UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Senin, 25 September 2017 12:26
DBD di Kapuas Hulu Mengganas

Tembus 113 Kasus, Dinkes Bagikan Abate dan Fogging

BERI ASAP. Petugas kesehatan tengah melakukan fogging di Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, Sabtu (24/9). Hal ini dilakukan untuk memberantas nyamuk—Andreas/RK

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Demam Berdarah Dengu (DBD) masih menghantui warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus berupaya menekan angka kasus wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini masih melanda sejumlah daerah diwilayah tersebut.

Catatan Dinkes, sudah mencapai 113 kasus DBD yang terjadi. Maka dari itu, Dinkes terus berupaya mencegah penyebaran DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk seperti di Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara. Di desa ini terjadi penularan yang cukup tinggi. Bahkan belum lama ini satu anak meninggal dunia karena terserang DBD.

Kepala Dinkes Kapuas Hulu dr. Harisson, M. Kes menyampaikan DBD bukan hanya terjadi di Kapuas Hulu, namun di sejumlah kabupaten lainnya di Kalbar. Seperti di Sambas, Ketapang, Bengkayang, termasuk Kota Pontianak.

 “Pemerintah Daerah Kapuas Hulu sudah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap kasus DBD,” katanya ketika melakukan penyuluhan DBD ke Desa Datah Diaan, Sabtu (23/9) kemarin.

Dikutip dari Rakyat Kalbar, sejauh ini kata Harisson, sudah dua orang meninggal di Kapuas Hulu akibat DBD. Salah satunya Yohan Bek warga Desa Datah Diaan.  “Oleh karenanya, kami intensif melakukan pemberantasan sarang nyamuk di Desa Datah Diaan dengan cara fogging dan pembagian abate kepada masyarakat setempat,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melibatkan masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk, terutama yang terdapat pada penampungan air. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kapuas Hulu, Ade Hermanto, S.KM menambahkan, jumlah 113 kasus DBD itu meningkat hanya dalam beberapa hari.

 “Penanganan wabah DBD itu perlu kerja sama kita semua termasuk masyarakat, dengan menerapkan 3M, yaitu menguras, mengubur serta menutup tempat penampungan air secara rutin,” ajak Ade.

Wabah DBD yang terus meningkat seperti yang terjadi di Desa Datah Diaan ini menyebabkan masyarakat setempat ketakutan. Bahkan mereka berfikir harus mengungsi, karena takut tertular. Hal ini diakui Lusianus Uve, Penanggungjawab Desa Datah Diaan. “Memang ada warga mau mengungsi ke ladang, karena memang kebiasaan dulu apabila penyakit menular seperti korela, warga mengungsi ke pondok ladang,” katanya.

Namun lanjut Uve, keinginan warga untuk mengungsi itu kandas seiring kerap diberikan pemahaman oleh sejumlah pihak, baik dari petugas kesehatan maupun dari pihak kecamatan.  “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian petugas kesehatan yang melakukan fogging dan membagikan abate untuk pemberantasan sarang nyamuk,” ucap Uve.

Sementara itu, Camat Putussibau Utara Abdul Aziz pernah mendapat laporan dari masyarakat, jika ada warga Desa Datah Diaan yang ingin meninggalkan kampungnya. Namun menurut Azis jika warga mengungsi ke tempat lain untuk menghindari DBD bukanlah suatu solusi, malah akan menimbulkan masalah baru dan bisa saja menimbulkan penyakit baru.

 “Harusnya itu bagaimana kita memberantas sarang nyamuk agar DBD tidak datang lagi, bukanya kabur. Kalau kabur nanti, akan menambah pekerjaan polisi yakni menjaga rumah warga dari pencuri,” ucap Aziz. (Andreas/rk)


BACA JUGA

Selasa, 13 Februari 2018 09:49

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

SINGKAWANG- Selama Operasi Panah Kapuas 2018, jajaran Polres Singkawang berhasil mengungkap 18 kasus…

Jumat, 09 Februari 2018 11:06

Pulang ke Rumah Bocah 6 Tahun Nangis, Ternyata Dia Abis Dibeginikan…

SANGGAU- Sebut saja namanya Melati. Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun di Kecamatan Kapuas, Kabupaten…

Jumat, 09 Februari 2018 11:00

Warga Surabaya Dua Bulan Terlantar di Puskesmas Entikong

ENTIKONG- Hampir dua bulan, Ida Susilawati warga Surabaya, Jawa Timur terlantar di Puskesmas Entikong,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:48

Perahu Terbalik Dihantam Gelombang, Satu Hilang

MELAWI- Dayang Konoi, seorang warga Desa Nanga Nuak, Kecamatan Ella Hilir tenggelam di Sungai Melawi,…

Jumat, 09 Februari 2018 10:47

Ngambek, Kakek 82 Tahun Minggat

SEKADAU- Ludin warga Dusun Jerajau, Desa Engkersik, Kecamatan Sekadau Hilir, menghilang sejak 25 Januari…

Rabu, 07 Februari 2018 10:30

Malam-Malam Pakaian Dinas Lengkap, Ngapain Karolin ke RSUD Landak ?

NGABANG- Bupati Karolin Margret Natasa tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Rumah Sakit…

Rabu, 07 Februari 2018 10:28

NGERI..!! Lihat Nih, Truk Bermuatan 7,9 Ton Pupuk Masuk Jurang

SEKADAU- Dump truk bermuatan 7,9 ton pupuk masuk jurang di Jalan Sekadau-Sintang (Merdeka Timur), KM…

Rabu, 07 Februari 2018 10:26

Lokasi Bekas PETI Jadi Wadah Mandi, Polisi Cek Kandungan Merkuri

MANDOR- Bersama jajarannya, Kapolsek Mandor Iptu Anuar Syarifudin mengecek kondisi lokasi wisata Tebing…

Rabu, 07 Februari 2018 10:24

UNIK..!! Bekas Tambang Ilegal Jadi Lokasi Wisata

MANDOR- Belakangan ini lokasi Tebing Teman Main (TTM) menjadi viral. Hampir setiap hari lokasi yang…

Rabu, 07 Februari 2018 10:22

Haus, Minum Saat Gelap, Tak Tahunya Tenggak Racun

MELAWI- Rebinus, warga Desa Belaban Ella, Kecamatan  Menukung, Kabupaten Melawi initerpaksa dibawa…

MENGEJUTKAN..!! Truk dari Malaysia Mencurigakan, Saat Diperiksa Ternyata…

Maling Motor Menggila di Kapuas Hulu

Lagi-Lagi BKSDA Sita Orangutan Peliharaan Warga

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

KD Gantung Diri, Ada Surat Terikat di Lengannya, Ini Isinya..
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .