UTAMA | PONTIANAK | KRIMINAL | DAERAH

UTAMA

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:13
Lima Warganya Tewas, Pemerintah Sarawak Malaysia Khawatir Rabies

Hewan Peliharaan Mencapai 1.300

ilustrasi

PROKAL.CO, KUCHING- Rabies yang menggila di Kalbar, rupanya juga menjangkiti Sarawak, Malaysia. Ya, Pemerintah Sarawak, Malaysia, tengah waswas. Sejak Juli 2017, lima warga perbatasan Tebedu, Sarawak Malaysia yang berbatasan dengan Entikong, Sanggau, Kalbar Indonesia tewas akibat serangan rabies. Korbannya empat anak  dan seorang pria berusia 52 tahun.

Tidak mau ambil risiko, Pemerintah Sarawak menyarankan semua warganya yang tergigit untuk melapor. Bahkan, yang hanya dicakar hewan peliharaan pun diminta untuk memberitahu pemerintah, meski belum tentu mengidap rabies.

Data terakhir yang diperoleh Rakyat Kalbar, lebih dari 1.300 laporan masyarakat yang digigit atau dicakar hewan peliharaannya, seperti kucing dan anjing. “Pemerintah sudah membuat kerja sama dengan Jabatan Hewan (Dinas Hewan dan Peternakan) Kalbar dan Sosek Malindo (petugas perbatasan) untuk mempergiatkan lagi pengawasan di perbatasan,” tutur Jacqueline, awak media Utusan Borneo di Sarawak, Selasa (1/8) sore.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah menggencarkan pemberian vaksin terhadap hewan-hewan peliharaan warga Sarawak. Kerja sama dua negara terkait rabies ini diiyakan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Jahar Gultom. Pimpinan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah Sarawak dua kali. Dua-duanya untuk membahas ihwal rabies tersebut.

“Pihak Sarawak mengundang kami untuk melakukan koordinasi dan kerja sama, kami menyambut baik. Memang yang terjadi sekarang di Sarawak ini, sudah ada korban meninggal sebanyak lima orang akibat rabies," ujarnya.

Hal tersebut, kata dia, dapat dikatakan menciptakan rasa ketakutan yang besar bagi masyarakat Sawarak. Karena keberadaan korban itu semakin dekat ke pusat Kota Kuching. “Kalau tadinya masih di Tebedu (berbatasan dengan Entikong), masih jauh (dari pusat kota), sekarang sudah 7 kilometer dari Kota Kuching," ungkap Jahar.

Semakin dekatnya jarak penyebaran rabies ini membuat Pemerintah Sarawak merasa sangat khawatir. Oleh karena itu, sejak 29 Juli 2017, vaksinasi besar-besaran dilakukan untuk seluruh masyarakat di perbatasan Tebedu. “Masyarakat disuruh bawa sebanyak-banyaknya hewan peliharaan, kucing atau anjing, untuk divaksinasi gratis," terangnya.

Menurut dia, ini upaya kongkret dari pemerintah setempat untuk menjaga atau membuat Kota Kuching tidak diserang rabies. "Karena jika masuk ke pusat Kuching, maka rasa percaya masyarakat (terhadap pemerintah,red) akan kurang," ucap Jahar.

Dua negara juga sepakat untuk tidak saling menuding bahwa rabies datangnya dari Kalbar atau Sarawak. "Kita tidak mau membahas itu, tetapi bagaimana kita kerja sama meminimalisir supaya korban tidak jatuh (banyak). Karena memang ada anggapan semua yang buruk datang dari Indonesia," bebernya.

Kerja sama itu, juga dalam bentuk saling bertukar data dan informasi. "Apa yang sudah terjadi pada kita dan kira-kira penanggulangannya dengan cara apa, itu sudah kita share," papar Jahar. Pada prinsipnya, kalau ada informasi yang diperlukan dari KJRI atau Pemerintah Kalbar, pihaknya siap bekerja sama dan begitu juga sebaliknya. "Mereka juga siap kapan pun," pungkas dia. (Ocsya Ade CP/rk)


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 12:37
Pantau Titik Api, Antisipasi Kabut Asap

Kemarau, BPBD Pontianak Lakukan Patroli

PONTIANAK- Beberapa pekan Kota Pontianak tak diguyur hujan. Selama kemarau, kebakaran lahan berpotensi…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:45
Polisi Tiongkok Ajak Polres Ketapang Bikin Kantor Polisi Bersama

Langsung Sodorkan Plang, Warganet pun Heboh

PONTIANAK- Warganet dihebohkan dengan beredarkan foto plang kantor polisi bersama dengan Biro Keamanan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:42
12.000 Warga Indonesia Tewas Setiap Tahun

MIRISNYA..!! Ada 1,57 Persen Penduduk Kalbar Pengguna Narkoba

PONTIANAK- Narkoba menjadi musuh bersama. Butuh keterlibatan semua pihak memberantas peredaran gelap…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:39

Gara-Gara Barang Ini, Sudah 18 Orang Divonis Mati

PONTIANAK- Barang bukti hampir 20 Kg sabu, 2.000 ekstasi dan 4.000 happy five dimusnahkan di lapangan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:38

Gara-Gara Barang Ini, Sudah 18 Orang Divonis Mati

PONTIANAK- Barang bukti hampir 20 Kg sabu, 2.000 ekstasi dan 4.000 happy five dimusnahkan di lapangan…

Sabtu, 14 Juli 2018 11:34

YA GITU DONG..!! Karolin Ucapkan Selamat Buat Midji-Norsan

PONTIANAK- Pasangan Sutarmidji dan Ria Norsan unggul dalam perhitungan suara pemilihan Gubernur-Wakil…

Sabtu, 14 Juli 2018 10:37
Sutarmidji-Ria Norsan Dipilih 1.334.512 Warga Kalbar

TELAK BANGET..!! Midji-Norsan Juara, Selisih 9 Persen dari Karolin-Gidot

KUBU RAYA- Selesai sudah tahapan Pilkada Kalbar 2018. Sutarmidji-Ria Norsan akan memimpin Kalbar hingga…

Sabtu, 14 Juli 2018 10:33

KASIHAN…Warga Miskin Penderita Tumor Ditandu Sejauh 9 KM

Miskin dan sakit merupakan momok bagi manusia. Apalagi kedua datang secara bersama. Ocsya Ade CP, Meranti…

Rabu, 04 Juli 2018 21:34

Orang Utan Masuk ke Pemukiman Warga, Pertanda Apa?

PONTIANAK- Makin banyak orang utan yang masuk ke pemukiman warga di Kalbar. Ketua Forum Konservasi Orangutan…

Rabu, 04 Juli 2018 21:32

KASIHAN SEKALI, 3 Orang Utan Cari Makan Pemukiman Warga

MEMPAWAH- Dulu cuma berani mengintip, sekarang sudah berani berbuat lebih. Mulanya hanya menimbulkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .