UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 14 September 2017 10:14
Guru SMP Diculik 20 Orang, Disiksa, Akhirnya Tewas
Keluarga korban berada di ruang perawatan saat korban meninggal.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Kekerasan hingga menyebabkan tewasnya seseorang kembali terjadi di Kalbar. Yang menjadi korban adalah Adrianus Amit, 47, guru SMP Negeri 2 Siantan, Pontianak, Kalbar. Adrianus tewas setelah dihajar sekitar 20 orang. “Tahunya dari anak,” tutur sang istri korban Endah Widayati (47)saat menunggui jasad Sang Suami yang sedang diotopsi di RSUD dr. Soedarso, Rabu (12/9) siang.

Dikonfirmasi tadi malam, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kalbar, Kombes Pol Asep Safrudin, menyatakan pihaknya dalam proses menyeldiki peristiwa tersebut.  “Itu memang benar, sekarang udah dilimpahkan ke Polda Kalbar pada tadi pagi,” terangnya.

Empat tersangka pun sudah ditetapkan. “Nanti akan terus dikembangkan, bagaimana nanti hasil dari pemeriksaan tersangka apakah ada tersangka baru, masih terus kita kembangkan,” pungkas Asep.

Istri korban, Endah Widayati mengaku tidak mengetahui secara persis kronologi peristiwa penganiayaan yang terjadi Sabtu (2/9) dini hari yang menyebabkan suaminya tewas. Sehari sebelum kejadian, ia tengah berada di Pulau Jawa. Endah mengawasi operasi anak sulungnya akibat cedera karena kecelakaan tiga tahun yang lalu.

Yang ia tahu, akhir pekan itu, Amit sedang berada di kediaman mereka, Jalan Khatulistiwa Gang Teluk Air Siantan Hilir. Hanya berdua saja dengan buah hati mereka yang paling kecil, Clara. Dari dalam kamarnya, diceritakan Endah, Clara mendengar suara dan orang yang sedang diseret. Bungsu berusia 16 tahun itu mencoba keluar dari kamarnya tetapi diadang oleh seorang pelaku di depan pintu.

Ketika Amit dibawa keluar, Clara juga keluar. Diperkirakan lebih dari 20 orang yang datang ke rumah itu. “Suami saya dimasukkan (ke sebuah mobil) lalu dibawa pergi, tidak tahu kemana. Tahu-tahu sudah sekitar pukul 01.30, dikasih informasi suami saya ada di IGD (RS) Antonius,”  ujar Endah.

Selama 11 hari di rumah sakit, suaminya tidak sadar alias koma. Endah menjelaskan, ada luka yang diakibatkan semacam benda tumpul pada bagian kepala kiri suaminya. Seperti tergores agak dalam dan mengeluarkan darah. Tidak hanya itu, ada juga luka memar di dagu kiri, serta gosong di bagian paha kanan maupun kiri yang di tengahnya terlihat tiga bekas tusukan.

“Saya orang awam hanya memprediksi itu kemungkinan seperti terkena ujung elektroda. Dugaan saya semacam entah disetrum atau gimana,” duganya. Pada lutut sebelah kanan almarhum Amit seperti dihantam suatu benda. Terdapat semacam bekas memar yang melintang di lututnya. Lebam juga tampak di punggung kiri belakang yang mengarah ke jantung dan bagian ketiak kiri.

“Meninggalnya hari ini (kemarin, 13/9) setelah ada cek untuk jantung, benar-benar dinyatakan tidak ada sekitar pukul 4.20," ucap Endah. Amit tidak pernah bercerita apa pun kepada istrinya. Namun, Endah menyebut, ada orang yang pernah menitipkan mobil. Ia tidak mengetahui siapa.

"Kalau masalah hutang-piutang, saya kira tidak ada. Saya tidak tahu pasti, karena kami masing-masing punya pekerjaan. Saya percaya dengan suami saya dan suami saya percaya dengan saya," tambahnya. Pada Minggu, 3 September, ia telah melaporkan hal ini ke polisi.

Usai otopsi, jenazah Amit akan dikebumikan di Salatiga, kota asal Endah. Ia menyatakan, suaminya senang ketika berada di sana. Kota yang sejuk dengan pemandangan sangat cantik. Ahli Forensik RSUD dr. Soedarso, dr. Monang Siahaan, Mked (For) yang mengotopsi jasad Adrianus Amit menjelaskan, korban meninggal dunia adalah luka di bagian kepala.

"Lebih cenderung dan prioritas ke rongga kepala, yaitu di bagian otak oleh pengaruh benda tumpul," ungkapnya. Sedangkan luka lainnya, menurut dia, hanya sebatas luka memar kecil. Luka di kaki yang diduga setrum, kata Monang, hanya lebam biru kecil dan tidak itu memengaruhi.

Salah seorang penasihat hukum korban yang diketuai Pengacara Martinus Ekok, Carlos Penadur, menyatakan akan mendampingi Endah sampai proses hukum selesai. Pihaknya sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Pontianak. "Sejauh ini proses penyidikan sudah ada empat orang tersangka yang sudah ditahan," beber Carlos. Ia belum tahu motif dari peristiwa itu. Yang pasti pihaknya meminta keadilan.  (mau/moh)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 13:19

Surat Suara Pilgub Dibakar..!! Kenapa Ini?

Di Ngabang, KPU Landak mendistribusikan logistik Pilgub Kalbar untuk tujuh PPK. Sebelumnya, pada hari…

Minggu, 24 Juni 2018 13:18

Cuaca Buruk, Pengiriman Logistik ke Kepulauan Karimata Ditunda

PONTIANAK- Beberapa kabupaten di Kalbar mendistribusikan logistik Pilkada serentak 2018 ke kecamatan…

Minggu, 24 Juni 2018 13:15
Pengamanan Pilkada, Polda Terjunkan 1.104 Pesonel

Ubah Rawan Jadi Aman, Yakin 80 Dugaan Pelanggaran Tak akan Picu Konflik

PONTIANAK- Sebanyak 1.104 personel Polda Kalbar digeser ke lima kabupaten/kota yang menggelar Pilkada.…

Minggu, 24 Juni 2018 13:13
Salurkan Logistik Pilgub Kalbar

Dahulukan yang Terjauh, Dikawal Petugas Bersenjata

BENGKAYANG- Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023, tinggal menghitung…

Minggu, 24 Juni 2018 13:11
Komunitas Mulia Hati, Galang Dana untuk Pengungsi Rohingya

Di Pedalaman Kalbar, Galakkan Program Syiar Alquran

Banyak cara berbuat kebaikan. Di antaranya melakukan penggalangan dana untuk orang-orang yang membutuhkan.…

Kamis, 21 Juni 2018 12:50

ASTAGA..!! Wings Air Rute Pontianak-Sintang Salah Mendarat

PONTIANAK - Pesawat Wings Air rute Pontianak-Sintang dengan kode penerbangan IW1370 salah melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 12:45

Bawaslu Kalbar Lakukan Pengawasan Melekat

PONTIANAK- Ketua KPU Bawaslu Kalbar Ruhermansyah menjelaskan, pihaknya akan memperketat pengawasan mendekati…

Kamis, 21 Juni 2018 12:44

Geografis Kendala Distribusi Logistik

PONTIANAK- Jelang Pilkada Serentak, kesiapan pengamanan terus dimatangkan. Selasa (20/6) digelar tatap…

Kamis, 21 Juni 2018 12:28

Usai Telepon Mantan Istri, BS Ditemukan Tergantung Tak Bernyawa

SINGKAWANG- Warga Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang pria…

Kamis, 21 Juni 2018 12:02

NGAKU SULIT..!! Mendata TKA Ilegal di Kalbar

PONTIANAK- Dari segi keterampilan, tenaga kerja Kalimantan Barat dianggap masih rendah. Sehingga perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .