UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 20 Agustus 2017 11:55
Api Lambat Padam, Karena Damkar Terhadang Macet

Gudang Ban Vulkanisir Jawara di Kubu Raya Terbakar

MUACEEET. Mobil Damkar terhadang kemacetan panjang ketika hendak menuju ke lokasi kebakaran, gudang vulkanisir Jawara, di jalan Trans Kalimantan, Kubu Raya, Jumat (18/8). Maulidi Murni-RK

PROKAL.CO, KUBU RAYA- Butuh waktu lebih kurang sejam untuk menjinakkan api yang melahap gudang vulkanisir Jawara di Jalan Trans Kalimantan Km. 12, Parit Adam, Kubu Raya, Jumat (18/8) sore. Sejumlah pemadam kebakaran (Damkar) terkendala kemacetan dan kurangnya sumber air. 

Gudang itu mulai terbakar sekitar pukul 15.30. Memang ada Damkar dan kendaraan pemadam yang tiba di lokasi tak lama setelah laporan peristiwa kebakaran sampai ke mereka, namun mobil pemadam lainnya terhenti di tengah perjalanan menuju ke sana. Terhalang kemacetan panjang. Selain akses jalannya sempit, lalulintas pun luar biasa padat. 

Kemacetan total itu juga menyebabkan pemadam susah membawa air dari satu-satunya titik air untuk masuk ke lokasi kebakaran. "Jadi teman-teman Damkar yang membawa air tidak bisa menembus lokasi," ujar salah seorang petugas Damkar, Sanusi.  a menjelaskan, dari keterangan warga setempat, di dalam gudang ada aktivitas mengelas. Meski begitu, Sanusi belum bisa memastikan sumber api dari pekerjaan yang dilakukan tukang las itu.  “Ini yang berhak memberikan keterangan tentu saja pihak kepolisian,” tuturnya.

Api tidak hanya menghanguskan gudang, juga merembet ke salah satu bangunan yang ada di sebelahnya. Tapi, kondisi bangunan tersebut tidak rata dengan tanah. Hanya sebagian dindingnya retak dan beberapa kaca pecah.

Petugas dari Damkar Pemkab Kubu Raya, Muhammad Jais, menuturkan sempat terjadi ledakan. Ia juga mendapat informasi dari masyarakat sekitar bahwa api berasal dari tabung gas untuk mengelas. Setelah bersusah payah, kebakaran itu dipadamkan setelah disemprot selama sejam. Tidak ada korban jiwa.   “Pemilik gudang tersebut bernama Pak Bambang,” terang Jais.

Berdasarkan keterangan karyawannya yang berada di gudang via telpon, Bambang menyebut,  saat itu memang ada pekerjaan mengelas. Kemungkinan terjadi korsleting dan percikan apinya menyambar jiriken bensin. Kemudian, api itu masuk ke mesin vulkanisir ban sehingga membuatnya terus menyala.  "Yang tau persis tukang las," ungkapnya.

Tukang las dimaksud, lanjut dia, mulai bekerja hari Senin lalu dengan upah borongan. Ketika insiden kebakaran, menurut Bambang, pekerja tersebut sedang mengelas teralis berbentuk huruf U.

Pria lima puluh tahun ini menyatakan, usaha ban vulkanisir yang digelutinya ini merupakan waralaba. Dan gudang tersebut dimilikinya sejak Oktober 2016. Sebelumnya, ia pernah membuka gudang di Kampung Jawa, Kubu Raya.  (Maulidi Murni dan Syamsul Arifin)


BACA JUGA

Rabu, 20 September 2017 11:50

Serawai “Diserang” Banjir Lagi, Sampan Sandar di Teras Rumah

SINTANG- Derai hujan deras sejak Minggu (17/9) petang hingga Senin subuh di Kecamatan Serawai, disusul…

Rabu, 20 September 2017 09:40

WASPADALAH..!! DBD Serang Bengkayang, Puluhan Dirawat, Dua Meninggal

Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, Kalbar. Di Bengkayang,…

Sabtu, 16 September 2017 13:05

13 Nelayan Diselamatkan Doa Ibu

Di Kabupaten Sambas, 13 nelayan asal Pemangkat terombang-ambing di lautan Pulau Murek, Kepulauan Riau.…

Jumat, 15 September 2017 11:20

Bukit Peniraman Longsor, Pemukiman Warga Terancam Tertimbun

MEMPAWAH- Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mempawah, awal pekan lalu mengakibatkan bencana longsor…

Selasa, 12 September 2017 09:49

Budaya Paradje’ Doa Bersih Negeri

Festival budaya Paradje’ akhirnya resmi ditutup oleh Bupati Sanggau, Paolus Hadi pada Sabtu (8/9)…

Selasa, 12 September 2017 09:45

Derita Warga, Jalan Tak Bisa Dilalui, Melintas Jembatan pun Dilarang

SEPONTI- Sulitnya akses menuju lokasi pelayanan kesehatan dialami masyarakat Kecamatan Seponti, Kayong…

Rabu, 06 September 2017 10:48

Ketua Tim Saber Pungli: Tak Ada Namanya Kebijakan, Kita Bicara Aturan

SUKADANA- Ketua Saber Pungli Kayong Utara, Kompol O. Umbu Sairo yang juga menjabat Waka Polres Kayong…

Rabu, 06 September 2017 10:45

Di Perda Rp10 Ribu, Ditarik Rp20 Ribu, Pengelola Banana Boat Kena OTT Saber Pungli

SUKADANA – Hanya gara-gara duit Rp 10 ribu, salah seorang pengelola banana boat Pantai Pulau Datok,…

Sabtu, 02 September 2017 09:56

Ambil Ijazah di SMAN 1 Nanga Pinoh Bayar Rp200 Ribu, Kepsek dan Bendahara Ditangkap

 NANGA PINOH- Jangan main-main dengan pungli. Akibatnya bisa fatal. Dua oknum guru berstatus Pegawai…

Jumat, 01 September 2017 10:03

Pembangunan Jembatan di Melawi Ngga Jelas, Warga Demo

NANGA PINOH- Puluhan warga melakukan demo di DPRD Melawi, Senin (28/8) lalu. Demo apa? Ya, Kedatangan…

Tiga Dusun Diterpa Banjir Terparah

Sepasang Mayat Bugil Bikin Heboh Warga Ngabang

Serawai “Diserang” Banjir Lagi, Sampan Sandar di Teras Rumah

Banjir, Pemkab Diminta Cek Infrastruktur

Warga Usul Bangun Jembatan, Tanggapan Bupati Hanya Begini...

WASPADALAH..!! DBD Serang Bengkayang, Puluhan Dirawat, Dua Meninggal

Sungai Mandai Meluap, Banjir Tujuh Meter Rendam Tujuh Desa

DBD di Kapuas Hulu Mengganas

BANJIR MENGGILA..!! Ribuan Rumah Tenggelam, Warga Melawi Mengungsi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .