UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 26 September 2017 12:43
Remaja Pakai Kaos Bergambar Adegan Seks
Masuk Konten Porno? Polisi Masih Selidiki
Remaja yang kedapatan pakai kaos bergambar adegan seksual.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kepala Polresta Pontianak, Kombes Purwanto. Ia sudah memerintahkan intelijen Polresta melakukan penyelidikan kemarin (25/9). Satuan Intelkam diinstruksikan untuk menelusuri siapa dan apa di balik komunitas atau sekumpulan anak muda yang mengenakan kaos bergambar tak patut tersebut.

"Kita belum tahu apa maksud dari itu, gambar dan tulisan yang dipakai oleh sekumpulan anak muda itu, makanya siapa yang menjadi ketua dalam perkumpulan itu akan kita panggil," tegas Purwanto. Imbuh dia, "Pemanggilan dimaksudkan untuk mengetahui maksud pemakaian baju kaos tersebut kepada mereka".

Jika memang itu benar konten porno dan tulisan yang dimaksud juga bagian dari konten porno, Purwanto menyayangkan pemakaian kaos tersebut. “Harusnya tidak begitu. Kita panggil dulu mereka, karena harus ada penjelasan dari mereka," tegasnya. Ia mengimbau kepada anak-anak muda. Harus cerdas dalam membuat atau bergabung dalam sebuah komunitas. Jangan sampai atribut seperti pakaian atau barang yang dipakai malah tidak sesuai dengan norma-norma publik.

"Orangtua juga harus mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak beraktivitas di luar rumah malah menyimpang," pinta Purwanto.  Di sisi lain, Psikolog Pontianak, Maria Nofaola, SPsi., MPsi., menyatakan, bisa jadi para pemakai kaos “Ikeh” ini memakainya hanya untuk gaya-gayaan. Mungkin saja, itu lagi trend dan hangat-hangatnya dibicarakan, atau dalam istilah sekarang: gaul maupun kekinian.

"Dengan hal-hal seperti itu, mereka bangga menggunakannya, padahal itu mengandung unsur pornografi," tutur Maria.  Psikolog Klinis di RSIA Anugerah Bunda Khatulistiwa ini meminta para pemakai kaos tersebut tidak dihakimi telah melakukan hubungan seksual. Kalaupun sudah pernah melakukan hubungan seksual, ia menyebut, bukan berarti memakai kaos tersebut untuk menunjukkan mereka suka seks.

"Saya rasa itu tidak menunjukkan identitas mereka. Menurut saya mereka belum berani sampai ke situ. Lebih dominan ke arah kegaulan (trendy)," ujarnya. Dengan semakin majunya teknologi, ia menganalisa, standar kepatutan di mata pemakai kaos itu bisa saja luntur. Karena mudahnya film-film porno didapat dan ditonton.

Nah, jika para pemakai kaos telah terdeteksi dan mengaku sebagai geng atau komunitas, mereka harus diberikan edukasi. Jika para pemakai kaos menyatakan pernah melakukan hubungan seksual, harus ditanamkan pemikiran bukan berarti boleh melakukannya lagi sebelum menikah.

Artinya, kata Maria, mereka harus tahu tentang seks, penularan penyakit akibat hubungan tersebut, serta harus ditanamkan ulang pendidikan norma dan agama. "Kalau mereka sudah melakukan, bukan berarti mereka sudah tidak berharga lagi, lalu melakukan dengan seseorang. Bukan berarti tidak bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Edukasi dan terapi harus ada untuk mengembalikannya sebagai remaja," paparnya.

Dan, dikatakannya, keluarga mempunyai peran penting. “Jika sudah terjadi sesuatu hal, orangtua harus menerima anaknya kembali, tetap menerimanya,” pinta Maria. Ia juga menganalisa, apa yang dilakukan anak-anak atau remaja itu merupakan peralihan menuju dewasa. Ada proses perubahan dalam otak mereka, ada perkembangan otak yang membuat mereka bertindak dulu baru berpikir belakangan.

"Kita sebagai orang tua harus memahami mereka, kita punya tanggung jawab, mereka yang berbuat salah bukan untuk disalahkan tetapi dirangkul, dinasihati. Karena kita harus paham bahwa mereka action dulu baru berpikir. Kita dahulu juga mengalami hal seperti itu, ada fasenya," pungkasnya. (Rizka Nanda, Maulidi Murni, Achmad Mundzirin/rk)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .