UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 02 Oktober 2017 11:58
Kehidupan Transmigran asal Semarang di Kayong Utara Membaik
KUNJUNGAN. Walikota Semarang meninjau warga transmigrasi asal Semarang di desa Sungai Mata-mata. KAMIRILUDDIN

PROKAL.CO, MATA-MATA- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi warga trasmigrasi asal Semarang yang bermukim di Desa Sungai Mata-Mata, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Rabu (27/9) lalu. Kedatangannya disambut langsung Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun memuji peran Pemkab Kayong Utara. “Ini merupakan warga Semarang yang mengikuti program transmigrasi tahun 2012 ke Kabupaten Kayong Utara dan tinggal di Desa Sungai Mata-Mata," terangnya.

Menurutnya, saat ini kondisi sejumlah warga transmigrasi asal Semarang telah mengalami kemajuan. Apalagi untuk penghasilan per bulan guna mencukupi kebutuhan sehari-hari juga sudah ada. “Saat ini kita lihat mereka sudah memperoleh penghasilan bulanan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan cara menjual hasil dari perkebunan termasuk dari hasil panen sawit. Meskipun belum cukup maksimal," terangnya.

Sementara itu, mengenai lokasi warga transmigrasi di Kayong Utara, Hendrar Prihadi menambahkan, khususnya yang terdapat warga Semarang sudah baik. Terlebih untuk jalan menuju ke lokasi sudah terdapat akses jalan yang bagus.

“Salah satunya sudah ada akses jalan dengan pengerasan serta fasilitas lain seperti sekolah juga sudah ada. Artinya ini proses kependudukan yang telah berhasil. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami akan mengirim warga transmigrasi lagi," bebernya.

Sejauh ini jumlah kepala keluarga warga Semarang yang mengikuti program transmigrasi di Kayong Utara sebanyak 60 KK. "Dari tahun 2012 hingga kini warga transmigrasi sudah ada 60 Kepala Keluarga yang ada di Kayong Utara," ulasnya.

Melalui program transmigrasi yang merupakan fungsi dari penyebaran penduduk ke daerah. Salah satunya di Kabupaten Kayong Utara. “Saya bagian dari saudara mereka datang ke sini untuk memastikan kehidupan mereka. Setelah mengambil pilihan bertransmigrasi pasti harus lebih baik," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga transmigrasi asal Semarang yang ada di Desa Mata-Mata, Sutrisno mengatakan, saat ini dirinya beserta sejumlah warga transmigrasi lainnya sudah berada di Kayong Utara selama lima tahun.  “Alhamdulillah, dengan transmigrasi di Kayong Utara untuk peningkatan ekonomi sudah ada. Mengenai keamanan disini cukup aman dan saya rasa kita di sini sudah merasa cukup baik," tuturnya. (Kamiriluddin/rk)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:52

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

SEKADAU- Ribuan anjing peliharaan dan anjing liar di Sekadau terancam meregang nyawa. Ya, kasus rabies…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:18

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

SEKADAU- Dua hari dalam keadaan gawat karena terjangkit virus Rabies, Sentia Resa menghembuskan nafas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:06

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

 Perajin rotan di Sambas makin terjepit. Salah satu perajin bernama Muslihad mengungkapkan, membuat…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:05

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

SAMBAS- Produk rotan tak kunjung membaik di Kalbar, khususnya di Kabupaten Sambas. Menurunnya nilai…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:23

Puluhan Rumah Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

NANGA MAHAP- Tingginya curah hujan tiga hari terakhir di pedalaman Sekadau, membuat aliran sungai meluap.…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:21

Kualitas DAS di Kalbar Menurun, Begini Akibatnya

PONTIANAK- Daerah aliran sungai atau DAS di Kalbar, kualitasnya semakin tahun semakin menurun. Hal ini…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:29

Tambang Ilegal Merajalela, Sungai Terancam Tercemar

SAMBAS- Pencemaran sungai di Sambas sudah sangat meresahkan warga, dampak dari pertambangan ilegal.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:18
Jelang

Warga Bercocok Tanam di Malaysia, Ini yang Dilakukan Danrem dan Pemerintah

Masalah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan, belumlah tuntas. Yang pasti, Malaysia mengizinkan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27

Gara-Gara Ini, Truk CPO Masuk Parit

SAMBAS- Truk tangki milik CV Ayukng Dirie yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) masuk parit di kawasan…

Senin, 02 Oktober 2017 11:34

Cuaca Ekstrem, Nelayan Takut-Takut Melaut

MEMPAWAH- Pemanasan global (global warming) telah memicu perubahan musim di Kalbar semakin tidak menentu.…

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

Lagi, Polisi Perbatasan Sita Barang Ilegal

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

Kelola Sawah Itu Mesti Serius

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

MASYAALLAH..!! Formasi Guru Kontrak Cuma 150, yang Daftar Ribuan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .