UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Minggu, 24 September 2017 11:21
JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya
GIRING. Anggota Dit Polair Polda Kalbar menggiring dua warga yang menyetrum ikan ke Marmit Patroli Tanjung Pulau. OCSYA ADE CP

PROKAL.CO, PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak tegas. Nah, belum lama ini, Direktorat Polair Polda Kalbar menangkap warga yang menyetrum ikan di Sungai Kapuas, sekitar belakang Mako Brimob Polda Kalbar, Sungai Raya.

Pelakunya tidak ditahan, hanya diberikan surat peringatan yang disaksikan Ketua RT setempat. Begitu juga sejumlah barang bukti disita. Dengan tujuan, agar memberi efek jera kepada pelaku lainnya. Namun tidak seperti yang diharapkan. Masih saja ada dua warga yang terang-terangan menyetrum ikan, Jumat (22/9) pagi. Tepatnya di Sungai Kapuas, sekitar Gang Teladan, Kubu Raya. Warga yang mengetahui hal itu langsung melapor ke Dit Polair.

Tak menunggu lama, sekira pukul 11.45, anggota Markas Unit (Marnit) Patroli Tanjung Pulau Dit Polair Polda Kalbar bergegas menuju lokasi yang dinformasikan. Setibanya di sana, ditemukan dua warga menggunakan perahu bermesin berwarna oranye sedang menyetrum ikan.

 “Anggota melakukan pengamanan dan pemeriksaan terhadap dua orang di sampan yang diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap yang dilarang, yakni alat setrum listrik,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Kalbar, AKBP Gusti Maychandra melalui Kasi Tindak, Kompol Dudung Setiawan, Sabtu (23/9) siang.

Hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan dua unit accu sebagai sumber energi untuk menyetrum ikan, alat pengubah arus listrik dari AC ke DC, jaring, kabel listrik serta sejumlah ikan dan udang hasil tangkapan sebanyak empat kilogram.

 “Atas bukti kuat itu, kedua pelaku digiring ke Marnit Patroli Tanjung Pulau untuk dilakukan pemeriksaan oleh Unit Gakkum,” tegas Dudung. Kedua warga tersebut adalah Sulaiman alias Aket (42) warga Gang Bambu dan Andi (36) warga Gang Dasa Karya, Kampung Arang, Sungai Raya, Kubu Raya. Meski terbukti melakukan tindak pidana illegal fishing, sesuai dengan bukti di lapangan dan pengakuan, keduanya tidak dilakukan penahanan.

 “Mereka tidak ditahan. Kita hanya menyita alat-alat yang digunakan untuk menangkap ikan secara illegal ini. Dan membuatkan mereka surat pernyataan bahwa tidak akan mengulang kembali perbuatan menangkap ikan dengan alat setrum atau alat yang dilarang oleh Undang-undang. Ini disaksikan Ketua RT dan RW mereka,” tegas Dudung.

Ia berharap, meski tidak ditahan dan hanya dengan langkah penyitaan serta pembuatan surat pernyataan itu dapat membuat jera pelaku-pelaku lainnya. Masyarakat yang mengetahui tentang aturan inipun diajak bersama-sama memberi penyadartahuan kepada warga yang ingin mencoba menyetrum ikan.  “Kita sudah kerap mengimbau jangan menyetrum ikan atau menangkap dengan alat yang dilarang oleh Undang-undang. Jika masih ada yang melanggar, maka akan dihukum sesuai Undang-undang dan Perda. Adanya kasus ini harusnya menjadi contoh agar tak ada lagi yang menyetrum ikan,” tegas Dudung.

Undang-undang yang dimaksud adalah UU Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Perikanan, dalam pasal 84 dituliskan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal 6 tahun serta denda maksimal sebear Rp1,2 miliar. Sedangkan Peraturan Daerah (Perda) dimaksud adalah, Perda Kota Pontianak Nomor 3 Tahun 2004 dalam pasal 31 jo pasal 43 ayat 1 tentang ketertiban umum. (oxa)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 11:07

YAELAAA...!! Pupuk Negeri Tetangga Lebih Laku

SINTANG- Petani Lada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya Desa Wana Bhakti atau biasa…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:04

Amazing..!! Pelajar Sanggau Raih Predikat Peneliti Cilik Terunggul Nasional

SANGGAU- Luar biasa! Kabupaten Sanggau seperti tak henti-hentinya menelurkan siswa-siswi berprestasi,…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:02

Anjing Penyebar Rabies Harus Dimusnahkan

PONTIANAK- Kondisi Kalbar Tanggap Darurat Rabies harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi…

Rabu, 18 Oktober 2017 10:19

Dilarang Tebang Kayu, Nambang Emas dan Membakar Ladang, Begini Reaksi Warga...

PUTUSSIBAU- Karena dilarang tebang kayu, menambang emas dan membakar ladang, ratusan warga yang tergabung…

Senin, 16 Oktober 2017 12:23
Khazanah Budaya Dayak di Bumi Kalimantan Semakin Lengkap

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

PONTIANAK- Ditemukannya situs sejarah Dayak Selako berupa Parauman atau Bahaum di Dusun Batu Itam, Desa…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:44

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

SEKADAU- Serangan anjing gila alias hewan penyebar rabies (HPR) kian meluas di Kabupaten Sekadau, Kalbar.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:20

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin

SEKADAU- Bupati Sekadau, Rupinus menyempatkan diri melayat Sentia Resa di kamar jenazah RSUD setempat.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:10

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

PUTUSSIBAU- Sungai di pedalaman Kabupaten Kapuas Hulu mulai mengering. Nah, sudah menjadi tradisi warga…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:44

Rabies Kian Menyebar di Sekadau, Bocah Lima Tahun Kritis Digigit Anjing

SEKADAU- Hewan Penular Rabies (HPR) masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar. Gigitan…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:35

WIDIHH..!! Tiga Sapi Mati Gara-Gara Digigit Anjing Rabies, Lalu Dagingnya Dimakan Bersama

Anjing gila alias anjing terinfensi rabies kembali makan korban. Kali ini di Dusun Saka Tiga. Dusun…

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

Anjing Penyebar Rabies Harus Dimusnahkan

YAELAAA...!! Pupuk Negeri Tetangga Lebih Laku

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

Dilarang Tebang Kayu, Nambang Emas dan Membakar Ladang, Begini Reaksi Warga...

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin

Amazing..!! Pelajar Sanggau Raih Predikat Peneliti Cilik Terunggul Nasional
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .