UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Rabu, 06 September 2017 11:46
CABULLL...!! Oknum Guru Itu Merangkul, Meraba dan Mencium Muridnya
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMBAS- Polsek Tebas jajaran Polres Sambas saat ini masih terus melakukan pengembangan terhadap perkara Usman, oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tebas yang tega mencabuli muridnya sendiri. Hasil pengembangan, bertambah dua korban lainnya.

 “Dari pengembangan perkara, ditemukan ada korban tindakan asusila lainnya. Kita sudah meminta keterangan kepada semua korban tersebut,” ungkap AKP Raden Real Mahendra, Kasatreskrim Polres Sambas.

Untuk sementara, korban kebejatan pria 57 tahun itu baru tiga orang. Kepolisian masih terus mengembangkan dan mengungkap segala kemungkinan serta memproses kasus ini hingga tuntas. “Tiga korban ini adalah murid tersangka yang masih bawah umur semua. Tersangka saat ini masih ditahan di Polsek Tebas dan penyidikan terus kita lanjutkan,” jelas Real.

Terungkapnya kasus ini setelah dilaporkan ibu korban ke Mapolsek Tebas. Kemudian ditindaklanjuti Polsek Tebas dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sambas. “Kejadiannya Sabtu tanggal 29 Juli 2017 sekitar pukul 09.00. Saat itu pelajaran olahraga,” jelas AKP Real.

Saat olahraga, tersangka memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan aksinya. Korban berdiri di depan ruang kelas, lalu tersangka merangkul menggunakan tangan kiri. Tangan tersangka langsung memegang dan meraba bagian sensitif korban. “Setelah itu tersangka langsung pergi,” tuturnya.

Kemudian Usman mengulangi aksinya pada Selasa (8/8) lalu. Modusnya membacakan nilai ulangan. Sekitar pukul 11.00, korban dipanggil terlapor ke ruang guru sendirian. Kemudian terlapor membacakan nilai ulangan. Setelah nilai selesai dibacakan, korban mau keluar dari ruang guru. Tepatnya di depan pintu, korban dihampiri oleh terlapor dan mengatakan “cantiknya kau, bolehkah Bapak menciummu”. Dijawab korban “tidak Pak”.

“Kemudian pelaku langsung mencium pipi korban sebelah kanan dan korban langsung pergi meninggalkan terlapor,” tutur AKP Real. Guru cabul itu dijerat pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah mengaku menyesalkan kejadian ini. Seorang pendidik kata dia, adalah figur yang mulia. Bukan sebagai perusak masa depan anak. “Sangat menyesalkan, prihatin dan miris melihat seorang pendidik yang mempunyai peran mulia untuk memberikan pendidikan dan perlindungan terhadap murid, malah melakukan hal yang demikian,” katanya.

Dukungan untuk penuntasan kasus tersebut jelas Hairiah juga menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Sambas. “Pemerintah mendukung terus proses hukum yang sedang dilakukan oleh kepolisian untuk melakukan penyidikan dan penanganan kasus tersebut,” tegasnya.

Hairiah berpandangan, mengingat posisi tersangka sebagai seorang guru, tidak menutup kemungkinan akan adanya korban lain yang belum mengadu. Untuk itu, dia berharap pihak keluarga korban untuk segera melapor.

 “Tidak menutup kemungkinan korban lebih dari itu, karena posisi dia sebagai guru yang superior kepada muridnya, dengan kondisi anak-anak yang masih sangat belia diusia sekolah dasar,” ucapnya. Maka, ia meminta pelaku benar-benar dijerat sesuai hukum yang berlaku. Termasuk sanksi disiplin sebagai seorang guru atau pegawai.

“Untuk oknum guru itu sudah jelas ada aturan hukumannya, baik itu UU Perlindungan Anak dan juga disiplin seorang ASN,” ucapnya. Menelaah kondisi ini, Hairiah berharap masyarakat dapat menjaga kondusifitas dan mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.

 “Saya harapkan masyarakat dan aparat desa dapat menjaga situasi agar tetap kondusif, karena masalah ini sudah ditangani oleh polisi. Dan untuk orangtua tetap selalu komunikasi ke anaknya. Saya harapkan juga kepada orangtua tetap mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap lingkungan baik di luar rumah maupun di dalam rumah,” pintanya. (sai)


BACA JUGA

Sabtu, 02 Desember 2017 11:23

Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Syok Masuk DPO

PONTIANAK- Surat Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan Polsek Pontianak Utara pada 24 November…

Rabu, 29 November 2017 13:05

Polisi Masih Dalami Terduga Teroris di Kalbar

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo, mengatakan, Densus 88 menangkap  dan mengamankan…

Rabu, 29 November 2017 13:02

Ibunda Nurul Hadi Yakin Anaknya Bukan Teroris

SAMBAS- Heboh penangkapan  terduga teroris, Nurul Hadi, oleh Densus 88 Antiteror di Bandara Supadio…

Rabu, 29 November 2017 12:59

BAHAYA..!! Ujung Timur Kalbar Dikepung Banjir

Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini mengakibatkan kawasan ujung timur provinsi Kalimantan Barat…

Rabu, 29 November 2017 12:56

YAELA..!! Mantan Wakil Wali Kota Pontianak jadi DPO Polisi

PONTIANAK- Kabar mengejutkan datang dari Pontianak Utara. Mantan Wakil Wali Kota (Wawako) Pontianak…

Rabu, 29 November 2017 12:11

Operasi Pertama TNI AL di Kalbar, Marinir Serbu Pantai Kura-kura

Ribuan pasukan Korps Marinir melaksanakan latihan operasi pendaratan amfibi di Pantai Kura-kura, Desa…

Sabtu, 25 November 2017 17:18

Warga Pertanyakan Rp15 Ribu untuk Mengubah KK

PONTIANAK- Doris Pardede mempertanyakan penarikan biaya Rp15 ribu oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan…

Selasa, 21 November 2017 11:13

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

PONTIANAK- Empat ekor Orangutan akan dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR),…

Selasa, 21 November 2017 11:12

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak

PONTIANAK- Oktober-November 2017, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar menggagalkan upaya…

Rabu, 15 November 2017 16:24

PETI Marak di Sintang, Sungai Kapuas dan Melawi Semakin Tercemar

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sintang semakin marak. Tidak peduli bahaya…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .