UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Selasa, 05 September 2017 13:44
Buntut OTT Pungli Pengambilan Ijazah
Guru-guru Trauma, Cuma Beli Kopi pun Tak Berani
TUMPAHKAN UNEG-UNEG. Guru di SMAN 1 Nanga Pinoh tengah menyampaikan keluhan, terkait OTT yang dilakukan Satgas Saber Pungli Melawi atas kolega mereka, kepada Anggota DPRD Melawi yang berkunjung ke sekolah itu, Selasa (4/9). DEDI IRAWAN

PROKAL.CO, NANGA PINOH- Pascapenangkapan dua guru di SMA Negeri 1 Nanga Pinoh yang dituduh telah melakukan pungutan liar (Pungli), kegiatan belajar mengajar di sana disebut-sebut berjalan kurang baik. Guru-guru mengaku trauma dan, konon, murid-murid juga demikian.

 “Kami sangat trauma dan berpengaruh ke anak, sehingga bisa dilihat sendiri, anak-anak tidak bisa belajar efektif,” ucap Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Nanga Pinoh, Triyono dalam dengar pendapat dengan DPRD Melawi, di ruang guru SMAN 1 Nanga Pinoh, Senin (4/9).

Ia menyatakan kekagetannya saat Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Melawi datang ke sekolah saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Karena kejadian tersebut tidak disangka-sangka. Dua guru tersebut berinisial HA (41 tahun) dan HPR (36 tahun). Mereka dibekuk Tim Saber Pungli Melawi dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (30/8), pukul 11. 30.

HA menjabat kepala sekolah (Kepsek). Sedangkan HPR yang sebelumnya dinyatakan sebagai bendahara, diklarifikasi oleh Triyono kemarin. HPR adalah pengganti sementara bendahara sekolah yang sedang berhalangan. 

 “Kami menegaskan, Bu HPR bukan bendahara, hanya dimintai tolong karena bendahara sekolah yakni Bu Mastiah sedang hamil. Sehingga Bu HPR mau membantu untuk memperlancar pengambilan ijazah,” tutur Triyono.

Imbuh dia, “Baru bulan Agustus Bu HPR membantu, dan statusnya hanya sebagai guru biasa. Tapi apa yang terjadi, Bu HPR malah dijadikan tersangka”. Dalam penangkapan Rabu tersebut, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli Melawi, Kompol R. Doni Sumarsono menyebut, dari tangan HA dan HPR, pihaknya mengamankan barang bukti duit Rp400.000 yang diduga dari dua siswa yang mengambil ijazah mereka.

Juga didapati satu buku catatan milik tersangka, serta sejumlah uang yang diduga bersumber dari pungutan pengambilan ijazah sebesar Rp9.400.000. Kala itu, dengan jiwa besar, Doni menyatakan telah gagal dalam mensosialisasikan larangan Pungli.

Secara tersirat, Waka SMAN 1 Nanga Pinoh, Triyono membenarkan ketidakberhasilan tersebut. Pihaknya, selaku Dewan Guru, memang belum memahami. Hanya mendengar Pungli itu dilarang melalui televisi.  “Namun, secara detail, bahkan mengenai Pungli di pendidikan kami belum mengetahuinya, karena belum adanya sosialisasi,” ucapnya dilansir Rakyat Kalbar.

Lanjut dia, pungutan dalam pengambilan ijazah tidak hanya terjadi di SMAN 1 Nanga Pinoh saja. Di sekolah lain, ia meyakini terjadi hal serupa.  “Bukan hanya di Kalbar, tapi juga di Indonesia, juga ada pungutan dalam pengambilan ijazah tersebut,” yakin Triyono.

Kepada para Dewan Melawi yang berkunjung, ia mengungkapkan pula, item-item yang masuk kategori Pungli terlalu banyak. Sampai 58 item. Saking banyaknya batasan untuk memungut pendapatan bagi sekolah, pihaknya bakal terpaksa merumahkan guru honor karena kesulitan membiayai mereka. Kata Triyono, guru di SMAN 1 Nanga Pinoh berjumlah 60 orang. 26 diantaranya guru honor.

 “Jika di dalam item kategori pungli itu termasuk, maka dengan terpaksa kami harus mengeluarkan semua guru honor,” tukasnya. Ia menambahkan, “Kemudian, beberapa hari ini, kopi aja kami tidak berani beli untuk di sekolah, karena takut (dinyatakan) Pungli”.

Tak hanya itu, pengelola lembaga pendidikan tersebut kini takut menerima uang dari komite sekolah sebesar Rp100 persiswa untuk keperluan membeli komputer. Akibatnya, Triyono menyatakan, pihaknya tidak jadi mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) karena komputernya tidak jadi dibeli.   “Kami batalkan, karena dari pemerintah provinsi juga tidak ada bantuan komputer,” tandasnya. (Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 12:41

PUBLIK GEGER..!! Remaja Pontianak Pakai Kaos Bergambar Adegan Seronok

PONTIANAK- Warganet Pontianak digegerkan sebuah postingan di media sosial Facebook. Unggahan tersebut…

Senin, 25 September 2017 11:36

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

BENGKAYANG- Anjing penular rabies kembali menyerang warga Kabupaten Bengkayang. Kasus ini mengulang…

Minggu, 24 September 2017 11:29
Kapolda Soroti Pintu Resmi dan Jalan Tikus di Lima Perbatasan

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

PONTIANAK – Polda Kalbar menaruh atensi besar terhadap perbatasan. Untuk diketahui, lima Kabupaten…

Minggu, 24 September 2017 11:26

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam…

Minggu, 24 September 2017 11:21

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak…

Rabu, 20 September 2017 13:22

Dua Sungai Meluap, Melawi Dikepung Banjir

NANGA PINOH- Meluapnya Sungai Melawi dan Sungai Pinoh mengakibatkan banjir di ibu kota Kabupaten Melawi,…

Rabu, 20 September 2017 11:52

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

SAMBAS- Puluhan pelajar SMAN 2 Tebas kerasukan massal. Dalam dua hari, setidaknya hampir 60 pelajar…

Rabu, 20 September 2017 11:48

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

PONTIANAK- Hampir genap 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar, diakhir masa jabatannya yang tinggal…

Rabu, 20 September 2017 11:47

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

SEKADAU- Selain pemukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan…

Rabu, 20 September 2017 11:40
Tewasnya Anak 11 Tahun Akibat Dibully

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah melakukan gelar perkara tewasnya korban bully yang baru berusia…

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

Masuk Konten Porno? Polisi Masih Selidiki
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .