UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 25 September 2017 11:36
BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies
KORBAN GIGITAN ANJING. Siren, 10 memperlihatkan luka di betis kirinya akibat diserang anjing rabies, Kamis (21/9). Foto diambil Minggu (24/9). KURNADI

PROKAL.CO, BENGKAYANG- Anjing penular rabies kembali menyerang warga Kabupaten Bengkayang. Kasus ini mengulang sejarah pahit yang dialami warga pada 2016 silam. Kali ini hewan penular rabies (HPR) itu menyerang warga Desa Tubajur dan Desa Bangun Sari, Kecamatan Teriak, Bengkayang. Sudah delapan warga yang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Teriak.

 “Kasus ini mengingatkan kami pada tahun 2016 lalu. Puluhan warga tertular virus rabies. Kini anjing rabies kembali menyerang warga,” kata Kepala Pengelola Program UKBM (Upaya Kesehatan Bersumberdaya Manusia) Puskesmas Teriak, Aldrio Yuhada, Sabtu (23/9).

Dia mengaku Puskesmas Teriak sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bengkayang. Diharapkan adanya langkah pencegahan dan pemberian VAR (Vaksin Anti Rabies). “Selama September ini sudah ditemukan delapan kasus gigitan. Itu yang terdeteksi, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya,” ucap pria yang akrap disapa Rio ini.

Dari delapan korban itu, enam diantaranya merupakan warga Desa Tubajur. Dua kasus lainnya di Desa Bangun Sari. Semua korban adalah anak-anak. “Dengan kembali merebaknya kasus anjing rabies ini, harapan kami Pemkab Bengkayang bertindak cepat. Segera menangani kasus ini agar tidak merebak ke daerah lainnya di Kecamatan Teriak,” tegas Rio.

Koordinasi antarlembaga harus rutin dilakukan. Khususnya petugas kesehatan, masyarakat, perangkat desa melalui kepala desa dan Pemkab. “Kasus gigitan anjing terakhir yang kami tangani, korbannya seorang anak bernama Siren (10 tahun). Jenis kelamin perempuan yang beralamat di Dusun Angkamp, Desa Bangun Sari, Kecamatan Teriak,” ujar pria 40 tahun ini.

Dilansir Rakyat Kalbar, Siren merupakan murid kelas V SDN 02 Sebente, Kecamatan Teriak. Putri pertama pasangan Iyes Unyil dan Eva Arnat ini digigit anjing penular rabies, Kamis (21/9) lalu. “Ada dua warga kita yang diserang dan digigit anjing diduga rabies,” kata Kepala Desa Bangun Sari, Joko Ono, 44, Minggu (24/8).

Dia mengaku kaget, saat apel triwulan Jumat (22/9) di Kantor Camat Teriak, diberi informasi oleh Plt Camat, Busmet, ada warganya yang digigit anjing diduga rabies. Korban digigit Kamis (21/9) sekitar pukul 15.00 wib.   “Usai upacara saya segera mendatangi korban. Syukurlah, ternyata orangtua korban segera memberikan pertolongan dengan membawa anaknya ke Polindes Desa Bangun Sari. Tak lama seorang petugas Puskesmas Teriak bernama Tomas memberikan suntikan vaksin untuk cegah rabies,” Jelas Joko.

Dia mengaku, hari ini, Senin (25/9) akan melayangkan surat ke Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) melalui UPT Diskes KB Puskesmas Teriak, mengusulkan pemberian vaksin anti rabies kepada warganya. “Harapan kami selaku kepala desa, agar Pemkab mengambil langkah pencegahan terhadap permasalahan ini. Jangan sampai kasus ini semakin besar dan banyak warga yang menjadi korbannya,” tegas Joko.

Ditemui di kediamannya, Eva Arnat, 32, ibu Siren mengaku, putrinya tiba-tiba diserang anjing saat bermain bersama teman-temannya. Pulang ke rumah dia menangis menunjukan betisnya yang sudah berlubang akibat digigit anjing.  “Ketika sedang main lompat-lompatan, tiba-tiba anjing tetangga depan rumah menyerang. Siren menangis melihat banyak darah mengalir di betisnya. Karena panic, saya sempat memberikan pertolongan awal dengan mencuci betis anak saya dengan sabun dan diberi obat oles luka,” jelas Eva.

Merasa khawatir, Eva membawa Siren ke Polindes Peranuk dan diobati oleh bidan. Rencananya Kamis (28/9) mendatang dia akan kembali membawa putrinya ke Puskesmas Teriak untuk mendapat suntikan vaksin kedua. “Terkahir akan diberikan suntikan vaksin ketiga untuk cegah rabies. Semoga anak saya tidak kenapa-kenapa,” kata Eva.  (Kurnadi/rk)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Kamis, 21 Juni 2018 12:02

NGAKU SULIT..!! Mendata TKA Ilegal di Kalbar

PONTIANAK- Dari segi keterampilan, tenaga kerja Kalimantan Barat dianggap masih rendah. Sehingga perusahaan…

Jumat, 15 Juni 2018 13:47

Tangkap Tukang Palak di Perbatasan, Bupati Puji Polisi

SAMBAS- Tiga warga di perbatasan Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia…

Jumat, 15 Juni 2018 13:46

Palak Sopir di Border Aruk, Tiga Warga Setempat Diciduk

SAMBAS- Tiga warga di perbatasan Aruk, Sajingan, Kabupaten Sambas yang berbatasan dengan Sarawak, Malaysia…

Selasa, 12 Juni 2018 15:03

Mudik Lebih Irit, Kapal Laut Tetap Diminati

PONTIANAK- Makin dekat Lebaran di Pelabuhan Dwikora Pontianak, penumpang akan bertolak menuju Pelabuhan…

Selasa, 12 Juni 2018 15:02

Kapolda Pantau Pengamanan di Bandara Supadio

PONTIANAK- Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono melakukan pemantauan arus mudik Idul Fitri di Bandara…

Selasa, 12 Juni 2018 14:57

ADUH..!! Wanita Cantik asal Sekadau dan Anaknya Hilang

SEKADAU-. Kornelius S (59), warga Desa Gonis Tekam, Kecamatan Sekadau Hilir itu tampak khawatir dengan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:55
Tradisi Sambut Lebaran, Pontianak Siap-siap Menggelegar

‘Perang’ Kian Dekat, Pinggir Kapuas Siagakan 295 Meriam

Festival meriam karbit diselenggarakan 15 - 16 Juni 2018. Permainan tradisional Kota Pontianak ini digelar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:31

Kuasa Hukum Bantah Cornelis Memojokkan Suku dan Agama Tertentu

PONTIANAK- Setakat ini, jagad dunia maya Kalbar dihebohkan video mantan Gubernur Cornelis. Yang dianggap…

Rabu, 06 Juni 2018 15:02

LOH KOK..!! Lagi Berdakwah, 8 Warga India Diamankan

BENGKAYANG- Sedang berdakwah di Masjid Al-Taqwa Dusun Kendaik Desa Cempaka Putih Kecamatan Suti Semarang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .