UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:22
Miliki 39 Batang Pohon Ganja untuk Selamatkan Istri, Pria Ini Dipenjara dan Bayar Denda Rp 1 Miliar
PELUK ANAK. Fidelis Ari memeluk anak bungsunya usai sidang, di PN Sanggau, Rabu (2/8). Kiram Akbar-Rakyat Kalbar

PROKAL.CO, Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, Kalbar, memvonis pemilik 39 batang pohon ganja, Fidelis Ari, delapan bulan penjara subsider sebulan dan denda Rp1 milyar, Rabu (2/8) lalu. Apa daya, upaya menyelamatkan nyawa sang istri berakhir bui untuk Fidelis.

Sidang itu dipimpin Hakim Ketua A Irfir Rochman dan dua Hakim Anggota, John Malvino Seda Noa Wea, serta Maulana Abdillah. Uniknya, keputusan hakim untuk memenjarakan Fidelis tidak bulat. “Terdapat perbedaan, sehingga diambil suara terbanyak, sehingga itulah yang bisa kami simpulkan,” tutur hakim Rochman, membacakan putusan.

Meski kecewa, Fidelis dan pengacaranya belum memastikan akan mengajukan banding. Ia tak banyak bicara ketika awak media berusaha mewawancarainya usai sidang.  “Yang jelas saya kecewa. Karena toh nyawanya (sang isteri) tak bisa diselamatkan,” ujarnya singkat. Matanya berkaca-kaca.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang menuntut Fidelis dengan hukuman lima bulan penjara, denda Rp800 juta, subsider satu bulan kurungan. Penasehat hukum Fidelis, Marcelina Lin, menilai vonis yang dijatuhkan cukup tinggi. Namun ia belum memastikan apakah akan mengajukan banding atau tidak, menyerahkan sepenuhnya pada Fidelis.

 “Apakah keberatan atau tidak, silakan dipikirkan terlebih dahulu, dan juga kita sampaikan kalau banding itu adalah haknya dia (Fidelis), kita tidak mempengaruhi itu,” tuturnya. Marcelina juga kecewa vonis tersebut. Tadinya ia berharap kliennya akan bebas murni. Karena dari fakta-fakta persidangan, Fidelis tak terlibat peredaran narkoba.

Tiga dakwaan dituduhkan kepada Fidelis. Kata Marcelina, yakni Pasal 113 ayat 2 soal ekspor-impor narkoba, yang dipastikannya tidak terbukti. Kemudian Pasal 111 ayat 2, yaitu menanam, memelihara dan seterusnya serta memberikan kepada orang lain yang termaktub dalam Pasal 116 ayat 1.

 “Pasal ini kan biasanya digunakan para penegak hukum untuk pengedar, majelis hakim sendiri dalam pertimbangannya tidak mampu membuktikan Fidelis ini mengedarkan,” paparnya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erhan Lidiansyah pun belum memastikan upaya hukum selanjutnya. Pihaknya memilih memuji independensi majelis hakim ketika memutuskan perkara ini.

 “Kita sudah dengarkan perbedaan pendapat, terkait sikap kita, nanti akan konsultasikan kepada pimpinan, karena perkara ini kan perkara nasional, jadi harus koordinasi ke atas,” jelas Sang Jaksa.

Peradilan terhadap Fidelis ini memang memantik reaksi publik nasional. Anggota DPR, Erma Suryani Ranik, hadir dalam sidang tersebut. Ia sengaja datang karena menilai kasus ini cukup menikam rasa keadilan.  “Fidelis ini mengobati isterinya dengan tanaman yang belum diperbolehkan di Indonesia, seperti ganja. Saya mengikuti dengan cermat vonis yang dibacakan hakim,” tuturnya.

 “Hakim, kita tahu, ada perbedaan pendapat yang tajam, antara yang menginginkan meletakkan rasa keadilan sebagai hal yang utama, dengan yang ingin meletakkan kepastian hukum. Tadi dengan jelas majelis menyebut dua hakim berpendapat bahwa keadilan itu harus diletakkan di atas” lanjutnya.

Ia mengatakan, dalam Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika disebutkan dalam pertimbangannya bahwa keadilan menjadi utama. Dalam sidang itu, satu dari tiga hakim meminta agar unsur kepastian hukum itu yang diutamakan.

Lanjut Erma, tanpa bermaksud mencampuri putusan majelis hakim, ia menyatakan kekecewaannya terhadap vonis tersebut. “Fidelis ini tidak layak sama sekali dijadikan terdakwa, tidak layak! Karena dia melakukannya dalam keadaan terpaksa, dia melakukannya karena ingin menyelamatkan nyawa isterinya, pilihannya ada dua: melanggar hukum atau menyelamatkan nyawa, dia pilih menyelamatkan nyawa,” paparnya.

Walau membela Fidelis, Legislator Partai Demokrat ini keras menolak legalisasi ganja. “Indonesia ini, tidak kita buat legalisasi saja berton-ton narkoba masuk. Kalau kita buka ruang sedikit, orang akan memanfaatkan celah ini sehingga mejadi lebih banyak lagi penyalahgunaan narkoba,” tegas Erma.

Yang harus dilakukan, menurut dia, adalah revisi terhadap UU Narkotika. Hal ini disebutnya sudah masuk dalam Prolegnas 2014-2019.  “Tapi memang belum menjadi prioritas dalam tahun 2017 ini. Kami masih memprioritaskan RUU KUHP. Kondisi ini tentu saja menjadi bagian, khususnya saya, di Komisi III untuk menjadi pertimbangan revisi seperti apa yang ideal bagi undang-undang narkotika ini ke depan,” terangnya. (Kiram Akbar)

 


BACA JUGA

Selasa, 13 Februari 2018 10:32

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

SINGKAWANG- Anak bawah umur kembali menjadi korban kekerasan seksual. Sebut saja nama korban, Melati.…

Selasa, 13 Februari 2018 10:10

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

SANGGAU- KPU Sanggau menggelar rapat pleno terbuka pengumuman hasil penetapan pasangan calon Bupati…

Selasa, 13 Februari 2018 10:06

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar

PONTIANAK- Tiga pasangan ditetapkan sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar 2018. Seluruh pasangan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:54
Soal Bakal Dipotongnya Gaji ASN Muslim 2,5 Persen untuk Zakat

Midji: Apa Sudah Cukup Nisabnya?

PONTIANAK- Pemerintah mewacanakan pemotongan gaji untuk zakat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) beragama…

Jumat, 09 Februari 2018 10:50

WOW BANYAK BANGET..!! Pemprov Kalbar Usulkan Penambahan 1.500 ASN

PONTIANAK-. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah mengusulkan 1.500 formasi Aparatur Sipil Negara…

Rabu, 07 Februari 2018 10:32

WANTED..!! 11 Terpidana Korupsi Ini Masih Hirup Udara Bebas

PONTIANAK- Sebelas terpidana kasus korupsi di Kalbar yang telah divonis pengadilan ternyata masih menghirup…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:51

Produktivitas Gabah Kering Giling Tak Capai Target, Mahasiswa Tolak Impor Beras

PONTIANAK- Kunjungan anggota DPR RI Erwin TPL Tobing sekaligus mantan Kapolda Kalbar ke DPRD Sambas…

Sabtu, 03 Februari 2018 12:03

Vivi Pebasket Muda Berbakat Kalbar

PONTIANAK- Atlet basket asal Kalbar, Natalia Vivi mendapatkan kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuannya…

Sabtu, 03 Februari 2018 11:59

Sopir Truk Tanki CPO Ugal-ugalan

MEMPAWAH- Tabrakan beruntun terjadi di Kilometer 48 Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah, Kamis (1/2) siang.…

Kamis, 01 Februari 2018 09:55
Super Blue Blood Moon akan Terjadi Lagi pada 2036

Tak Semua Bisa Nikmati “Si Bulan Merah Darah”

Saat yang ditunggu masyarakat tersaji tadi malam. Fenomena gerhana bulan bersamaan dengan bulan pertama…

MODUSSS..!! Tawarkan Tumpangan, Tukang Ojek “Coblos" Anak Bawah Umur di Hutan

Sah.! Pilkada Sanggau 2018 Diikuti Dua Paslon

Dituding Babat Kayu di Taman Nasional, Empat Orang Ditangkap

RESMI..!! Tiga Pasang Calon Berebut Kursi Gubernur Kalbar
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .