UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 20 September 2017 11:43
Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses
Almarhum Nice

PROKAL.CO,  PONTIANAK- Direktur YNDN, Devi Tiomana menyatakan pihaknya hanya memantau kasus bully yang menyebabkan bocah 11 tahun bernama Nice tewas. Sebab, keluarga korban sudah didampingi penasihat hukum. Namun, pihaknya tetap memberikan perhatian khusus karena yang terlibat adalah anak-anak di bawah umur.

Seandainya dari hasil penyelidikan, lanjut Devi, ternyata empat anak-anak yang diduga sebagai pelaku penganiayaan itu bersalah, maka dilakukan pembinaan sesuai dengan UU No. 11 tahun 2012. Bukan berarti dikembalikan kepada orangtuanya begitu saja.

Pembinaannya seperti apa, akan diputuskan oleh pihak terkait. "Hukumnya adalah pembinaan yang sesuai dengan kesalahannya. Rehabilitasi bisa dilakukan tergantung hasil diversi yang diputuskan oleh pihak-pihak terkait, yang ditetapkan oleh pengadilan," ujar Devi, Sabtu (16/9).

Ia menambahkan, hasil diversi —apakah pembinaan di Pontianak atau di luar Pontianak atau masuk ke pondok pesantren maupun dialihkan dari lingkungannya— masih membutuhkan pemeriksaan psikologis terhadap para pelaku. Tidak hanya itu, Devi menerangkan , UU tidak membenarkan anak di bawah 12 tahun yang melakukan tindak pidana apapun untuk diproses.

"Yang di atas 14 tahun boleh diproses tetapi tidak boleh ditahan sampai proses itu diputuskan oleh pengadilan. Tergantung pengadilan untuk dilakukan pembinaan di mana," paparnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain tidak boleh dibiarkan. Sebab, bisa saja para terduga pelaku kembali melakukan kepada anak-anak yang lainnya.

 “Itu yang harus diwaspadai,” tegas Devi. Namun, seandainya para terduga pelaku tidak bersalah, maka nama baiknya harus dipulihkan. Ia meminta pihak penyidik mencari tahu sebab pasti kematian korban kepada tim medis. "Apakah akibat dari pengeroyokan atau sebab lain, mungkin ini yang masih didalami. Sedangkan dari keterangan pelaku ada juga yang berbeda dan harus disinkronkan," bebernya.

Menurut dia, polisi harus memutuskan apakah anak-anak terduga pelaku tersebut bersalah atau tidak. Sebab, dalam kejadian itu, terdapat anak yang berumur 9, 10, dan 11 tahun, yang bakal trauma karena dibawa ke kantor polisi.

Mengenai tidak ditahannya pelaku, Devi menyebut, merupakan kewenangan penyidik. Anak-anak boleh saja dilakukan penahanan dalam kondisi tertentu. Misalnya, mendapat ancaman. Dalam situasi tersebut, penahanan merupakan bentuk perlindungan. (Achmad Mundzirin, Ambrosius Junius, Maulidi Murni/rk)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 11:07

YAELAAA...!! Pupuk Negeri Tetangga Lebih Laku

SINTANG- Petani Lada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya Desa Wana Bhakti atau biasa…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:04

Amazing..!! Pelajar Sanggau Raih Predikat Peneliti Cilik Terunggul Nasional

SANGGAU- Luar biasa! Kabupaten Sanggau seperti tak henti-hentinya menelurkan siswa-siswi berprestasi,…

Rabu, 18 Oktober 2017 11:02

Anjing Penyebar Rabies Harus Dimusnahkan

PONTIANAK- Kondisi Kalbar Tanggap Darurat Rabies harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi…

Rabu, 18 Oktober 2017 10:19

Dilarang Tebang Kayu, Nambang Emas dan Membakar Ladang, Begini Reaksi Warga...

PUTUSSIBAU- Karena dilarang tebang kayu, menambang emas dan membakar ladang, ratusan warga yang tergabung…

Senin, 16 Oktober 2017 12:23
Khazanah Budaya Dayak di Bumi Kalimantan Semakin Lengkap

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

PONTIANAK- Ditemukannya situs sejarah Dayak Selako berupa Parauman atau Bahaum di Dusun Batu Itam, Desa…

Minggu, 15 Oktober 2017 11:44

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

SEKADAU- Serangan anjing gila alias hewan penyebar rabies (HPR) kian meluas di Kabupaten Sekadau, Kalbar.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:20

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin

SEKADAU- Bupati Sekadau, Rupinus menyempatkan diri melayat Sentia Resa di kamar jenazah RSUD setempat.…

Sabtu, 14 Oktober 2017 12:10

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

PUTUSSIBAU- Sungai di pedalaman Kabupaten Kapuas Hulu mulai mengering. Nah, sudah menjadi tradisi warga…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:44

Rabies Kian Menyebar di Sekadau, Bocah Lima Tahun Kritis Digigit Anjing

SEKADAU- Hewan Penular Rabies (HPR) masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalbar. Gigitan…

Rabu, 11 Oktober 2017 09:35

WIDIHH..!! Tiga Sapi Mati Gara-Gara Digigit Anjing Rabies, Lalu Dagingnya Dimakan Bersama

Anjing gila alias anjing terinfensi rabies kembali makan korban. Kali ini di Dusun Saka Tiga. Dusun…

WOW..!! Situs Sejarah Parauman Ditemukan di Perbatasan

ASTAGA..!! Usai Menggigit, Anjing Itu Dibunuh Lalu Disantap Ramai-Ramai

Anjing Penyebar Rabies Harus Dimusnahkan

YAELAAA...!! Pupuk Negeri Tetangga Lebih Laku

WUIHHH…!! Lihat Nih, Warga Tangkap Ikan Besarrrrrr…!!!

Dilarang Tebang Kayu, Nambang Emas dan Membakar Ladang, Begini Reaksi Warga...

Masih Banyak Warga yang Menolak Anjingnya Divaksin

Amazing..!! Pelajar Sanggau Raih Predikat Peneliti Cilik Terunggul Nasional
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .