UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 28 Agustus 2017 09:29
WAH PARAH..!! Orang Tua Murid Disebut Kebanyakan Makan Kotoran Sapi

Sekolah Ini Larang Siswinya Berjilbab? Ini Kata Mereka

ilustrasi

PROKAL.CO, PONTIANAK – Sekolah Dasar (SD) swasta nasional Fajar Harapan diisukan melarang siswinya mengenakan jilbab. Alhasil, pengurus sekolah pun rapat dengan komite lembaga pendidikan itu untuk meluruskan kabar tak benar tersebut kemarin. Pertemuan diikuti puluhan orangtua murid. Bertempat di aula sekolah yang beralamat di Jalan Gusti Situt Mahmud, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, itu.

Dikatakan seorang wali murid yang anaknya duduk di bangku kelas 3 dan 5, Lina Juliandari, sebenarnya ia tak tahu persis terkait kabar pelarangan siswi mengenakan jilbab yang konon berasal dari pihak Yayasan SD Fajar Harapan. Ia hanya mendengarnya dari wali murid lainnya. “Tapi, itu bukan lah melarang,” tuturnya, Sabtu (26/8).

Aturan sebelumnya, perempuan berusia 33 tahun ini menyatakan, pelajar di Fajar Harapan rata-rata mengenakan celana dan baju lengan panjang. Putra dan putri. Namun, semenjak yayasan sekolah diurus Meriyanti, peraturan itu ditiadakan. Aturan baru, siswa memakai celana pendek dan baju lengan pendek. Sedangkan siswi memakai baju lengan pendek dan rok di bawah lutut.

Yang berhijab, harus mengenakan baju lengan pendek tetapi ditambah ankle (kaos penutup lengan) dan rok panjang. Menurut Lina, jika di dalam kelas, ketika anak-anak belajar, mereka akan risih karena kepanasan. “Dan, otomatis ankle tersebut akan dilepaskan,” ujarnya.

Lagipula, lanjut dia, lebih baik siswi mengenakan celana panjang. Agar pergerakan mereka lebih luwes dan menghindari tindak kriminalitas yang bisa saja terjadi jika mengenakan rok. “Kasian dong sama orangtua yang sudah terlanjur membeli (celana). Kan harus mengganti lagi, itu kan harus menggunakan uang, sedangkan SPP sudah naik," papar Lina.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan keluhan lainnya. Belum lama ini, Lina menemui pihak yayasan untuk memberikan keterangan terkait tunggakan tiga bulan iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) anaknya. Saat itu, ia mendapat tanggapan tidak mengenakkan dari pengawas dan pelaksana Yayasan SD Fajar Harapan, Meriyanti.

“Jadi dia (Meriyanti) itu spontan berbicara, ‘Memang lah ye kebanyakan orangtua di sini banyak makan kotoran sapi’," tutur Lina yang kala itu ditemani seorang guru di sana. Mendapat perlakukan tak sedap tersebut, ia segera menghadap kepala sekolah, Masrur . “Itu lah keluhan saye tu terhadap Bu Meri. Kepada orangtua tidak ada etika dan tidak  memberikan contoh. Banyak orangtua ngeluh, tapi tidak berani menyampaikan,” paparnya.

Wali muridnya, Suparman, hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi isu yang beredar. Dan mereka juga tidak ingin reputasi tempat anaknya menuntut ilmu menjadi buruk. Sebab, sekolah tersebut memiliki prestasi baik.

Menjawab komplain dari para orangtua, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SD Fajar Harapan, Yanto mengatakan, aturan mengenakan seragam tersebut supaya tertib. Bukannya tidak boleh mengenakan baju lengan panjang.  “Pakai lengan pendek tetapi harus menggunakan ankle,” tuturnya.

Sambung dia, perempuan yang mengenakan celana panjang diseragamkan memakai rok panjang. Sedangkan yang tidak menggunakan hijab menggunakan rok di bawah lutut. Dan bagi murid laki-laki mengenakan celana pendek.  Sementara, Kepala Sekolah, Masrur menepis isu larangan berhijab bagi siswi. Kata dia, peraturan yang telah dibuat sudah ditempel di buku penghubung.

“Mengenai gejolak yang terjadi (di luar sekolah gara-gara isu tersebut) bukan sepengetahuan dan wewenang kita,” ungkapnya. (Maulidi Murni/rk)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 11:45

TEGANYA..!! Mayat Bayi Dibuang ke Sungai Kapuas

 PONTIANAK- Mayat bayi ditemukan mengapung dalam kantong plastik hitam di Sungai Kapuas kawasan…

Sabtu, 16 September 2017 13:06

Kapal Nelayan Karam Diangkat Pakai Crane

PONTIANAK- Kapal Nelayan KM Haiteri Jaya yang karam di Bui 03 Sungai Kapuas akhirnya berhasil dievakuasi.…

Sabtu, 16 September 2017 13:02

BOCOR..!! Kapal Ini Karam di Kapuas

PONTIANAK- Kapal Nelayan dari Palau Datuk Kabupaten Kayong Utara karam dan tenggelam di antara Bui Tiga…

Senin, 04 September 2017 11:54

Bulan Ini Jembatan Paralel Landak Dibangun

PONTIANAK-RK. Jembatan paralel Landak di Jalan Sultan Hamid II yang menghubungkan Kecamatan Pontianak…

Sabtu, 02 September 2017 12:50

Tak Tahan Derita Sakit, Paulus Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

PONTIANAK- Bong Sui Tyu (63) terkejut bukan kepalang saat menemukan anaknya, Paulus Man (34) dalam keadaan…

Kamis, 31 Agustus 2017 12:01

RESAH..!! Tiga Kali Terbakar, Warga Minta PT Wilmar Stop Beroperasi

PONTIANAK- Kebakaran kembali melanda PT Wilmar, Rabu (30/8) pukul 19.23. Warga pun berhamburan keluar…

Senin, 28 Agustus 2017 09:32

Bantah Lontarkan Omongan Tentang Kotoran Sapi

Meriyanti sendiri membantah keras isu larangan berhijab dikeluarkan pihaknya. Kata dia, tidak pernah…

Senin, 28 Agustus 2017 09:29

WAH PARAH..!! Orang Tua Murid Disebut Kebanyakan Makan Kotoran Sapi

PONTIANAK – Sekolah Dasar (SD) swasta nasional Fajar Harapan diisukan melarang siswinya mengenakan…

Minggu, 20 Agustus 2017 11:30

Polda Sudah 5 Kasus TKI Ilegal

PONTIANAK- Kalbar berbatasan darat langsung dengan negara Malaysia, dianggap sangat mudah masuk ke negeri…

Senin, 14 Agustus 2017 10:59

Pasutri Dijambret, Terpelanting dari Motor

PONTIANAK- Penjahat jalanan makin merajalela di Pontianak. Kali ini korbannya pasangan suami istri (Pasutri)…

TEGANYA..!! Mayat Bayi Dibuang ke Sungai Kapuas

Tiga Hari Hilang, Si Pemancing Udang Itu Ditemukan Dalam Kondisi Begini…

ASTAGA..!! Bocah 11 Tahun Tewas, Diduga Dibully Teman Sebaya

PERHATIAN..!! Kapolda Soroti Media Sosial Anggotanya

Mancing Udang, Ngga Dapat, Febri Malah Ngga Pulang-Pulang

Minta Rumah MBR Berkualitas
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .