UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 05 September 2017 13:48
Buntut OTT Pungli Pengambilan Ijazah
Guru Pertanyakan 53 Item OTT Pungli
TUMPAHKAN UNEG-UNEG. Guru di SMAN 1 Nanga Pinoh tengah menyampaikan keluhan, terkait OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli Melawi atas kolega mereka, kepada Anggota DPRD Melawi yang berkunjung ke sekolah itu, Selasa (4/9). DEDI IRAWAN

PROKAL.CO, Penjelasan Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Nanga Pinoh, Triyono ini diamini sejumlah tenaga pengajar di sana. Guru bernama Fitriana Octaviani menyebut pihaknya tidak tahu keberadaan maupun aturan Satgas Saber Pungli. Sebab, tidak pernah dilakukan sosialisasi terkait Pungli di sekolah-sekolah.

“Untuk 58 item kategori Pungli, kami baca di internet. Yang kami pertanyakan, bisa jalan tidak di sekolah ini, bisa dilaksanakan tidak proses belajar mengajar (dengan banyaknya item yang dikategorikan Pungli,red),” tanya Fitriana.

Menurut dia, langkah-langkah yang kini dilakukan Satgas Saber Pungli tidak berpatokan kepada regulasi. Seharusnya, kata Fitriana, dilakukan pencegahan dulu dengan sosialisasi. “Ini belum ada sistim pencegahannya, namun sudah dilakukan penindakan. Tidak mengacu kepada Peraturan Presiden (Perpres). Karena tidak ada sosialisasi, kami tidak pernah tahu,” ucapnya.

Ia juga meminta publik tidak memandang pengelola sekolah-sekolah hanya dari sudut kesalahannya saja. Seharusnya juga memperhatikan segi keberhasilan dan prestasi yang diperoleh pihak sekolah dalam mengharumkan nama daerah.

 “Kami nangis melihat teman kami dibawa seperti itu, kami tugasnya hanya mengajar dan mengajar. Soal kategori Pungli tidak ada sosialisasinya,” ungkap Fitriana. Senada, guru SMAN 1 Nanga Pinoh lainnya, Ria Asti Nugroho. Ia memaparkan fakta yang terjadi secara teknis dari sudut pandang posisi dirinya yang juga menjabat Bendahara Biaya Operasional Sekolah (BOS). BOS persiswa hanya Rp1.400.000 pertahun, yang standarnya Rp4 jutaan lebih pertahun.

 “Jadi kami harus bagaimana untuk menutupi itu?” tanya Ria. SMAN 1 Nanga Pinoh, lanjut dia, pernah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dan hasilnya, menurut Ria, keuangan sekolah sangat baik dan sudah sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) maupun petunjuk teknis (Juknis).

 “Kemudian, sudah beberapa tahun selama jabatan HA (Kepsek yang ditangkap,red) itu tidak lagi ada pungutan pengambilan formulir SMA. Ini karena Beliau takut dan tidak mau di luar koridor,” ungkapnya.

Dikatakan Ria, HA selalu menegakkan kedisiplinan serta melaksanakan segala sesuatu sesuai regulasi. “Menurut saya, Kepsek kami itu sosok yang baik dan jujur, makanya kami menyesalkan kenapa ini terjadi,” tutur dia.

Ia meyakini HA tidak akan memungut biaya pengambilan ijazah kalau itu diketahuinya termasuk kategori Pungli. “Ini karena ketidaktahuan dan karena tidak ada sosialisasi dari tim Saber ke sekolah-sekolah,” tegas Ria. Selama ini, ia menjelaskan, sistem keuangan di SMAN 1 Nanga Pinoh sudah terbuka. Senantiasa diperiksa BPK, serta rutin melakukan rapat bersama komite dan para wali murid.

“Dalam mendidik, Kepsek kami itu tidak setengah-setengah. Sistem transparansi keuangan sangat baik, segala program yang dilaksanakan di sekolah, Kepsek tidak pernah mau pegang uang, langsung koordinator yang menjalankan keuangan,” paparnya.

HPR yang juga guru bahasa Indonesia pun, disebutnya disiplin dan baik. “Meskipun banyak tugas-tugas tambahan, HPR mendidik siswa dengan baik, dan saya rasa integritasnya sangat tinggi. Meskipun sakit atau ada kendala apapun, tetap berusaha masuk kelas untuk mengajar dan mendidik,” pungkas Ria.

Guru lainnya, Darmawansyah, juga menyatakan pengetahuan para guru hanya sekilas tentang Pungli. Tidak ada sosialisasi dan detail terkait kategori Pungli. “Kemudian, dari 58 item kategori Pungli, sangat banyak yang kontroversial. Salah satunya, uang infak terhadap keagamaan, itu dikategorikan Pungli,” ucapnya.

Semua pemaparan guru-guru ini didengar langsung oleh para anggota DPRD Melawi yang berkunjung di bawah pimpinan Wakil Ketua Kluisen. Ia didampingi Ketua Komisi A, Hamri Hum, dan tiga anggota Komisi A lainnya. “Tujuan kami datang ke sini, untuk memberikan motivasi serta mendengar keluh kesah secara langsung dari para guru di SMA Negeri 1 Nanga Pinoh ini, pascaterjadinya OTT yang dilakukan oleh tim Saber Pungli Melawi,” tuturnya, dalam pertemuan bersama guru.

Ia mengatakan, hasil pertemuan ini nantinya sebagai bahan bagi pihaknya melakukan rapat pertemuan bersama Tim Saber Pungli dan Dinas Pendidikan Melawi. “Kami akan sampaikan keluhan para guru ini ke rapat bersama,” ucap Kluisen.

Terkait kedatangan para wakil rakyat ini, guru Fitriana Octaviani meminta pihak DPRD sering-sering mengunjungi sekolah-sekolah untuk melihat kondisi dan situasi serta berbagi saran dan pendapat. “Seharusnya kami dikunjungi tidak karena ada masalah seperti ini,” tukasnya.

Dikonfirmasi tadi malam (4/9) via seluler, Ketua Satgas Saber Pungli Melawi, Kompol R. Doni Sumarsono enggan menjelaskan terkait keluhan para guru atas minimnya sosialisasi Pungli di sekolah. “Mohon maaf mas, bukan bermaksud saya tidak mau menjelaskan, saya hanya tidak ingin membuka ruang debat,” terangnya.

Jika ada yang tidak puas, lanjut dia, atau merasa berkepentingan dengan OTT Pungli yang dilakukan pihaknya di SMAN 1 Nanga Pinoh, dibuka ruang bebas untuk pra peradilannya. “Monggo, dipersilakan, saya rasa mereka semua berlatar belakang akademis yang tidak diragukan lagi, terima kasih...,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Polres Melawi ini. (Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Rabu, 15 November 2017 16:04

Di Kabupaten Inilah, Surganya Illegal Logging

Pembalakan hutan secara liar di Kalbar terus berlangsung. Mungkin, kalau pepohonan menjulang yang merupakan…

Rabu, 15 November 2017 15:59

KOK BISA..?? Runway Bandara Supadio Tergenang

SUNGAI RAYA- Hujan deras cukup mengakibatkan runway atau landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Internasional…

Sabtu, 11 November 2017 11:22
Kekayaan yang Tersisa di Batas Negeri

Ada 4 Jenis Penyu, Warga Masih Ambil Telurnya

Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi Peraturan Pemerintah (PP) 7/1999 tentang Pengawetan…

Selasa, 07 November 2017 16:12

Ini Nih Bukti Pembalakan Liar di Kalbar Masih Marak

PONTIANAK- Kata siapa pembalakan hutan di Kalbar sudah tak ada? Buktinya, pihak berwenang kembali mengamankan…

Selasa, 07 November 2017 16:09

Gigit Kaki Bocah, Kepala Anjing yang Diduga Rabies Ini Lepas dari Badannya

SEPONTI- Kasus rabies seakan tak ada habisnya di Kalbar. Kali ini seorang anak di Dusun Sumber Baru,…

Senin, 06 November 2017 12:49

Internet Lelet, Bupati Cantik Ini Kesal

NGABANG- Bukan hanya anak-anak muda atau kalangan pelajar yang seringkali kesal luar biasa ketika mendapati…

Sabtu, 04 November 2017 10:41

Terima Uang Pengurusan Surat Tanah, Kades Disergap Tim Saber Pungli

PONTIANAK- Karena menerima uang tanda terima kasih atas pembuatan surat tanah, tiba-tiba Kepala Desa…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:31

Kalbar Belum Bebas Campak, KLB di Lima Kabupaten/Kota

PONTIANAK- Kalimantan Barat belum sepenuhnya bebas penyakit campak. Hingga September 2017 ini saja,…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:29

Nenek Itu Setahun Minum Air Rebusan Batu, Ternyata....

PONTIANAK- Jagat Kalbar pernah heboh dengan pemberitaan sejumlah media massa mengenai Niarti minum rebusan…

Jumat, 27 Oktober 2017 11:33

Supaya Aman dari KPK, Ini yang Dilakukan Bupati se-Kalbar

 Wali Kota Singkawang, Awang Ishak juga tak ingin kasus korupsi menjerat dirinya dan bawahannya.…

Vijay, Lisa, Mama Laila dan Lili Kembali ke Hutan

ADUH..!! Perburuan Hewan Dilindungi Masih Marak
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .