UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

KRIMINAL

Minggu, 27 Agustus 2017 13:16
Bawa Sabu, Warga Malaysia Ini Divonis Mati
SIDANG VONIS. Suasana sidang vonis terhadap terdakwa kasus narkoba Chong Chee Kok, 42, warga Malaysia di Pengadilan Negeri (PN) Putussibau, Kamis (24/8) sore. ANDREAS

PROKAL.CO, PUTUSSIBAU- Yes..! Pengadilan Negeri (PN) Putussibau memvonis hukuman mati Chong Chee Kok, 42, warga Malaysia yang menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 31,646 kilogram dan 1.988 butir ekstasi pada November 2016 lalu.

“Terdakwa dijatuhkan pidana mati dan tetap berada di dalam tahanan,” tegas Saputro, Kepala PN Putussibau Saputro Handoyo. Untuk diketahui mafia narkoba Internasional itu diringkus tim gabungan TNI/Polri dan Bea Cukai ketika masuk ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Badau, Kapuas Hulu. Chong merupakan salah satu warga Malaysia yang divonis mati oleh pengadilan di Kalbar. Sebelumnya Uncle Ong, juga warga Malaysia divonis mati oleh PN Sanggau dalam kasus serupa.

Sidang vonis Chong dipimpin Kepala PN Putussibau Saputro Handoyo, SH, MH didampingi dua hakim anggota, Veronica Sekar Widuru dan Yeni Erlita, Kamis (24/8) pukul 14.47. Selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah Mugiono, SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kapuas Hulu. Mengenakan baju kaos putih dan rompi tahanan berwarna oranye, terdakwa duduk tertunduk di hadapan majelis hakim. Chong hanya didampingi penterjemah bahasa, tanpa didampingi kuasa hukumnya saat divonis.

Saputro Handoyo menjelaskan, terdakwa Chong terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana mengimpor dan menyalurkan narkotika golongan 1, bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

Atas tindak pidana itu, Chong dijerat pasal 113 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ada beberapa alasan yang menguatkan Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap Chong. Diantaranya, Chong mengatakan barang tersebut bukan miliknya dan dia tidak mengetahui isi dalam kotak tersebut. Kemudian dari passport miliknya, Chong sudah masuk ke Kepauas Hulu sebanyak tujuh kali dengan alasan untuk bisnis ikan Arwana.

“Sementara terdakwa tidak bisa menunjukkan fakta dalam persidangan adanya bisnis ikan arwana di Kapuas Hulu,” jelasnya.

Mendengar vonis mati tersebut, Chong lalu tertunduk dan menangis. Melalui penterjemahnya, Chong menyatakan banding. Maka kata Saputro, untuk penanganan proses hukum selanjutnya diserahkan ke Pengadilan Tinggi di Pontianak.

 “Khusus di Kapuas Hulu, baru kali ini ada terdakwa yang divonis mati. Eksekusinya nanti diserahkan kepada Kejaksaan,” terang Saputro. Jaksa Penuntut Umum Mugiono, mengatakan putusan yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim sudah sesuai dengan tuntutan yang diajukannya. “Saat dititip terdakwa Chong masih dititip di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Putussibau,” ucapnya.

Kendati sudah terungkap dan diproses pengadilan, pengembangan kasus narkoba yang dilakukan oleh Chong terus dilakukan kepolisian. Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi, SIK. MH menegaskan, pihaknya akan menyerahkan pengembangan kasus tersebut ke Mabes Polri. Karena ini kejahatan antar negara, selanjutnya Mabes Polri akan berkoordinasi dengan Interpol untuk menangkap pelaku lainnya.

 “Ini narkoba jaringan Internasional. Karena masuk wilayah hukum Malaysia, untuk pengembangannya akan dilakukan Mabes Polri nantinya,” terang Imam Riyadi ditemui di kantornya, Jumat (25/8).

Saat ini lanjut Imam, pihaknya masih mendalami kepada siapa barang tersebut akan diserahkan pelaku. “Terpidana hukuman mati itu sudah kerap kali keluar masuk Indonesia dan Malaysia melalui PLBN Badau, kita khawatirnya sudah sering dia membawa barang haram itu ke Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karenanya, kata Imam pihaknya konsen memperhatikan daerah-daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di wilayah Kapuas Hulu, yang rawan dimanfaatkan untuk menyeludupkan narkoba.  “Kita perketat wilayah perbatasan, jangan sampai barang haram itu masuk lagi ke Indonesia,” tegasnya.

Menurut Imam, vonis mati Chong oleh PN Putussibau sudah tepat. Karena narkoba menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, serta musuh bersama yang harus diperangi. “Sebab merusak generasi muda bangsa. Sudah selayaknya yang bersangkutan (Chong Cee Kok) divonis mati,” pungkasnya. (dRe)


BACA JUGA

Rabu, 10 Januari 2018 13:02

JOSS..!! Polisi Perbatasan Sita Sparepart Senilai Rp1 Miliar

BENGKAYANG- Penyelundupan sparepart sepeda motor dan mobil asal Malaysia masih marak terjadi. Buktinya,…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:08

Habiskan Uang Nasabah, Pimpinan Cabang Asuransi Diciduk

 PONTIANAK- Yogi Harisman alias Yogi, Pimpinan Cabang Asuransi BNI Life yang terletak di Jalan…

Sabtu, 30 Desember 2017 12:06

Mobilnya Terhalang, Wanita Cantik Dipukuli

PONTIANAK- Mariana warga Jalan Lombok, Kecamatan Pontianak Selatan ini menjadi korban penganiayaan.…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:52

DIBUNUH...??? Arisa Ditemukan Tewas Tak Wajar di Pinggir Jalan

PUTUSSIBAU- Anis Fatul Arisa, gadis 22 tahun asal Malang, Jawa Timur ini ditemukan tewas penuh dengan…

Sabtu, 30 Desember 2017 11:45

KAPOKK..!! Nekat Jambret di Dekat Polsek, Ditembak Polisi Menjerit-Jerit

PONTIANAK- Masih siang, Darwin alias Win nekat melakukan jambret di Jalan Sultan Hamid II, Kelurahan…

Sabtu, 23 Desember 2017 14:26

NESTAPA..!! Mencuri Keranjang dan Kelapa, Demi Beli Makan dan Rokok

PONTIANAK- Beralasan untuk beli makan dan rokok, Andi nekat mencuri keranjang dan buah kelapa di warung…

Senin, 18 Desember 2017 10:58

MAMPUS..!! Penjambret 13 TKP Terkapar Ditembak

PONTIANAK- Selama dalam masa tahanan, para narapidana selalu dibimbing dan diberi pencerahan agar kelak…

Senin, 18 Desember 2017 10:50

INI LOH..!! Bukti Kalbar Masih Marak Pembalakan Liar

PONTIANAK- Polisi semakin gencar menangkap pelaku pembalakan liar di wilayah Kalbar. Mulai November…

Sabtu, 09 Desember 2017 11:00
Komunitas Gay Cari Mangsa Lewat Medsos

Kirim Gambar Porno, Mengajak Agar Jadi Gay

PONTIANAK- Komunitas gay di Pontianak makin berani. Tiga orang ditangkap atas aksi pornografi. Atas…

Rabu, 29 November 2017 12:05

Ketahuan Menjambret, Dua Remaja Bonyok Habis..!!

PONTIANAK- Wajah Okta dan Nugi babak belur. Ya, keduanya menjambret smartphone bocah 12 tahun di depan…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .