UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 12 September 2017 09:56
YAELAA…!! Gara-Gara Ini, Banyak Guru di Perbatasan “Kabur”
ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK- Program Guru Garis Depan (GGD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) tidak berjalan maksimal. Banyak guru yang lolos seleksi program tersebut tak kuat ditempatkan di perbatasan dan pedalaman Kalbar. Mereka akhirnya memilih mengundurkan diri. “Karena melihat medan yang akan ditempuh tidak sesuai dengan gambaran mereka,” tutur Wakil Gubernur (Wagub) Christiandy Sanjaya.

Kendati demikian, masih ada tenaga GGD yang mau mengabdi di Kalbar. Untuk mengisi kekosongan, pemerintah kabupaten, seperti Bengkayang, Landak, dan Kapuas Hulu, mau tak mau memilih tenaga honorer guna mengganti calon pendidik yang tak mampu bekerja di tapal batas dan wilayah terpencil.

Christiandy menilai, persoalan ini dilema yang menghantui dunia pendidikan. Sebab, saat ini Kalbar masih kekurangan tenaga pendidik. Sedangkan mereka yang direkrut pemerintah pusat guna menutupi kekurangan guru di provinsi ini tidak mengetahui secara detail kondisi perbatasan dan pedalaman yang minim fasilitas. Ia berharap, kedepan program ini bisa mempertimbangan sarjana lokal. Putra-putri daerah Kalbar.

Sekretaris Dinas Dikbud Kalbar, Mustaruddin memperkuat statement Wagub. Kata dia, perekrutan program GGD merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Mereka yang direkrut itu bukan dari Kalbar, dan pemerintah daerah tidak mengetahui akan hal itu. Mereka terkejut ketika tiba di Kalbar, melihat kondisi yang jauh berbeda dengan di Pulau Jawa. Akibatnya mereka memilih mengundurkan diri,” jelasnya. Ia menuturkan, sebelumnya pun Gubernur Kalbar, Cornelis, menolak program GGD yang digaungkan pemerintah pusat.

Senada, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dinas Dikbud Kalbar, Kusnadi. “Benar itu, tapi untuk jenjang SD dan SMP, sedangkan SMA/SMK tidak ada,” ujarnya. Ia mengakui pemerintah provinsi menolak program GGD. Penolakan itu karena pola rekrutmen yang dilakukan kementerian. Pemerintah provinsi tidak dilibatkan dalam perekrutan GGD, sedangkan kebijakan pembiayaannya justru dibebankan ke pemerintah provinsi.

Persoalan lain, perekrutan GGD tidak mengedapankan sumber daya lokal. “Seharusnya anak-anak daerah yang menjadi prioritas program ini. Banyak sarjana pendidikan di Kalbar, lebih baik mereka saja yang direkrut,” pungkas Kusnadi.  (Rizka Nanda/rk)

 


BACA JUGA

Rabu, 15 November 2017 16:04

Di Kabupaten Inilah, Surganya Illegal Logging

Pembalakan hutan secara liar di Kalbar terus berlangsung. Mungkin, kalau pepohonan menjulang yang merupakan…

Rabu, 15 November 2017 15:59

KOK BISA..?? Runway Bandara Supadio Tergenang

SUNGAI RAYA- Hujan deras cukup mengakibatkan runway atau landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Internasional…

Sabtu, 11 November 2017 11:22
Kekayaan yang Tersisa di Batas Negeri

Ada 4 Jenis Penyu, Warga Masih Ambil Telurnya

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi Peraturan Pemerintah (PP) 7/1999 tentang Pengawetan…

Selasa, 07 November 2017 16:12

Ini Nih Bukti Pembalakan Liar di Kalbar Masih Marak

PONTIANAK- Kata siapa pembalakan hutan di Kalbar sudah tak ada? Buktinya, pihak berwenang kembali mengamankan…

Selasa, 07 November 2017 16:09

Gigit Kaki Bocah, Kepala Anjing yang Diduga Rabies Ini Lepas dari Badannya

SEPONTI- Kasus rabies seakan tak ada habisnya di Kalbar. Kali ini seorang anak di Dusun Sumber Baru,…

Senin, 06 November 2017 12:49

Internet Lelet, Bupati Cantik Ini Kesal

NGABANG- Bukan hanya anak-anak muda atau kalangan pelajar yang seringkali kesal luar biasa ketika mendapati…

Sabtu, 04 November 2017 10:41

Terima Uang Pengurusan Surat Tanah, Kades Disergap Tim Saber Pungli

PONTIANAK- Karena menerima uang tanda terima kasih atas pembuatan surat tanah, tiba-tiba Kepala Desa…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:31

Kalbar Belum Bebas Campak, KLB di Lima Kabupaten/Kota

PONTIANAK- Kalimantan Barat belum sepenuhnya bebas penyakit campak. Hingga September 2017 ini saja,…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:29

Nenek Itu Setahun Minum Air Rebusan Batu, Ternyata....

PONTIANAK- Jagat Kalbar pernah heboh dengan pemberitaan sejumlah media massa mengenai Niarti minum rebusan…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:33

Supaya Aman dari KPK, Ini yang Dilakukan Bupati se-Kalbar

 Wali Kota Singkawang, Awang Ishak juga tak ingin kasus korupsi menjerat dirinya dan bawahannya.…

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .