UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

DAERAH

Minggu, 20 Agustus 2017 11:02
WADUH..!! Gara-Gara Ini, Kasus Asusila Meningkat
ilustrasi

PROKAL.CO, NANGA PINOH- Ini warning bagi orang tua. Ya, kasus pelecehan seksual terhadap anak bawah umur di Melawi meningkat. Tolok ukurnya berdasarkan jumlah kasus yang ditangani Polres Melawi. Kasat Reskrim Polres Melawi Iptu Ketut Bagus Pasek Sudina mengatakan, berdasarkan data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), pada 2016 menangani 14 kasus hohohihi dan satu kasus pencabulan terhadap anak bawah umur. Sementara 2017 hingga Agustus ini, menangani 11 kasus hohohihi, dua kasus pencabulan dan satu kasus pemerkosaan. 

“Dari angka kasus yang ditangani hingga pertengahan tahun 2017 sudah nyaris melampaui jumlah total kasus serupa pada 2016. Bahkan laporan kasus hohohihi terhadap anak bawah umur yang kita terima sudah mencapai 14 kasus dengan pencabulan satu kasus,” kata Iptu Ketut.

Menurutnya semua kasus ini sudah diselidiki. Semua pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. “Ini menandakan korbannya adalah anak bawah umur,” jelasnya. Dua kasus terbaru pada Agustus ini, kata Ketut, dialami anak berusia 16 tahun sebut saja Bunga (bukan nama sebenarnya, red). Kasus ini dilaporkan oleh ibu kandungnya ke Mapolres Melawi. Sang ibu mengaku anak gadisnya sudah dihohohihi oleh pria berinisial WE, 22, warga Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Kota Baru Km. 4 Desa Kenual, Nanga Pinoh.

 “Tindak pidana yang dilakukan tersangka, melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan hohohihi dengannya atau dengan orang lain, atau melakukan tipu muslihat, serangkaian kobohongan, atau membujuk untuk melakukan hohohihi,” jelas Iptu Ketut. 

Tersangka WE melakukan hohohihi sebanyak tujuh kali. Mulai dari Desember 2016 hingga 2017 di rumah tersangka Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Kota Baru dan di bengkel tempat tersangka bekerja di Km. 5 Desa Tanjung Lay, Nanga Pinoh, serta di rumah korban di Dusun Belian Permai Desa Paal. Tersangka mengiming-imingi dengan mengatakan cinta dan sayang kepada korban serta akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu hal. Sehingga korban mau melakukan hohohihi dengan tersangka. Setelah itu tersangka WE mengetahui jika korban masih di bawah umur. Lalu meninggalkannya dengan alasan bahwa korban terlalu cemburuan. “Akibat perbuatannya itu, tersangka terancam 15 tahun penjara,” tegas Iptu Ketut.

Kasus keduanya dialami anak berusia 14 tahun sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya, red). Dia dipaksa atau diperkosa oleh seorang tersangka berusia 18 tahun lebih berinisial MS. Kasus ini dilaporkan kakek korban.

Kronologis kejadiannya, Senin (31/7) lalu sekira pukul 23.30, korban yang bekerja di sebuah rumah makan di pasar kuliner menelepon tersangka meminta untuk diantar pulang. Tersangkapun datang menjemput korban di lapangan kuliner Nanga Pinoh. Bukannya membawa pulang, tersangka malah membawa korban kerumah tersangka di Dusun Istana, Desa Baru, Nanga Pinoh. Di sanalah tersangka meminta korban untuk melakukan hohohihi dengan cara mencekik dan menindihnya.

Setelah itu korban pulang ke Kenual sambil menangis. Kemudian menceritakan apa yang dialaminya kepada kakeknya. Sang kakek pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Melawi. “Tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 15 tahun penjara,” tegas Iptu Ketut.

Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin mengungkapkan, sejak dilantik Mei lalu, ada kurang lebih dua kasus asusila yang diterima jajarannya. Kasus hohohihi maupun pelecehan seksual terhadap anak bawah umur. “Angka kasus ini tidak bisa dijadikan pertimbangan bahwa saat ini kasus melibatkan anak di bawah umur sedang tinggi. Ini biasa hanya musiman saja,” katanya.

Kendati demikian, lanjut AKBP Ahmad Fadlin, jajarannya tetap akan memproses laporan tersebut. Penanganan dan imbauan juga dilakukan terhadap pihak terkait. Dari kasus yang diterimanya, belum ada kekerasan seksual yang terjadi dalam lingkungan keluarga seperti yang banyak terjadi pada tahun lalu.

 “Yang hubungan sedarah belum ada. Laporannya kebanyakan hubungan antarremaja,” jelas AKBP Ahmad Fadlin. Khusus kasus persetubuhan anak bawah umur, dia mengatakan, kebanyakan berawal dari hubungan di luar nikah oleh para remaja. Menurutnya karakteristik kasus hohohihi ini memang kebanyakan didasari perasaan suka sama suka.

 “Ini beda sama perkosaan yah. Kalau suka sama suka, biasa ada tahap perkenalan, tahap lanjut, ketemuan dan terjadilah. Memang kebanyakan dari pihak orangtua yang melaporkan. Anak bawah umur kan masih di bawah tanggungjawab orangtua,” katanya. Kapolres menegaskan, kasus ini tetap ditangani secara prosedural. Undang-undang yang diterapkan juga tetap secara maksimal. Dalam penyidikan, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, kemudian baru dijuntokan ke KUHP.

 “Nantinya dalam Anev akan kita paparkan langkah-langkah, pengungkapan, proses berjalan, hambatan dan penanganan kasusnya juga akan kita gelar,” katanya. Saat ini, kata AKBP Ahmad Fadlin, seluruh tersangka kasus hohohihi maupun pelecehan seksual terhadap anak sudah ditahan. Dia berharap adanya peran serta orangtua untuk mengawasi dan membimbing anaknya di rumah. (ira)


BACA JUGA

Jumat, 15 Juni 2018 13:48

Pencoblosan, Pemilih Diminta Bawa e-KTP

PONTIANAK- Pada saat hari pemungutan suara Pilkada serentak 27 Juni mendatang selain form C6, pemilih…

Jumat, 15 Juni 2018 13:44

Pastikan Pengamanan Pilkada, TNI Polri Cek Kesiapan Pasukan

BENGKAYANG- Rakyat Kalbar memberitakan, jajaran Polsek Sungai Raya dan Koramil 1202-06/Sungai Raya,…

Selasa, 12 Juni 2018 14:56

Cuket Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Belitang

BELITANG- Sin Kit Lan alias Cuket, warga Desa Belitang 2, Kecamatan Belitang, Sekadau ditemukan tak…

Selasa, 12 Juni 2018 14:46

AHAYYY..!! Kepergok dengan Bencong di Semak-semak, BJ Akui Pengen …

MEMPAWAH- Berupaya memberikan rasa aman dan kondusif dalam menjalani ibadah puasa, Satpol PP Kabupaten…

Rabu, 06 Juni 2018 15:27
Parkir Liar Depan Transmart Akhirnya Ditertibkan

Jukir Diangkut, Kendaraan Ditilang

SUNGAI RAYA- Janji Dinas Perhubungan Kubu Raya dan Satlantas Polresta Pontianak untuk menertibkan parkir…

Rabu, 06 Juni 2018 15:14

Ujaran Kebencian terhadap Mantan Gubernur UJ, Pelaku Fitnah Serahkan Diri

SEKADAU- Kasus ujaran kebencian terhadap mantan Gubernur Kalbar asal Sekadau, Almarhum H Usman Jafar…

Rabu, 06 Juni 2018 15:09
Ujicoba PLTU Parit Baru Site Bengkayang

YES..!! PLTU Ini Siap Membuat Kalimantan Benderang

SINGKAWANG- Direktur Bisnis Regional Kalimantan, Machnizon Masri bersama General Manager PLN UIP Kalimantan…

Rabu, 06 Juni 2018 15:06

Innova VS Vega ZR, Arifin Meninggal di Tempat

SEKADAU- Mobil Toyota Innova dan sepeda motor Yamaha Vega ZR terlibat kecelakaan di Jalan Sekadau-Sanggau,…

Rabu, 06 Juni 2018 14:21

NAH KAN…Pelaku Fitnah Mantan Gubernur UJ Dipolisikan

SEKADAU-Dugaan ujaran kebencian lontaran pemilik akun Facebook Raymon Sanchez berbuntut panjang. Statusnya…

Minggu, 03 Juni 2018 22:37

Lidik Fitnah terhadap Mantan Gubernur UJ, Keluarga akan Tempuh Jalur Hukum

SEKADAU-. Mantan Gubernur Kalbar, almarhum Usman Jafar (UJ) difitnah  pemilik akun Facebook Raymon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .