UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 26 September 2017 12:41
PUBLIK GEGER..!! Remaja Pontianak Pakai Kaos Bergambar Adegan Begituan...
TAK SENONOH. Gambar para pemakai kaos bergambar tak senonoh dengan tulisan “Ikeh” yang konon berarti enak, terus dan terus. Foto diambil saat CFD di Pontianak. CAPTURE DI MEDIA SOSIAL FACEBOOK

PROKAL.CO, PONTIANAK- Warganet Pontianak digegerkan sebuah postingan di media sosial Facebook. Unggahan tersebut berisi gambar enam remaja tanggung berjalan santai saat Car Free Day (CFD) di Pontianak. Sayangnya, empat diantara mereka, dua remaja perempuan dan dua remaja laki-laki, mengenakan kaos warna hitam bergambar konten pornografi yang vulgar.

Belum cukup sampai di situ, pada baju kaos empat anak itu pun tertera tulisan “Ikeh”, yang diterjemahkan dari bahasa Jepang ke Indonesia berarti enak terus dan terus. "Car FREE day Pontianak, mhn diviralkan biar ditangkap nih bocah2 ( untuk dibina/ peringatan keras), agar tidak ada lagi yang beginian. CFD area umum banyak anak-anak yang liat.* Ikeh ( bahasa Jepang) artinya enak, terus dan terus," tulis pemilik akun Zayn di grup Pontianak Informasi (RI) yang direpostnya dari akun Agmaza Marta.

Spontan banyak netizen segera melontarkan komentar pedas di postingan tersebut. "Otak otak mesum budak budak sekarang," tulis akun Tono Bejo. Yang bikin para netizen semakin mengurut dada adalah tempat para remaja itu berjalan. Tepat di depan halaman Masjid Raya Mujahidin, Pontianak. "Didepan halaman masjid agi tuhh die berdiri... Mane akhlak budak ni didepan rumah Allah... Sungguh memprihatinkan," sambut pemilik akun Ishaq Qadrie.

Dilansir Rakyat Kalbar, pemilik akun Muhammad Azhar Rangkuti berkomentar lebih pedas. "Generasi micin campor belacan," tulisnya. Dan masih banyak netizen yang mengupload ulang postingan tersebut. Imam Syahrani, satu diantara warganet, menyatakan hatinya miris melihat foto postingan tersebut. Ia menilai perbuatan anak-anak itu akibat kurangnya perhatian orangtua.

“Kalau orang tua bisa didik anaknya dengan benar, InsyaAllah benarlah anak tersebut, kalau orang tua acuh tak acuh Allahualambihsahwab yang penting itu pengawasan yg tepat dari orang tua. Kemudian lingkungan tempat tinggal mereka juga bisa mempengaruhi,” tegas dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui maksud para remaja tersebut mengenakan pakaian bergambar tak senonoh. Kalaupun itu candaan, gurauan, atau sebut saja untuk unjuk kekinian, tetap saja tidak layak dipertontonkan di depan publik. Walaupun, status anak bawah umur dilindungi oleh Negara.

"Dia (anak-anak) tidak boleh melanggar etika, kebiasaan, yang sudah diatur oleh Negara, yaitu berakhlak mulia. Walaupun itu (hanya,red) gambar, tetap salah," tegas Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Kalbar, Achmad Husainie, dihubungi via selular, Senin (25/9). Ia menyatakan, budaya Indonesia menjunjung tinggi kesopanan dan kesantunan. Dalam UUD pun, anak-anak diminta negara untuk menjalankan kewajibannya. Diantaranya berakhlak mulia.

KPAID, ditegaskan Achmad, akan membuat semacam tim kecil bersama Dinas Sosial Kota Pontianak. Nantinya akan mendeteksi siapa dan dimana tempat tinggal anak-anak pemakai baju Ikeh. Selanjutnya akan diberikan penyuluhan, yang juga ditujukan kepada orangtua mereka. "Jika dia berada di luar daerah, kita akan meminta bantuan sama yang terkait di daerah. Itu harus ada tindaklanjutnya. Dan tidak bisa hanya komentar tetapi habis itu hilang, kita akan cari tahu ini, siapa mereka dan dimana tempat tinggalnya," sebutnya.  (Rizka Nanda, Maulidi Murni, Achmad Mundzirin/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Kamis, 21 Juni 2018 12:02

NGAKU SULIT..!! Mendata TKA Ilegal di Kalbar

PONTIANAK- Dari segi keterampilan, tenaga kerja Kalimantan Barat dianggap masih rendah. Sehingga perusahaan…

Jumat, 15 Juni 2018 13:47

Tangkap Tukang Palak di Perbatasan, Bupati Puji Polisi

SAMBAS- Tiga warga di perbatasan Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia…

Jumat, 15 Juni 2018 13:46

Palak Sopir di Border Aruk, Tiga Warga Setempat Diciduk

SAMBAS- Tiga warga di perbatasan Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .