UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 24 September 2017 11:26
Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia
KULMINASI MATAHARI. Jajaran pejabat Pemkot Pontianak dan Sultan Pontianak ke-IX Sy Mahmud (Melvin) Alkadri beserta undangan mendirikan telur pada pukul 11.35 wib di Tugu Khatulistiwa Pontianak Utara, Sabtu (23/9). MAULIDI MURNI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam yang dikenal dengan kulminasi matahari.  Ya, seperti diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, tepatnya di Kota Pontianak.

Nah, pada waktu tertentu masyarakat dapat menyaksikan fenomena alam, menghilangnya bayangan benda dan telur dapat berdiri tegak. Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu diantara 21-23 Maret dan 21-23 September. Nah, acara puncak Kulminasi Matahari, Sabtu (23/9), kemarin.

Pada puncak peringatan yang dilaksanakan kemarin itu, banyak tamu dari luar negeri yang berdatangan untuk menyaksikan kulminasi. Bahkan ada juga yang melakukan penelitian.  “Ini merupakan event tingkat nasional dan hanya ada di Kota Pontianak. Kalaupun ada di tempat lain, itu di tengah hutan dan di lautan,” jelas Sy Saleh.

Pengunjung asal Jerman, Sebastian yang juga salah seorang crew Discovery Channel mengaku sudah ketiga kalinya mengunjungi Indonesia. Ini pertama kalinya dia ke Kota Pontianak. Dirinya sangat yakin akan kembali lagi di kota Khatulistiwa ini. “Ini kota terpanas di Indonesia yang pernah saya kunjungi,” katanya seperti dilansir Rakyat Kalbar.

Tidak hanya itu, walaupun sudah beberapa minggu berada di Kota Pontianak, Sebastian tidak mengetahui adanya kulminasi matahari. Dia mengetahui dari seorang temannya, mengatakan ada titik kulminasi di Kota Pontianak. Makanya dirinya pun memutuskan harus menyaksikan serta memfilmkannya.  “Ini sangat menarik, saya pikir Indonesia adalah negara yang sangat luar biasa untuk dikunjungi. Ini sangat hebat. Dan untuk membuat film di sini juga mudah, karena banyak sekali orang yang ramah, banyak tempat yang bagus, banyak sekali. Aku rasa ini adalah hadiah bagi para crew ketika berada di Indonesia,” jelas Sebastian.

Ya, untuk menyaksikan fenomena itu, Pemkot Pontianak menjadikannya sebagai agenda tahunan yang difokuskan di Tugu Khatulistiwa, Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Sebelum dimulainya acara puncak, dimana telur berdiri tegak, para pengunjung maupun pejabat yang hadir disajikan dengan berbagai hiburan. Warga begitu antusias menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Pemkot Pontianak itu. Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar Kalbar seperti Jakarta, Jogja maupun Aceh turut menyaksikan. Bahkan wisatawan luar negeri dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jerman dan Kanada.

Mendekati waktu puncak kulminasi pukul 11.35 wib, Wakil Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MT dan Sultan Pontianak ke-IX Sy Mahmud (Melvin) Alkadri beserta undangan menuju tempat yang telah disiapkan untuk mendirikan telur. Terlihat telur berdiri tegak, walaupun ada beberapa butir yang butuh waktu cukup lama untuk didirikan.

 “Agenda tahunan ini memang dipusatkan di Tugu Khatulistiwa. Setiap tahun kita selalu ingin berinovasi melakukan kreativitas dengan menampilkan budaya dan kesenian dengan menghadirkan beberapa tamu baik dari lokal ataupun internasional untuk memeriahkan kulminasi matahari,” kata Edi Rusdi Kamtono.

Menariknya, menurut Edi, acara kulminasi matahari ini diliput oleh media internasional. Diantaranya Discovery Channel, NHK dan Medoa Canada, khusus datang ke Kota Pontianak untuk menyaksikan acara ini.  “Dengan diliputnya agenda ini oleh beberapa media internasional, tentunya Kota Pontianak akan lebih dikenal oleh dunia. Pastinya akan lebih berinovasi untuk membuat dan menciptakan hal-hal yang baru. Tentunya menyiapkan diri untuk bisa menjadikan Pontianak berkelas dunia,” ungkapnya.

 “Kota Pontianak sangat indah, penduduk yang ramah walaupun sedikit panas cuacanya, tetapi sangat menyenangkan. Dan ini menjadi semangat dan daya tarik sendiri bagi wisatawan yang datang ke Kota Pontianak,” sambung wakil wali kota.

Di sisi lainnya, Pemkot Pontianak juga membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkreasi di kota ini. Menciptakan apa saja yang berkaitan dengan sosial budaya, kesenian, olahraga maupun Iptek.

 “Ke depan kita sedang menyempurnakan infrastruktur kawasan Tugu Khatulistiwa yang ditetapkan sebagai kawasan budaya dan pariwisata. Ini menjadi destinasi wisata unggulan Kota Pontianak. Karena ini satu-satunya di Indonesia. Titik kulminasi akan jadikan kegiatan tidak hanya skala lokal, tetapi internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Sy Saleh menjelaskan, kulminasi matahari adalah fenomena yang tidak bisa ditemukan di hari lainnya. Saat itu telur bisa berdiri, apabila air dijatuhkan, maka putarannya tidak serah jarum jam. “Padahal biasanya searah jarum jam. Tidak ada daya tarik menarik, karena tepat berada di titik nol,” jelas dia.  (Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

Rabu, 15 November 2017 16:16

PARAH..!! Jalan Nasional Berlubang hingga Berbentuk Kolam

PONTIANAK- Layaklah jika daerah di Kalimantan menuntut perlakuan yang adil dari pemerintah pusat. Bagaimana…

Rabu, 15 November 2017 16:04

Di Kabupaten Inilah, Surganya Illegal Logging

Pembalakan hutan secara liar di Kalbar terus berlangsung. Mungkin, kalau pepohonan menjulang yang merupakan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .