UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 02 September 2017 09:58
JELAS PUNGLI..!! Ambil Ijazah, 47 Siswa Setor Duit ke Guru
KONFRENSI PERS. Salah seorang tersangka diperlihatkan Tim Saber Pungli Melawi saat konfrensi pers di Mapolres Melawi, Kamis (31/8). DEDI IRAWAN

PROKAL.CO, NANGA PINOH- Kasus dugaan pungli di salah satu sekolah di Nanga Pinoh menjadi keprihatinan dalam dunia pendidikan Melawi. Ketua Satgas Saber Pungli Kompol R Doni Sumarsono menegaskan, penegakan hukum dalam upaya pemberantasan Pungli tak melihat besar kecilnya barang bukti yang diamankan atau disita.

 “Tapi kami melihat tindak pidana serta dampaknya pada masyarakat yang dirugikan. Kami sendiri merasa prihatin karena masih adanya Pungli yang juga menjadi bukti kegagalan dalam mencegah adanya Pungli di instansi pendidikan. Kami berharap ke depannya seluruh instansi berupaya untuk menutup peluang terjadinya Pungli, sehingga tak ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” tegasnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Melawi Iptu Ketut Agus Pesek mengatakan, permulaan OTT berawal dari banyaknya laporan masyarakat terkait adanya indikasi Pungli dalam pengambilan ijazah. “Jadi ada keluhan dari keluarga siswa yang belum mengambil ijazah, karena biaya yang ditetapkan begitu besar. Sementara ada dari mereka yang tidak punya uang tidak bisa mengambil ijazah,” katanya.

Oknum ini, lanjut Iptu Ketut, melakukan pungutan tanpa disertai dengan alasan yang tepat. Apa dasar pungutan tersebut dan juga tanpa melalui musyarawah komite sekolah. “Katanya uang tersebut untuk jasa menulis ijazah. Maka sekarang kita juga masih mengembangkan hal ini dengan meminta keterangan dari Dinas Pendidikan. Yang jelas kasus ini masih terus kita kembangkan,” tegas Iptu Ketut.

Hasil pemeriksaan polisi, ada 47 siswa yang telah menyetor uang untuk mengambil ijazah. Saat OTT dilakukan, Iptu Ketut juga mengungkapkan saat itu ada dua pelajar yang datang untuk membayar uang ijazah tersebut sehingga bukti OTT yang diperoleh sebesar Rp400 ribu.

 “Jadi saat kita mendatangi SMA Negeri 1 Nanga Pinoh pengambilan ijazah dimintai permasing-masing siswa sebesar Rp200 ribu dengan alasan atas perintah kepala sekolah. Namun guru berinisial HPR ini tak bisa menunjukkan aturan yang digunakan,” ungkapnya.

Pungutan yang dilakukan kepada para siswa yang akan mengambil ijazah tersebut tidak ada hasil rapat atau pun pertemuan. Kedua tersangka hanya beralasan, uang dipungut untuk biaya penulisan setiap ijazah. Sementara anggaran menulis ijazah sendiri, sudah tercantum dalam APBN sebesar Rp3.500 per lembar. Begitu juga untuk blanko ijazah sudah dianggarkan oleh negara. “Polres juga sudah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dalam kasus ini,” jelasnya.

Kedua tersangka dijerat Undang-Undang Tipikor Nomor 20 tahun 2001 pasal 12 e dengan ancaman pidana minimal empat tahun, maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk tersangka HP juga dijuntokan ke pasal 55 KUHP. “OTT Pungli ini bisa menjadi pembelajaran dan peringatan bagi sekolah maupun instansi yang masih menerapkan Pungli untuk segera menghentikannya,” tegasnya. (Dedi Irawan/rk)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 12:41

PUBLIK GEGER..!! Remaja Pontianak Pakai Kaos Bergambar Adegan Seronok

PONTIANAK- Warganet Pontianak digegerkan sebuah postingan di media sosial Facebook. Unggahan tersebut…

Senin, 25 September 2017 11:36

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

BENGKAYANG- Anjing penular rabies kembali menyerang warga Kabupaten Bengkayang. Kasus ini mengulang…

Minggu, 24 September 2017 11:29
Kapolda Soroti Pintu Resmi dan Jalan Tikus di Lima Perbatasan

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

PONTIANAK – Polda Kalbar menaruh atensi besar terhadap perbatasan. Untuk diketahui, lima Kabupaten…

Minggu, 24 September 2017 11:26

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam…

Minggu, 24 September 2017 11:21

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak…

Rabu, 20 September 2017 13:22

Dua Sungai Meluap, Melawi Dikepung Banjir

NANGA PINOH- Meluapnya Sungai Melawi dan Sungai Pinoh mengakibatkan banjir di ibu kota Kabupaten Melawi,…

Rabu, 20 September 2017 11:52

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

SAMBAS- Puluhan pelajar SMAN 2 Tebas kerasukan massal. Dalam dua hari, setidaknya hampir 60 pelajar…

Rabu, 20 September 2017 11:48

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

PONTIANAK- Hampir genap 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar, diakhir masa jabatannya yang tinggal…

Rabu, 20 September 2017 11:47

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

SEKADAU- Selain pemukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan…

Rabu, 20 September 2017 11:40
Tewasnya Anak 11 Tahun Akibat Dibully

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah melakukan gelar perkara tewasnya korban bully yang baru berusia…

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

Masuk Konten Porno? Polisi Masih Selidiki
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .