UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Kamis, 24 Agustus 2017 15:26
Astaga..!! Orangutan Kalimantan Dijual secara Online
DILINDUNGI. Salah satu individu Orangutan yang berhasil dievakuasi dari pedagang satwa liar online, TAR, di Mako SPORC, Pontianak, Selasa (22/8). MAULIDI MURNI

PROKAL.CO,  PONTIANAK - Sayangnya, seorang warganet berinisial TAR memperjualbelikan satwa yang dilindungi Undang-Undang melalui media sosial. Pelaku yang berusia baru 19 tahun itu menjual dua individu Orangutan berjenis kelamin jantan berumur setahun dan betina berumur 10 bulan. Dalam berdagang hewan dilindungi ini, ia menggunakan Instagram dan beberapa media sosial lainnya.

Kepala Seksi Wilayah lll Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kalimantan, David Muhammad menerangkan, terungkapnya kasus jual beli tersebut pada Senin (21/8). Saat itu, ada informasi dan laporan dari masyarakat bahwa ada pelaku penjualan satwa dilindungi di kota Pontianak.

“Dia melakukan penjualan melalui media online BBM dan Instagram, dari situ masyarakat ada yang melaporkan ke kita dan kita lakukan pengintaian dan pelacakan," ujarnya saat menggelar press release di kantor Mako SPORC, Pontianak, Selasa (22/8).

Lanjut dia, akhirnya Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah lll Pontianak, bersama Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, bergerak melakukan pemeriksaan terhadap sebuah rumah di Pontianak. Yang beralamat di Jalan Komyos Sudarso, Gang Timun.

Saat itu, pelaku sedang berada di rumah dan ketika dilakukan penggeledahan di garasi rumahnya ditemukan satwa langka Orangutan. Diletakkan dalam keranjang packing dan kandang yang siap dijual kepada pemesan atau pembeli.

"Setelah itu, kita lakukan pemeriksaan terhadap pelaku, diakui Orangutan itu didapati dari daerah Sintang," terang David.  Berdasarkan pengakuan TAR, ada pelaku lainnya di Sintang yang biasa menyuplai Orangutan tersebut. Satu ekor dijual seharga Rp3,5 juta. TAR juga mengakui melakukan perdagangan tersebut sudah lama. Tidak hanya Orangutan, ada juga Elang, kemudian Kelempiau, dan beberapa jenis satwa lainnya yang ia jual.

David menduga ada penampungan atau pembeli yang mempunyai jaringan terhadap satwa yang dilindungi itu. Daerah penjualannya juga sedang dilacak. Ia menyebut, Orangutan itu dikirim kepada pembeli yang berada di Pulau Jawa. Juga berkemungkinan besar akan dikirim ke luar negeri sebab yang dicari pembeli kebanyakan adalah anakan orangutan.

"Kalau dari umur yang 9 bulan dan 1 tahun ini, kemungkinan besar pemburu yang di lapangan mendapatkannya dengan cara membunuh induknya, karena umur segini pasti menempel kepada induknya. Miris sekali, dimana kita sedang ada hari Orangutan nasional," papar David.

Setakat ini, memang baru satu tersangka, yakni TAR, yang diamankan. Pelaku telah dititipkan di Rutan kelas 2A Pontianak, Sui Raya Dalam.  Proses hukum kedepannya, pelaku dijerat pasal 21 ayat (2) huruf a jo. Pasal 40 ayat (2) UU no 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta. "Pembelinya lagi kita lacak, karena belum melakukan transaksi langsung, karena pas kita tangkap langsung di rumah. Pembeli dan penjual ancaman hukumannya sama. Untuk pemburu, kita juga lagi lakukan pelacakan," pungkasnya.

Sementara itu, pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalbar, Yanti menuturkan, dua Orangutan tersebut dalam kondisi sehat. Kebetulan pihaknya didampingi tim dokter dari yayasan Internasional Animal Rescue (IAR).

Karena usia dua orangutan ini relatif balita, jadi kemungkinan rehabilitasi tidak memerlukan waktu lama. "Barangkali 1 atau 2 tahun sudah bisa kembali dirilis ke habitatnya," kata Yanti. Dua individu orangutan ini nantinya akan direhabilitasi di yayasan IAR Ketapang. Yayasan tersebut sudah merehabilitasi sebanyak 109 individu.

"Jadi yang dua ini menjadi penghuni baru di pusat rehabilitasi yayasan IAR yang ke 110 dan 111," ujarnya. Tidak hanya itu, dia menjelaskan, yayasan IAR saat ini telah melakukan monitoring terhadap Orangutan yang sudah dirilis ke habitatnya sebanyak 10 individu. Empat individu ada di Bukit Raya dan enam individu ada di hutan lindung Gunung Tarak.

Staf Media Internasional Animal Rescue Ketapang, Herry Bertus menuturkan, satu individu Orangutan tersebut dalam kondisi yang bagus, sedangkan satunya lagi dalam keadaan stres. Saat itu terlihat ada kelainan sifat dari Orangutan yang syok tersebut karena kerap memeluk dirinya sendiri.

"Itu indikasi kondisi stres, tapi kemarin dicek, dehidrasi ringan sudah dikasi cairan dikasi susu dan oralit, kondisinya sudah bagus, tadi pagi sudah aktif, dari kemarin juga mau makan buah-buahan yang kita berikan," ucap dia. Kasus perdagangan Orangutan, diakuinya, tidak banyak dan baru kali ini terungkap. Kalau kasus pemeliharaan yang kemungkinan besar berasal dari kasus perdagangan itu, menurutnya, banyak.

"Hanya dari beberapa pemelihara tidak mau mengaku kalau mereka beli, mereka mengakunya dapat," pungkas Herry. (Achmad Mundzirin, Ambrosius Junius, Ocsya Ade CP)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Februari 2018 11:37

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

 Di Kabupaten Kubu Raya, Karhutla sudah berlangsung selama satu minggu di beberapa titik. Petugas…

Senin, 19 Februari 2018 11:36

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

MEMPAWAH- Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) belakangan ini diperparah dengan tak adanya hujan.…

Senin, 19 Februari 2018 11:32

Pilgub Kalbar Harus Damai

PONTIANAK- Sesuai dengan instruksi KPU RI, seluruh penyelenggara Pemilu tingkat provinsi yang melaksanakan…

Senin, 19 Februari 2018 11:29

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

BOYAN TANJUNG - Sekitar dua pekan yang lalu, warga Dusun Karang Raya, Desa Boyan Tanjung, Kecamatan…

Senin, 19 Februari 2018 11:25

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

PONTIANAK- Pembangunan di Kalbar untuk sektor pariwisata berikut promosinya hanya sebuah kesia-siaan…

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:22

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

PUTUSSIBAU-. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun-Danau Sentarum (BBTNBKDS) menangkap empat warga.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 11:13
Sudah Diintai Selama Sebulan

OTT Kepala BPN Sanggau, Minta Uang di Luar Ketentuan

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau Victor Simanjuntak (VS) yang ditetapkan sebagai…

OMG..!! Niat Nambang Emas, Malah Dapat Bedil Kuno

Matang Berdemokrasi, Optimis Kalbar Damai

SEMENTARA….!! Penerbangan di Supadio Masih Normal, Jarak Pandang saat Pagi 800 Meter

Hirup Asap, Wisatawan Mana yang Mau Datang ke Kalbar?

Titik Api Meluas, Diduga Ada Oknum Sengaja Membakar

Pilgub Kalbar Harus Damai

Sedang Mandi, Bocah 8 Tahun Disambar Buaya

Kalbar Terancam Kekeringan, Warga Konsumsi Air Kolam

DARURAT..!! Ada 182 Desa se Kalbar Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan

Dikerjai Pengguna Jasa hingga Berhadapan dengan Aplikasi Tuyul
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .