UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

PONTIANAK

Senin, 14 Agustus 2017 10:59
Pasutri Dijambret, Terpelanting dari Motor
KORBAN JAMBRET. Hasti Landari saat melihat keadaan sang suami, Sulayman yang terbaring di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Minggu (13/8). MAULIDI MURNI

PROKAL.CO, PONTIANAK- Penjahat jalanan makin merajalela di Pontianak. Kali ini korbannya pasangan suami istri (Pasutri) Sulayman, 52, dan Hasti Landari, 47, warga Gang Tamang Dua Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. Sulayman dan istrinya dijambret di Jalan Pattimura depan pusat oleh-oleh PSP Pontianak Kota, Minggu (13/8) siang. Pasutri ini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Santo Antonius (SSA) Pontianak dan dijenguk sanak saudaranya.

Hasti menderita luka-luka di lengan dan kaki kirinya. Dia menjelaskan, saat kejadian bersama suaminya baru saja pulang dari melayat di Yayasan Golgota Pontianak. Mereka melewati Jalan Tanjungpura dan berbelok ke Jalan Juanda memasuki Jalan Pattimura. Kondisi jalan di saat itu dalam keadaan sepi. “Kami dijambret sekitar pukul 13.00,” kata Hasti ketika dimintai keterangannya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Antonius, kemarin.

Dalam perjalanan, Hasti sambil bernyanyi lagu rohani di dalam hatinya. Ketika berada di depan tempat perbelanjaan khas Kota Pontianak (PSP) atau toko Do n Me, tiba-tiba kendaraan mereka dibuntuti dua pria yang berboncengan dengan sepeda motor dari arah belakang. Hasti yang curiga, memegang tas selempang berukuran kecil yang dia selipkan di pinggangnya. Kemudian pria tersebut merampas tasnya hingga terjadi tarik-tarikan. Hasti saat itu tidak terpikir untuk berteriak.

“Pas dia mengegas motor, kami berdua terpelanting dan terseret. Ketika terjatuh barulah berteriak jambret,” cerita Hasti. Hasti mengaku kejadiannya sangat singkat, tidak sampai satu menit. Hasti mengatakan, seandainya dia melepaskan tasnya tersebut, mungkin mereka berdua tidak terjatuh. “Dari keterangan warga yang menolong kami berdua, pelaku bahkan sempat menendang suami saya,” ungkapnya.

Hasti yang berkerja sebagai tenaga pendidik di TK Immanuel itu mengaku tidak mengetahui secara detail ciri-ciri pelaku yang merampas tasnya. Dia hanya ingat, pelakunya berbadan kecil, tidak menggunakan helm, mengenakan baju biru dan hijau. “Yang menarik tas saya berambut ikal dan berkulit sawo matang,” ungkapnya.

Barang berharga yang berhasil dirampas pelaku dari tas milik Hasti berupa kartu ATM, kartu tanda penduduk (KTP), kacamata, uang kurang lebih Rp200 ribu dan handphone. Hasti mengatakan, anaknya telah melaporkan peristiwa yang dialami mereka berdua ke kantor polisi. Bahkan polisi juga sudah datang dan melakukan konfirmasi kepada mereka berdua.

Sementara Sulayman menderita retak tulang kaki kiri tepatnya di bawah lutut dan beberapa luka-luka di tubuhnya. Dia mengaku tidak mengetahui persis kejadian itu. “Saya lagi bawa motor, yang tahu itu istri saya,” katanya yang saat itu sedang terbaring didampingi sanak keluarganya.

Seingat Sulayman yang juga guru di SMP Bruder Pontianak itu, sempat terjadi tarik-tarikan tas yang dibawa istrinya dengan dua pria menggunakan sepeda motor. Sehingga dia terjatuh dan tertimpa motornya sendiri. Mungkin itu yang menyebabkan kakinya luka. “Saya waktu jatuh itu, kaki tidak bisa bergerak, saya kira patah,” ujarnya.

Ketika ramai warga yang menghampiri untuk memberikan pertolongan, Sulayman memberikan saran agar kakinya jangan diangkat terlebih dahulu. Beruntung saat itu, kata dia ada seseorang warga yang mempunyai inisiatif memberikan pertolongan dengan cara membungkus kakinya menggunakan kardus, kemudian diikat lalu membawa mereka ke rumah sakit. “Saya ucapkan terima kasih kepada warga yang memberikan bantuan kepada kami berdua,” ucap Sulayman. (lid)


BACA JUGA

Selasa, 21 November 2017 12:55

Diduga Hasil Pembalakan Liar, Mabes Polri Amankan Ratusan Kubik Kayu

PONTIANAK- Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek…

Rabu, 15 November 2017 16:18

Personel TNI AU Bikin Tanggul, Penerbangan Sementara Normal

PONTIANAK- Personel Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio punya andil besar menangani banjir…

Rabu, 15 November 2017 16:10

GEGER..!! Ada Jenazah Keluar dari Liang Lahat

PONTIANAK- Warga Jalan Hasanuddin, Gang Kenari Pontianak Barat mendadak heboh. Bagaimana tidak geger,…

Rabu, 15 November 2017 11:54

Gara-Gara Nongkrong, 25 Remaja Diangkut Polisi

PONTIANAK- Masih berkeliaran hingga larut malam di jalanan kawasan Kecamatan Pontianak Barat, 25 anak…

Selasa, 07 November 2017 16:24

Kabupaten Ini Dibanjiri Tenaga Kerja Asing

PONTIANAK- Hingga Oktober 2017, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terdata di Kalimantan Barat sebanyak 445…

Selasa, 07 November 2017 16:22

Sutarmidji-Norsan Mulus di Nasdem

PONTIANAK- Partai Nasional Demokrat (Nasdem) secara resmi menentukan sikap untuk mengusung duet Sutarmidji-Ria…

Sabtu, 04 November 2017 10:39

Korban Banjir Bandang Minta Perhatian Pemerintah

PONTIANAK- Korban banjir bandang di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, belum mendapat penanganan…

Sabtu, 04 November 2017 10:37

Ditemani Cewek di Hotel, WNA Amerika Pingsan, Lalu Ngga Bangun-Bangun

PONTIANAK-  Hotel Golden Tulip Pontianak, heboh. Ya, penghuni kamar 729 Phillip Gavin Swyden mendadak…

Minggu, 29 Oktober 2017 10:35
Sisi Humanis Penerbang Pangkalan TNI AU Supadio

Dance Baby Shark ala Mayor Adi Kamto

Melihat prajurit TNI, kebanyakan orang pasti segan. Sungkan dengan sosoknya yang dikenal tegas, berani,…

Senin, 23 Oktober 2017 13:03

246 Tahun Kota Pontianak, Obsesi untuk Terus Berinovasi

PONTIANAK- Hampir dua setengah abad Pontianak berdiri. Memasuki usia yang cukup matang, ragam upaya…

Diduga Hasil Pembalakan Liar, Mabes Polri Amankan Ratusan Kubik Kayu
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .