UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 02 Oktober 2017 11:37
NGERI..!! Sudah Tembus 826 Kasus Rabies, 9 Tewas
ilustrasi

PROKAL.CO, SANGGAU- Kasus rabies di Kalbar, khususnya kabupaten Sanggau sudah sangat mengkhawatirkan. Hingga akhir September 2017, infeksi virus rabies di Kabupaten Sanggau mencapai 826 kasus. Sembilan orang di antaranya meninggal. Meski trend kasus meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau justeru mengaku langkah-langkah yang diambil dalam penanganan kasus tersebut sudah tepat.

“Dari 826 kasus itu, yang meninggal ‘hanya’ sembilan orang. Artinya dari persentase itu, kesimpulannya di kita (Dinkes, red) di hilir, langkah-langkah yang diambil sudah pas. Tinggal di hulunya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Jones Siagian.

Dilansir Rakyat Kalbar, ia menceritakan ketika rapat dengan bersama dan DPRD, bulan lalu, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Sanggau mengaku kekurangan tenaga untuk melakukan vaksinasi hewan.

Seperti diketahui, penanganan rabies dibagi menjadi dua: hulu dan hilir. Di hulu merupakan kewenangan Disbunak, untuk menvaksin hewan. Sementara Dinkes menangani di hilir. Artinya para pasien yang telah tertular virus tersebut.

Dalam rapat itu, Jones mengaku sempat ‘menawarkan’ tenaga kesehatan yang notabenenya di bawah Dinkes, membantu Disbunak memvaksin anjing. Mengingat penyebaran virus ini sudah massal, lanjut Jones, tak mungkin hanya mengandalkan tenaga dari Disbunak.  “Kita (Dinkes) kan di semua desa punya bidan. Tapi pastikan dulu pengamanannya sebelum divaksin. Artinya dia (bidan) tahu lah, tiap bulan melakukan imunisasi bayi maupun ibu hamil, kalau hanya anjing saja kan tidak masalah. Tinggal dikasih tahu saja mana lokasi yang akan divaksin,” katanya.

Namun yang harus dilakukan sebelum melakukan vaksinasi, adalah mendata jumlah anjing seluruh Kabupaten Sanggau. Didata KK mana saya yang memiliki anjing. Kepala Desa dan Kepala Dusun juga harus dilibatkan.

 “Katakan ada 800 dusun. Setiap dusun mengkoordinir 15-20 KK. Tinggal kita jadwalkan. Karena ada bidan kan, tinggal droping lalu vaksin. Artinya kalau itu bisa lakukan, akan cepat menurun,” terangnya.  Untuk memastikan penanganan rabies dilakukan dengan benar, Ketua Komisi D, Robby Sugianto, SE, berencana memanggail Dinkes dan Disbunak, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Komisi B, sebagai mitra kerja Disbunak.

 “Awal bulan ini paling tidak. Kami akan menekankan kepada mereka, memberikan saran dan masukan dan sudut pandang kami selaku Komisi D,” katanya. Menurutnya, terpenting dalam pencegahaan rabies adalah sosialisasi. Dan itu harus dilakukan terus-menerus. Pasalnya tingkat pemahaman masyarakat, kata Robby, berbeda-beda. “Ada daerah yang pemahaman masyarakatnya mungkin belum tidak seperti yang cepat tanggap. Ada juga harus berkali-kali kita ingatkan sampai mereka memahami apa itu rabies, bagaimana cara menanganinya, apa bahayanya dan apa tindakan pertama yang harus dilakukan ketika gigitan pertama,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar Disbunak mendata hewan-hewan peliharaan maupun anjing-anjing liar yang berpotensi menyebarkan virus rabies. “Tentu tidak hanya dengan mendata saja, tentu harus ada tindakan, sebelum hal ini terjadi. Dinas kita minta tidak bosan-bosan, untuk menyampaikan terkait bahaya rabies ini,” pungkasnya. (Kiram/rk)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 12:51
Kapolda Pimpin Sertijab Kapolres Ketapang

Minta Maaf, Mantan Kapolres Ketapang Akui Kesalahan

PONTIANAK- Serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Ketapang dan Singkawang dilaksanakan di Mapolda…

Minggu, 15 Juli 2018 12:39

Kalbar Berpotensi Jadi Sumber Pangan Dunia

PONTIANAK- Tidak hanya di Indonesia, Kalimantan Barat berpotensi besar menjadi daerah sumber pangan…

Minggu, 15 Juli 2018 12:37
Pantau Titik Api, Antisipasi Kabut Asap

Kemarau, BPBD Pontianak Lakukan Patroli

PONTIANAK- Beberapa pekan Kota Pontianak tak diguyur hujan. Selama kemarau, kebakaran lahan berpotensi…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:17
Heboh Plang Kantor Bersama Polri dan Polisi Tiongkok

Polisi Tiongkok Dua Kali Lobi Sunario

PONTIANAK - Rupanya, Biro Keamanan Publik Resor Suzhou Tiongkok sudah dua kali mendatangi Polres Ketapang…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:10

Gara-Gara Plang Kantor Polisi Bersama dengan Tiongkok, Kapolres Ketapang Dicopot

PONTIANAK- Derasnya viral plang Kantor Polisi Bersama Kepolisian Negara Indonesia Provinsi Kalimantan…

Sabtu, 14 Juli 2018 12:05

WADUH GAWAT..!! Kabut Asap Mulai Selimuti Kalbar

PONTIANAK- Musim kemarau telah tiba. Kalbar mulai diselimuti kabut asap. Hujan lama tak turun. Cuaca…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:53
Polemik Plang Kerja Sama Polisi Indonesia dan Tiongkok di Ketapang

CATAT..!! Kerjasama Internasional Harus Sesuai Prosedur

PONTIANAK- Sebenarnya kerjasama internasional dibolehkan. Bahkan diperlukan dalam kaca mata hukum internasional.…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:45
Polisi Tiongkok Ajak Polres Ketapang Bikin Kantor Polisi Bersama

Langsung Sodorkan Plang, Warganet pun Heboh

PONTIANAK- Warganet dihebohkan dengan beredarkan foto plang kantor polisi bersama dengan Biro Keamanan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:42
12.000 Warga Indonesia Tewas Setiap Tahun

MIRISNYA..!! Ada 1,57 Persen Penduduk Kalbar Pengguna Narkoba

PONTIANAK- Narkoba menjadi musuh bersama. Butuh keterlibatan semua pihak memberantas peredaran gelap…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:39

Gara-Gara Barang Ini, Sudah 18 Orang Divonis Mati

PONTIANAK- Barang bukti hampir 20 Kg sabu, 2.000 ekstasi dan 4.000 happy five dimusnahkan di lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .