UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Kamis, 24 Agustus 2017 13:32
Tangkapan Sedikit, Nelayan pun Enggan Melaut
BELUM BISA TURUN KE LAUT. Beberapa kapal tangkap ikan milik nelayan setempat bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai, Sungai Rengas, Kubu Raya, Minggu (20/8). Cuaca yang tidak mendukung membuat mereka belum bisa mencari nafkah dari laut. AMBROSIUS JUNIUS

PROKAL.CO, Nelayan memang sedikit kesulitan belakangan ini. Kebanyakan tak melaut karena cuaca yang buruk dan hasilnya yang sedikit. Pantauan Rakyat Kalbar, beberapa kapal tangkap ikan nelayan bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai, Jalan Pramuka, Sungai Rengas, Kubu Raya, Minggu (20/8).

Anak buah kapal-kapal itu memfaatkan waktu sandar ini untuk memperbaiki kerusakan maupun membersihkan kapal. Pun ada kapal yang sedang tak berpenghuni. Salah seorang kapten kapal, Syukur, baru saja merapat dua hari yang lalu. Ia mengakui saat ini menangkap ikan agak sulit, hanya sedikit hasil yang didapat pria berusia 44 tahun itu ketika melaut bersama enam anak buahnya.

“Itupun harus melawan ombak,” ujarnya ditemui di atas Kapal “Kenangan Usaha”, yang ditambatkan di Pelabuhan Perikanan Pantai, Sungai Rengas. Warga Pontianak Barat ini belum tahu kapan bisa melaut lagi. Sebab, cuaca buruk pada pelayaran terakhir menyebabkan tiang lewang atau alat untuk membuka jaring saat ditebarkan ke dalam air yang ada di kapalnya mengalami kerusakan. Panjang tiang lewang itu 14 meter dan lebarnya 4 meter.

"Nunggu selesai perbaikan lah, itu pun lihat situasi juga (cuaca terakhir)," tutur Syukur.  Kapal yang dinahkodai bapak tiga anak itu bertonase kotor di bawah GT 30. Berkapasitas angkut ikan 810 ton dengan mesin enam selinder. Jangkauannya hanya 60 mil, jadi melaut cuma di sekitar perairan lepas pantai Kalbar saja.

"Kapal ini GT 28, melaut kadang-kadang di perairan Padang Tikar (Kubu Raya), ndak sampai jauh," bebernya. Sebulan, ia bisa dua kali melaut atau kurang lebih 20 hari di laut. Sekali melaut bisa sampai 10 hari tergantung hasil tangkapan. Kata Syukur, berangkat melaut tergantung cuaca dan kesiapan anak buah kapalnya. Hasil tangkapan bervariasi: cumi-cumi dan beberapa jenis ikan.

"Kadang ndak ada hasil pulang, tapi kalau kenak rejekinya, satu malam dah dapat. Kadang juga harus berkeliling, soalnya masih ada (ikan) kalau dicari,” ungkapnya. Imbuh Syukur, “Dari dalam air, jaring diangkat menggunakan mesin dilakukan malam hari, tak jarang kosong ketika diangkat. Makanya siang harinya mancing untuk hasil tambahan".

Kapal yang dipakainya untuk menangkap ikan berfasilitas standar keselamatan. Sesuai regulasi, ada peralatan navigasi, alat pemadam kebakaran, jaket pelampung, dan perahu karet. "Sekarang kalau ndak lengkap (alat keselamatan), ndak boleh berangkat kita," tandasnya.


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 11:50

Serawai “Diserang” Banjir Lagi, Sampan Sandar di Teras Rumah

SINTANG- Derai hujan deras sejak Minggu (17/9) petang hingga Senin subuh di Kecamatan Serawai, disusul…

Rabu, 20 September 2017 09:40

WASPADALAH..!! DBD Serang Bengkayang, Puluhan Dirawat, Dua Meninggal

Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, Kalbar. Di Bengkayang,…

Sabtu, 16 September 2017 13:05

13 Nelayan Diselamatkan Doa Ibu

Di Kabupaten Sambas, 13 nelayan asal Pemangkat terombang-ambing di lautan Pulau Murek, Kepulauan Riau.…

Jumat, 15 September 2017 11:20

Bukit Peniraman Longsor, Pemukiman Warga Terancam Tertimbun

MEMPAWAH- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mempawah, awal pekan lalu mengakibatkan bencana longsor…

Selasa, 12 September 2017 09:49

Budaya Paradje’ Doa Bersih Negeri

Festival budaya Paradje’ akhirnya resmi ditutup oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi pada Sabtu (8/9)…

Selasa, 12 September 2017 09:45

Derita Warga, Jalan Tak Bisa Dilalui, Melintas Jembatan pun Dilarang

SEPONTI- Sulitnya akses menuju lokasi pelayanan kesehatan dialami masyarakat Kecamatan Seponti, Kayong…

Rabu, 06 September 2017 10:48

Ketua Tim Saber Pungli: Tak Ada Namanya Kebijakan, Kita Bicara Aturan

SUKADANA- Ketua Saber Pungli Kayong Utara, Kompol O. Umbu Sairo yang juga menjabat Waka Polres Kayong…

Rabu, 06 September 2017 10:45

Di Perda Rp10 Ribu, Ditarik Rp20 Ribu, Pengelola Banana Boat Kena OTT Saber Pungli

SUKADANA – Hanya gara-gara duit Rp 10 ribu, salah seorang pengelola banana boat Pantai Pulau Datok,…

Sabtu, 02 September 2017 09:56

Ambil Ijazah di SMAN 1 Nanga Pinoh Bayar Rp200 Ribu, Kepsek dan Bendahara Ditangkap

 NANGA PINOH- Jangan main-main dengan pungli. Akibatnya bisa fatal. Dua oknum guru berstatus Pegawai…

Jumat, 01 September 2017 10:03

Pembangunan Jembatan di Melawi Ngga Jelas, Warga Demo

NANGA PINOH- Puluhan warga melakukan demo di DPRD Melawi, Senin (28/8) lalu. Demo apa? Ya, Kedatangan…

Tiga Dusun Diterpa Banjir Terparah

Sepasang Mayat Bugil Bikin Heboh Warga Ngabang

Serawai “Diserang” Banjir Lagi, Sampan Sandar di Teras Rumah

Banjir, Pemkab Diminta Cek Infrastruktur

Warga Usul Bangun Jembatan, Tanggapan Bupati Hanya Begini...

WASPADALAH..!! DBD Serang Bengkayang, Puluhan Dirawat, Dua Meninggal

Sungai Mandai Meluap, Banjir Tujuh Meter Rendam Tujuh Desa

DBD di Kapuas Hulu Mengganas

BANJIR MENGGILA..!! Ribuan Rumah Tenggelam, Warga Melawi Mengungsi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .