UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Senin, 14 Agustus 2017 11:08
WADUH..!! Gara-Gara Ini, Pembakar Hutan dan Lahan Sulit Terjamah Hukum

Ada 8 Provinsi yang Jadi Perhatian Pemerintah

KARHUTLA: Ada 8 provinsi yang menjadi perhatian pemerintah dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan.

PROKAL.CO, PONTIANAK- Delapan provinsi menjadi focus perhatian pemerintah dalam hal pengendalian kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Diantaranya Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. “Untuk Kalimantan Utara belum, karena belum ada kasus Karhutla di sana. Tapi rencananya akan bertambah satu, yakni Aceh yang baru-baru saja terjadi Karhutla,” jelas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raflles B Panjaitan.

Selain itu kata dia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kesulitan mempersiapkan saksi ahli guna penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Yang ahli banyak, tapi belum tentu mau bersaksi.

“Alasannya karena melihat proses yang sedemikian panjang. Ketika menjadi saksi ahli, maka harus bolak-balik pengadilan dan harus rajin. Kemungkinan itu yang menjadi alasan tidak mau menjadi saksi ahli,” kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Raflles B Panjaitan saat berkunjung ke Kota Pontianak baru-baru ini.

Hal itulah, kata dia yang menjadi kendala bagi pemerintah untuk penegakan hukum kasus kebakaran hutan dan lahan. Apalagi yang dilakukan perusahaan perkebunan (korporasi). Solusi yang dilakukan pemerintah, melatih para saksi ahli yang mau terlibat dalam proses penegakan hukum untuk kasus ini. Pelatihan ini juga diberikan kepada jaksa dan hakim yang menangani kasus-kasus berkaitan dengan persoalan lingkungan hidup. “Harapannya putusan yang dikeluarkan hakim benar-benar objektif,” tegas Raflles.

Di sisi lain, dia memastikan pemerintah tetap berupaya dan mendorong dilakukannya upaya restorasi di lahan yang terbakar. “Jika yang terbakar itu lahan masyarakat, pemerintah tidak ikut campur, karena dijadikan pengembangan pribadi,” ujar dia.

Berbeda jika di lahan-lahan hutan produksi. Jika pelakunya perusahaan atau bahkan dilakukan pembiaran, maka penindakan hukum akan dilakukan. “Jika memang benar ada kebakaran di areal perusahaan itu akan ada pengurangan. Ini sesuai dengan Permen ?yang dikeluarkan Menteri KLH dari Permen 14, 15, 16 hingga 17 yang mengatur lahan gambut. Ini sebagai tindaklanjut dari PP 57,” jelas Raflles.

Dia mengingatkan, prosesnya tidak instan. Sebab pemerintah tidak bisa begitu saja menetapkan sanksi. Langkah penelitian harus dilakukan. Termasuk menegasan pihak perusahaan kenapa tidak melakukan pencegahan. “Prosesnya ada, tidak langsung bakar dicabut (izinnya). Tetap diteliti, kenapa perusahaan tidak melakukan pencegahan,” ujar dia.

Raflles mengaku, upaya pengendalian dengan melakukan patroli terpadu di 768 desa. Dia menargetkan patroli terpadu ini terjangkau di 1.014 desa yang rawan kebakaran hutan dan lahan. “Termasuk juga di Kalbar, saat ini patroli terpadu sudah di 60 desa. Rencananya bertambah 174 desa yang sesuai dengan potensi kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya. (Rizka Nanda, Achmad Munandar/rk)


BACA JUGA

Selasa, 26 September 2017 12:41

PUBLIK GEGER..!! Remaja Pontianak Pakai Kaos Bergambar Adegan Seronok

PONTIANAK- Warganet Pontianak digegerkan sebuah postingan di media sosial Facebook. Unggahan tersebut…

Senin, 25 September 2017 11:36

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

BENGKAYANG- Anjing penular rabies kembali menyerang warga Kabupaten Bengkayang. Kasus ini mengulang…

Minggu, 24 September 2017 11:29
Kapolda Soroti Pintu Resmi dan Jalan Tikus di Lima Perbatasan

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

PONTIANAK – Polda Kalbar menaruh atensi besar terhadap perbatasan. Untuk diketahui, lima Kabupaten…

Minggu, 24 September 2017 11:26

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

PONTIANAK- Kota Pontianak tidak hanya kaya akan budaya. Selain itu memiliki ciri khas fenomena alam…

Minggu, 24 September 2017 11:21

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

PONTIANAK- Jangan coba-coba menyetrum ikan di sungai. Polisi khususnya di Pontianak bakal bertindak…

Rabu, 20 September 2017 13:22

Dua Sungai Meluap, Melawi Dikepung Banjir

NANGA PINOH- Meluapnya Sungai Melawi dan Sungai Pinoh mengakibatkan banjir di ibu kota Kabupaten Melawi,…

Rabu, 20 September 2017 11:52

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

SAMBAS- Puluhan pelajar SMAN 2 Tebas kerasukan massal. Dalam dua hari, setidaknya hampir 60 pelajar…

Rabu, 20 September 2017 11:48

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

PONTIANAK- Hampir genap 10 tahun menjabat sebagai Gubernur Kalbar, diakhir masa jabatannya yang tinggal…

Rabu, 20 September 2017 11:47

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

SEKADAU- Selain pemukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah titik ruas jalan yang menghubungkan…

Rabu, 20 September 2017 11:40
Tewasnya Anak 11 Tahun Akibat Dibully

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

PONTIANAK- Polresta Pontianak telah melakukan gelar perkara tewasnya korban bully yang baru berusia…

SEREM..!! Puluhan Pelajar SMAN Tebas Kerasukan

Cornelis Pulang ke Rumahnya, Ada Apa?

Ada 4 Pelaku Penganiayaan Nice, Keluarga Ingin Tetap Diproses

BANJIR PARAH..!! Sepeda Motor pun Digotong

TEGAS..!! Kapolda Bilang, Jangan Ada Anggota yang Berkhianat..!!

JANGAN SETRUM IKAN..!! Nekat, Begini Nih Akibatnya

Polisi Minta Jenazah Nice Diotopsi

Acara Puncak Kulminasi Matahari, Bikin Pontianak Mendunia

BAHAYA..!! Sudah 8 Anak Digigit Anjing Rabies

Masuk Konten Porno? Polisi Masih Selidiki
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .