UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 02 Oktober 2017 10:27
Tujuh Ribu Batang Sosis Malaysia Disita
SOSIS MALAYSIA. Inilah sosis Malaysia yang diamankan dari Junaidi. POLISI FOR RK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Peredaran barang-barang ilegal asal Malaysia masih marak terjadi di Kota Pontianak. Penyelidikan Polsek Pontianak Kota. Sebanyak 20 dus sosis yang masing-masing berisi 32 bungkus asal negara tetangga berhasil disita di Pasar Sentral (Pasar Mawar), Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Pontianak Kota, Sabtu (30/9).

Sosis yang diduga ilegal tersebut disita dari tangan Junaidi, warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Ia diamankan bersama barang bukti saat hendak menyerahkan sosis yang per bungkusnya berisi sebelas batang tersebut kepada pembelinya di Pasar Sentral. Kapolsek Pontianak Kota, Kompol Dedi Mulyadi pengungkapan penyelundupan sosis asal Malaysia tersebut berkat informasi masyarakat.

Setelah adanya informasi itu, ia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengintaian. Dalam pengintaian itu, terlihat seseorang yang dicurigai sedang menyerahkan sosis ilegal kepada seorang pedagang di pasar tersebut.

“Oleh anggota, langsung menyergap pelaku atas nama Junaidi itu. Saat ditanya dokumen resminya, pelaku tidak dapat menunjukannya. Sehingga dia langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dedi, Minggu (1/10) dilansir Rakyat Kalbar.

Bersama barang bukti 20 kotak sosis ilegal asal Malaysia bermerek Ayamadu Smoked Trankfurters dan mobil Avanza putih yang digunakan untuk mengangkut sosis itu, Junaidi langsung digiring ke Polsek Pontianak Kota. Hasil pemeriksaan, Junaidi mengaku jika sosis tersebut memang berasal dari Malaysia. Ia membelinya dari seseorang yang berada di perbatasan.

“Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, untuk menelusuri apakah ada keterlibatan pelaku lainnya,” tegas Dedi. Saat ini, Junaidi dan sejumlah barang bukti masih diamankan di Polsek Pontianak Kota. Dia terancam tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp360 juta sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan UU Nomor 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara dan atau denda Rp2 miliar.

“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui adnaya barang ilegal untuk menginformasikan kita. Sekecil apapun informasi itu, kami pasti akan menindaklanjuti informasi tersebut,” imbaunya. Disisi lain, temuan ini merupakan bagian kecil dari kemungkinan praktik penyelundupan di pasar-pasar maupu di pergudangan lainnya. Untuk itu, kepolisian diminta aktif melakukan penyelidikan terkait dugaan penyelundupan ini.

 “Ya kami sebagai warga minta juga kepada kepolisian untuk melakukan pengecekan di pasar-pasar atau pergudangan. Karena tidak menutup kemungkinan di sana juga ada penyeludupan. Tangkapan sosis di Pasar Sentral ini hanya contoh kecil,” kata Rahman, salah seorang warga yang ditemui di Pasar Sentral, Minggu (1/10).

Apalagi kata pria 45 tahun asal Pontianak Timur ini, kepolisian di perbatasan banyak mengungkap upaya-upaya penyelundupan barang dari Malaysia. “Nah, yang ketangkap itu banyak, apalagi yang mungkin lolos. Kita mana tahu habatnya pelaku penyelundupan,” cetusnya disela-sela membaca berita Harian Rakyat Kalbar terkait Polres Bengkayang yang melakukan pengungkapan dugaan penyelundupan barang asal Malaysia.  (Achmad Mundzirin/rk)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:30
Rumah Terbakar, Rayakan Lebaran Numpang Orangtua

Harta Benda Ludes, Pesanan Kue Dibatalkan

Idul Fitri tahun ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Ancah dan keluarganya. Bagaimana tidak,…

Kamis, 21 Juni 2018 12:10

Lebaran ke Rumah Besan, Pulang Rumah Terbakar

PONTIANAK- Ramdhani hanya bisa bersabar. Rumahnya yang terletak di Gang Cendana 4, Jalan Cendana, Kelurahan…

Jumat, 15 Juni 2018 13:50
Rumah Zakat Kalbar Himpun Donasi Umat

Warga Pinggiran Kapuas Jadi Target Penyaluran

Jelang Idul Fitri, aktivitas Rumah Zakat Kalbar semakin sibuk. Lembaga ini setia menanti umat yang ingin…

Rabu, 13 Juni 2018 13:16

Frans Tidak Ada Sebut Bom

PONTIANAK- Pihak keluarga Frantinus Nirigi pelaku candaan bom dalam pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta…

Selasa, 12 Juni 2018 14:59

Dianggap Pemeriksaan Tak Sesuai SOP, Satpol PP Diprotes

PONTIANAK- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak mendapat komplain dari masyarakat,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:53
Jajanan Legenda Sejak Zaman Nenek Datok

Sotong Pangkong, Selalu Ramai di Malam Suci Ramadan

Ramadan memang bulan berkah. Banyak tradisi yang lahir di bulan suci umat Muslim ini. Di antaranya kuliner.…

Selasa, 12 Juni 2018 14:49

Transportasi Air Masih Jadi Andalan Pemudik

PONTIANAK- Musim mudik Idul Fitri tahun ini, transportasi air masih jadi andalan masyakat Kalbar. Terbukti,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:48

Melawan Perampok, Ibu Rumah Tangga Luka Serius

PONTIANAK- Masyarakat tampaknya harus berhati-hati dari segala kemungkinan. Karena, kejahatan pencurian…

Rabu, 06 Juni 2018 15:24

Stok Beras di Pontianak Cukup 6 Bulan, BBM akan Ditambah

PONTIANAK- Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyampaikan, dalam menyambut dan…

Rabu, 06 Juni 2018 15:21
Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2018

Kapolresta Belum Beri Rekomendasi Takbir Keliling

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah membuat pengamanan Idul Fitri 1439 H/2018. Arus mudik angkutan darat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .