UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Sabtu, 23 September 2017 13:14
Sungai Mandai Meluap, Banjir Tujuh Meter Rendam Tujuh Desa
BANJIR. Kondisi banjir yang merendam pemukiman warga dan fasilitas umum di Kecamatan Kalis, Kapuas Hulu. WARGA FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, KAPUS HULU- Bukan hanya di Kabupaten Melawi dan Sintang, banjir besar juga melanda Kapuas Hulu. Di Kecamatan Kalis, air sudah setinggi bumbungan rumah. Aktivitas di tujuh desa di kecamatan itu lumpuh.

Meluapnya Sungai Mandai mengakibatkan tujuh desa tergenang. Ketinggian air sudah mencapai tujuh meter merendam pemukiman. Belum ditemukan korban jiwa, begitu juga kerugian materil belum terindentifikasi.

“Dibanding tahun 2010 yang lalu, banjir kali ini paling besar,” tutur Camat Kalis Mahmud Syahdan, Jumat (22/9).

Melalui Rakyat Kalbar, banjir ini dikatakan paling besar dan terparah sejak 17 September 2017 lalu mengepung Desa Nanga Raun, Tapang Daan, Nanga Lebangan, Nanga Peniung, Segiam, Samarantau dan Kalis. Banjir kali ini terbesar yang di Kecamatan Kalis.

Syahdan mengatakan, banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Mandai akibat hujan beberapa hari terakhir. Rumah warga serta beberapa fasilitas umum di beberapa desa di kecamatan yang dia pimpin hanyut dan hilang dihantam banjir.  “Ada gedung sekolah, kantor desa, kolam ikan, ladang, ternak, perahu, rumah warga dan lainnya habis dibawa banjir,” papar Camat.

Namun kata Syahdan, kondisi terakhir banjir di wilayahnya berangsur surut. Jalan raya yang tak bisa dilalui, kini bisa dilintasi pengendara. Masyarakat di beberapa desa yang terdampak banjir memilih bertahan di rumahnya masing-masing sambil menjaga harta benda yang tersisa.

Saat ini kata Syahdan, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap kerugian materil yang dialami warganya. Data tersebut akan disampaikan ke Pemkab Kapuas Hulu. “Tapi dibidang penanggulangan bencana kabupaten sudah kami sampaikan musibah ini,” terangnya. Musibah banjir tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun warga yang menjadi korban sangat membutuhkan bantuan obat-obatan, sarana dan prasarana sekolah.

 “Karena akibat musibah tersebut buku pelajaran di sekolah banyak yang hancur. Lahan pertanian hancur semua dan butuh dibantu,” paparnya. Terpisah, Ketua Tagana Kapuas Hulu Muhammad Hatta menyampaikan, jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait musibah banjir yang dialami beberapa desa di Kecamatan Kalis. Tagana bergerak cepat, memungut sumbangan untuk membantu masyarakat.

 “Ya hari ini kami meminta sumbangan kepada donator, terutama melalui pengumpulan dana dari masyarakat di jalan-jalan,” katanya. Untuk hari ini kata Hatta, menurunkan 22 anggotanya dan disebar di Simpang Masjid Darussalam dan Pasar Pagi Putussibau untuk meminta sumbangan. “Aksi seperti ini akan kami lanjutkan terus sambil melihat kondisi yang ada,” ucapnya.

Sumbangan ini rencananya akan disalurkan langsung ke masyarakat korban banjir. Tagana segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. “Kita prihatin dengan musibah yang dialami oleh masyarakat di Kecamatan Kalis tersebut. Saya berharap masyarakat setempat diberi kesabaran dalam menghadapi ujian dan musibah banjir tersebut,” katanya. (Andreas & Rizka Nanda, Kalimantan Barat)


BACA JUGA

Minggu, 15 Oktober 2017 11:52

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

SEKADAU- Ribuan anjing peliharaan dan anjing liar di Sekadau terancam meregang nyawa. Ya, kasus rabies…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:18

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

SEKADAU- Dua hari dalam keadaan gawat karena terjangkit virus Rabies, Sentia Resa menghembuskan nafas…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:06

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

 Perajin rotan di Sambas makin terjepit. Salah satu perajin bernama Muslihad mengungkapkan, membuat…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:05

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

SAMBAS- Produk rotan tak kunjung membaik di Kalbar, khususnya di Kabupaten Sambas. Menurunnya nilai…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:23

Puluhan Rumah Terendam, Ratusan Warga Mengungsi

NANGA MAHAP- Tingginya curah hujan tiga hari terakhir di pedalaman Sekadau, membuat aliran sungai meluap.…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:21

Kualitas DAS di Kalbar Menurun, Begini Akibatnya

PONTIANAK- Daerah aliran sungai atau DAS di Kalbar, kualitasnya semakin tahun semakin menurun. Hal ini…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:29

Tambang Ilegal Merajalela, Sungai Terancam Tercemar

SAMBAS- Pencemaran sungai di Sambas sudah sangat meresahkan warga, dampak dari pertambangan ilegal.…

Sabtu, 07 Oktober 2017 13:18
Jelang

Warga Bercocok Tanam di Malaysia, Ini yang Dilakukan Danrem dan Pemerintah

Masalah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Camar Bulan, belumlah tuntas. Yang pasti, Malaysia mengizinkan…

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:27

Gara-Gara Ini, Truk CPO Masuk Parit

SAMBAS- Truk tangki milik CV Ayukng Dirie yang mengangkut Crude Palm Oil (CPO) masuk parit di kawasan…

Senin, 02 Oktober 2017 11:58

Kehidupan Transmigran asal Semarang di Kayong Utara Membaik

MATA-MATA- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyambangi warga trasmigrasi asal Semarang yang bermukim…

Gara-gara Rabies, Ribuan Nyawa Anjing Liar Terancam

Lagi, Polisi Perbatasan Sita Barang Ilegal

Perajin Rotan Sambas Tergerus Modernisasi

Kelola Sawah Itu Mesti Serius

Digigit Anjing Gila, Akhirnya Bocah Itu Meninggal Dunia

Makin Susah Dapat Rotan di Hutan

MASYAALLAH..!! Formasi Guru Kontrak Cuma 150, yang Daftar Ribuan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .