UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Selasa, 12 September 2017 09:45
Derita Warga, Jalan Tak Bisa Dilalui, Melintas Jembatan pun Dilarang
DITANDU - Warga Seponti, Triana, yang mengidap asma terpaksa ditandu menuju Puskesmas Telaga Arum, Kecamatan Seponti. Infrastruktur di sana rusak parah, tak bisa dilalui kendaraan. NETIZEN FOR RAKYAT KALBAR

PROKAL.CO, SEPONTI- Sulitnya akses menuju lokasi pelayanan kesehatan dialami masyarakat Kecamatan Seponti, Kayong Utara. Jangankan mobil, sepeda motor saja tak mampu menembus infrastruktur jalan yang buruk di sana. Kamis (7/9), Triana mau tak mau harus ditandu warga dan keluarganya melalui akses jalan satu-satunya untuk menuju Puskesmas Telaga Arum, Kecamatan Seponti. Perempuan berusia 35 tahun asal TR 7 Transmigrasi Seponti itu menderita asma.

"Untuk membawa pasien terpaksa ditandu, karena mobil saya sudah tidak bisa menembus jalan menuju Puskesmas, karena jalan berlumpur dan licin," tutur Kepala Puskesmas Telaga Arum, Kosim.

Ambulans di Puskesmas itu pun tak bisa berfungsi. Alhasil, Kosim harus merelakan mobil pribadinya digunakan mengangkut warga yang sakit. Jalan menuju puskesmas sejatinya dapat diakses dari dua arah, namun saat ini kesemuanya rusak parah.

Kosim menjelaskan, Triana merupakan pasien kesekian yang dijemput oleh dirinya dan awak Puskesmas Telaga Arum dari rumah dengan mobil pribadi sudah cukup lama berubah fungsi menjadi kendaraan antarjemput pasien tersebut.

"Ini masih belum seberapa. Kalau musim hujan sudah masuk, mobil biasa justru terjebak di dalam lumpur dan terpaksa ditinggal, kalau dipaksakan mobil bisa terguling," ungkapnya. Tak jarang, paramedis yang hendak berangkat atau pulang dari program Puskesmas keliling harus melepas sepatu atau pakaiannya yang serba putih. Pasalnya, seragam perawat kerap berubah cokelat akibat terjatuh di jalan yang licin.

Kondisi jalan yang luar biasa buruk diperparah dengan tak bisa digunakannya jembatan penyeberangan semata wayang di kawasan tersebut. Setakat ini, jembatan itu resmi ditutup dengan palang pintu bertuliskan larangan melintas.

Penyebabnya, jembatan memang rusak sehingga berbahaya untuk dilintasi orang maupun kendaraan. "Jadi terpaksa harus memutar mencari jalan alternatif yang lebih jauh," beber Kosim. Kesusahan warga dan para pelayan kesehatan di Seponti belum berakhir sampai di situ. Sebab, mereka masih harus berjuang jika pasien harus dirujuk ke Rumah Sakit Agoes Djam di Kabupaten Ketapang. Di Kayong Utara sampai saat ini belum tersedia rumah sakit.

Konon, harapan dan usulan untuk perbaikan infrastruktur jalan sudah disampaikan kepada pihak terkait, namun sampai saat ini belum juga ada perubahan. Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, dr. Lukman Harahap menyebut, jika ambulans bisa berfungsi pun tak akan mampu melintasi jalan rusak di Seponti.

 “Karena memang jalan becek aja makanya ditandu,” tuturnya.

Menurut dia, jalan di Seponti tengah diperbaiki. Lukman menyarankan akses jalan tersebut direhab separuh dulu.  “Dan tumpukan materialnya cukup mengganggu. Kalaupun ambulans doubel garden, tidak mampu di jalan sana,” pungkasnya.

Di sisi lain, anggota DPRD Kayong Utara asal Seponti, Ngadikun baru tahu ada warga di wilayah itu yang harus ditandu untuk mendapat layanan kesehatan. Ia menduga area jembatan yang tidak bisa dilintasi dikarenakan ada pekerjaan proyek yang saat ini sedang berlangsung. "Kemarin bagus-bagus saja, itu mungkin masalah pekerjaan proyek, jembatan itu. Saya akan coba koordinasi lagi dengan pihak pekerja proyek, karena untuk perbaikan jembatan itu tidak boleh lama-lama,” tuturnya via seluler kepada Rakyat Kalbar.

Ngadikun menambahkan, “Kalau memang ada pekerjaan proyek, seharusnya kontraktor itu membuat jalan alternatif agar jalan itu bisa dilewati mobil”. Politisi Golkar ini menyatakan, beberapa ruas jalan khusus di Kecamatan Seponti memang masih kurang baik kondisinya. Tanah masih mendominasi struktur sejumlah jalan di sana. Sehingga ketika musim hujan kendaraan cukup sulit untuk dilewati.

"Yang jelas, untuk jalan arah ke Durian Sebatang, Sungai Sepeti, dan Telaga Arum, itu cukup memprihatinkan. Itu hanya ada badan jalan saja, belum ada bebatuan, masih tanah," pungkas Ngadikun. (Kamiriluddin/rk)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:39

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

MELAWI- Memasuki bulan kedua 2018 harga jual karet masih sangat rendah. Apalagi harga jual yang tidak…

Selasa, 13 Februari 2018 10:27

Lagi-Lagi BKSDA Sita Orangutan Peliharaan Warga

PONTIANAK- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar sita seekor anak Orangutan peliharaan warga…

Selasa, 13 Februari 2018 10:25

KD Gantung Diri, Ada Surat Terikat di Lengannya, Ini Isinya..

MMEPAWAH- KD, seorang kakek 71 tahun di Desa Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya ini ditemukan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:53

Maling Motor Menggila di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU-  Dalam sepekan terakhir, Polres Kapuas Hulu berhasil mengungkap beberapa kasus pencurian…

Selasa, 13 Februari 2018 09:51

MENGEJUTKAN..!! Truk dari Malaysia Mencurigakan, Saat Diperiksa Ternyata…

BENGKAYANG- Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bengkayang kembali menggagalkan…

Selasa, 13 Februari 2018 09:49

Operasi Panah Kapuas 2018, Polres Singkawang Tangkap 18 Penjahat

SINGKAWANG- Selama Operasi Panah Kapuas 2018, jajaran Polres Singkawang berhasil mengungkap 18 kasus…

Jumat, 09 Februari 2018 11:12

Segel Dibuka, BPN Sanggau Melayani Seperti Biasa

Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sanggau yang sebelumnya sempat disegel pasca-operasi tangkap…

Jumat, 09 Februari 2018 11:10

OTT, Kepala BPN Sanggau Tersangka Pungli

SANGGAU- Kepala Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau, Viktor Simanjuntak ditetapkan sebagai tersangka…

Jumat, 09 Februari 2018 11:06

Pulang ke Rumah Bocah 6 Tahun Nangis, Ternyata Dia Abis Dibeginikan…

SANGGAU- Sebut saja namanya Melati. Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun di Kecamatan Kapuas, Kabupaten…

Jumat, 09 Februari 2018 11:03

Ratusan Buruh Demo, Walikota dan Anggota DPRD Singkawang Terima Dibalik Pagar

SINGKAWANG- Ratusan buruh berunjuk rasa di Kantor DPRD Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Rabu (7/2). Buruh-buruh…

BIKIN KAGET..!! Anak Sibuk Mencari, Tak Tahunya Si Ayah Kondisinya Begini…

PETANI SEJAHTERA.?? MIMPI..!!! Harga Karet Cuma Segini..!!

NGERI..!! Pesta Arak, Sakit Hati Diolok-olok, Teman Mabuk Tewas Dibacok

Dua Bulan Gaji Belum Dibayar, Terpaksa Jadi Buruh Bangunan

ASTAGA..!! Warga Transmigrasi Pulau Maya Konsumsi Air Parit

BAHAYA..!! Buaya Juga Sering Muncul di Sungai Singkawang
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .