembangunan yang tidak berfungsi, sehingga ini akan menjadi perhatian utama pemerintah,” tandas Obaja. (Ambrosius Junius, Kurnadi, Kiram Akbar/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…

Rabu, 06 Juni 2018 14:29

Banjir Masih Menerjang Melawi, Perekonomian Semakin Terpuruk

MELAWI - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Melawi. Khususnya yang berada di pesisir…

Rabu, 06 Juni 2018 14:27
14 Kapal Pencuri Ikan Ditangkap

APA MAKSUD..!!?? Lihat Petugas, Nelayan Vietnam Bakar Kapalnya

PONTIANAK- Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian…

Rabu, 06 Juni 2018 14:25
Stok Vaksin ORI dan Rabies Aman

Ternyata, Kabupaten Ini yang Paling Banyak Minta Vaksin Rabies

PONTIANAK- Stok vaksin Outbreak Response Imunization Difteri (ORI) dan rabies di Kalbar dipastikan cukup.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .